Diva : “Bu, lebay itu apa sih?”
Ibu : “Berlebihan”
Diva : “Oh. jadi badan kakak itu lebay ya Bu?”
Dinda : “Enak aja, badan kakak itu gede bukan lebay!”
Diva : “Oh, bapak kalo maen komputer juga suka lebay ya Bu?”
Bapak : ?
Ibu : “Syukurin !”
Ketika mentari masih terlihat bermalas-malasan untuk menyapa di pagi hari, seorang bapak ditemani 6 anak kecil mulai berkeliling kampung. Menyusuri jejak-jejak di masa lalu sekitar 30 tahun yang lalu. Sekedar melepas kerinduan untuk mengenang masa kecilnya
Kami pun bergerak ke perbatasan kampung sebelah timur. Setelah melewati ujung jalan desa yang diberi nama dengan nama kakek
kami pun sudah melintas di jalan desa yang diapit oleh sawah di kedua sisinya. Ketika mata memandang jauh ke depan, tampak kompleks pemakaman di latar depan dengan silhuet gunung Ciremai di latar belakangnya.
Mendengar celoteh anak-anak memang sangat menyenangkan. Hiburan gratis buat orang tuanya. Begitu pula ketika kedua anakku bercerita tentang dua film yang telah ditontonnya. Ditemani dua saudara sepupunya yang berlibur di Jakarta, mereka menonton “Garuda di dadaku” dan “King”. Dua film yang katanya diminati anak-anak di saat liburan sekolah telah tiba. Momentumnya pas bener ya
“Bu, adek kentutnya lebar !!!”, tiba-tiba terdengar suara si bungsu dari ruang tengah. Bapaknya mengernyitkan dahi. Ada apa lagi nih si bungsu yang cerewet tapi cantik itu
Ibunya yang sedang memasak di dapur cuma tertawa-tawa. “Tuh pak, anaknya aneh-aneh saja ngomongnya”, celetuk ibunya. Bapaknya pun coba menelusuri faktor penyebabnya
Sekilas di atas tempat tidur tergeletak buku pelajaran SD untuk kelas 2. Bapaknya pun bergerak perlahan mendekat buku itu.
Diva : “Pak, cita-cita Adek diganti aja ya. Mo jadi dokter anak aja”
Bapak : “Memang kenapa?”
Diva : “Kemaren kakak sakit aja harus bayar ke dokter”
Bapak : “Adek mau semua orang sakit?”
Diva : “Iya ya. Gak jadi deng. Tetep jadi guru matematik aja deh”
Bapak : “Jadi Dosen aja seperti bapak dan Ibu?”
Diva : “Gak mau !”
Bapak : “Kenapa ?”
Diva : “Kerjanya cuma ngobrol tapi sering pulang malam!”
Bapak :
Kakak : Pak, fungsi legislasi dari DPR itu apa ?
Bapak : Membuat undang-undang
Kakak : Kok Bapak tahu sih
Bapak : Bapak pintar kan
Kakak : Biasa aja tuh. Pak, Pengadilan Tinggi itu di pusat atau di kabupaten ?
Bapak : Di pusat
Kakak : Yee, salah. Jawaban yang benar di provinsi. Payah nih Bapak
Bapak :
Ade : Pak, besok enggak pulang malam lagi kan ?
Bapak : Iya, Bapak mau nemenin kakak dan ade belajar untuk ulangan umum
Ade : Nah begitu dong pak, itu baru Bapak yang pintar !
Bapak : ????
Sabtu sore raut muka Dinda - anakku yang pertama, terlihat kusut dan masih sayu. Tampak rona kemerah-merahan di pipi tembemnya yang menggemaskan. Keceriaan dan celotehnya pun sedikit berkurang dibandingkan biasanya. Lubang hidungnya yang masih sedikit mampat membuat tarikan napasnya tersendat-sendat. Tak jarang hembusan napasnya meluncur dari rongga mulut yang langit-langitnya masih terlihat putih pucat. Suaranya pun masih terdengar parau. Anakku memang masih menyisakan pilek yang menyerangnya dua hari sebelumnya.