CAMELS versi Syariah
“……saat ini saya sedang membuat skripsi mengenai perbandingan kinerja bank umum syariah dan bank umum konvensional dengan menggunakan metode CAMELS…..”
“Bagaimana penilaian kesehatan bank syariah dengan menggunakanCAMELS? Pak mohon dijawab”
“Mas saya mau tanya nih kalo menghitung BOPO bank Syariah itu gimana ya mas?…”
Itulah tiga dari sejumlah tanggapan pembaca pada tulisan sebelumnya mengenai “CAMEL vs CAMELS” yang selengkapnya bisa dibaca di sini. Memang sebagian besar tanggapan lebih banyak mengenai penilaian kesehatan bank umum konvensional- yang sering disebut dengan metode CAMELS (Capital, Asset Quality, Management, Earning Power, Liquidity, Sensitivity to Market Risk).
Beberapa pembaca menganggap bahwa CAMELS itu bisa sekaligus digunakan untuk setiap jenis bank- baik bank umum maupun Bank Perkerditan Rakyat (BPR) atau bank konvensional maupun bank syariah. Padalah kalo dilihat dari fungsinya bank umum itu berbeda dengan BPR, dan prinsip bank konvensional berbeda juga dengan bank syariah. Jadi karena perbedaan fungsi atau prinsip tersebut maka tata cara penilaian kesehatannya pun berbeda-beda.
Saya kan mencoba membahas lebih lanjut mengenai tata cara penilaian kesehatan untuk bank yang menggunakan prinsip syariah pada tulisan ini. Namun sebagai pengantar, mari kita lihat terlebih dahulu beberapa Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan atau Surat Edarannya yang masih berlaku mengenai tata cara penilaian kesehatan bank di Indonesia berikut ini
- “Surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum dan lampiran” tanggal 31-05-2004 yang dapat dibaca di sini
- “Peraturan Bank Indonesia No. 9/1/PBI/2007 Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah” tanggal 24-01-2007 dapat dibaca di sini, yang diikuti dengan “Surat Edaran Bank Indonesia No. 9/24/DPbS tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah” tanggal 30-10-2007 yang dapat dibaca di sini.
- “Peraturan Bank Indonesia No. 9/17/PBI/2007 mengenai Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat Berdasarkan Prinsip Syariah” tanggal 4-12-2007 dapat dilihat di sini, yang diikuti dengan “Surat Edaran Bank Indonesia No. 9/29/DPbS tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat Berdasarkan Prinsip Syariah” tanggal 7-12-2007 yang dapat dibaca di sini.
- “Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia nomor 30/12/KEP/DIR tanggal 30 April 1997 tentang Tata Cara
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat“
Sebagai ulasan umum mengenai peratura di atas, Bank umum konvensional, bank umum berdasarkan prinsip syariah, dan BPR syariah sudah mengadopsi metode CAMELS- atau dengan kata lain, metode CAMEL (tanpa S) yang sudah dikeluarkan pada tahun 1997 sudah tidak berlaku lagi. Namun khusus untuk BPR konvensional, tata cara penilaian kesehatannya masih menggunakan peraturan tahun 1997. Tata cara penilaian kesehatan bank umum dengan prinsip syariah mencakup bank syariah dan unit syariah yang dibuka oleh bank umum.
Bagaimana sih tata cara penilaian kesehatan bank umum berdasarkan prinsip syariah seperti dijelaskan pada peraturan BI nomor 2 di ata? Mari kita diskusikan sama-sama disini.
November 6th, 2008 at 12:28 pm
Asslkm. mas budi, dari hasil penelitian saya BOPOnya menurun (lebih efisien). apakah kalau BOPOnya lebih efisien maka seharusnya NPM dan EM juga meningkat??makasih ya mas
November 6th, 2008 at 12:32 pm
Asslkm. mas budi, saya mw tanya lagi ya.dari hasil penelitian saya menunjukkan BOPOnya menurun (lebih efisien). apakah kalau BOPO menurun maka seharusnya NPM dan EM meningkat?makasih ya
November 11th, 2008 at 8:51 am
Assalamualaikum. Saya mahasiswi S1,kebetulan tertarik meneliti mengenai ‘kemungkinan adanya manajemen laba pada perbankan syariah di Indonesia’. Pengennya sih pake sampel bank umum syariah sama UUS. Saya mau tanya:
1. Dimana saya bisa mendapat jurnal yang berkaitan
dengan topik saya tersebut?
2. Terus untuk mendapat laporan keuangan yang lengkap dari BUS dan UUS tu darimana ya,mas?
3. Oya, apakah Direktori Bank Indonesia juga tersedia di http://www.bi.go.id ?
November 14th, 2008 at 8:24 pm
Assalamualaikum.,mas budi…saya baru mau menulis skripsi…judul yang saya pilih adalah analisis rasio camels terhadap kondisi bermasalah pada bank syariah periode 2003-2004.., saya mau tanya:
1. kira-kira ada saran nggak mas?
2. saya jg masih bingung untuk mengukur management dan sensitivity to market risknya itu lebih baik menggunakan rasio apa?
November 14th, 2008 at 10:26 pm
#Gita: Secara teoritis dan matematis, jika BOPO menurun (efisien atau biaya lebih kecil dari pendapatan) maka NPM dan EM naik atau keuntungan bank meningkat. Cuma apakah pendapatan bank tersebut semuanya berasal dari bunga (bank konvensional) atau bagi hasil (bank syariah), atau dari pendapatan non-bunga (fee based income)? Namun untuk di Indonesia- sebagian besar pendapatan bank masih didominasi oleh pendapatan bunga.
#Diah: Referensi saya sebagian besar dari BI- terutana beberapa paper atau cetak biru bank syariah. Coba diexplore lagi situs BI-nya
Data laporan keuangan bank juga bisa dilihat di situs BI- namun laporan tersebut belum diaudit. Data bank syariah secara makro juga bisa dilihat di publikasi/laporan BI.
#Toraja: Masalah di lapangannya adalah sulitnya memperoleh data untuk sebagian besar parameter yang ada di CAMELS. Masalah ini sudah sering saya kemukakan di postingan sebelumnya mengenai “CAMEL vs CAMELS”. Mungkin sebaiknya Anda menitikberatkan pada rasio-rasio yang dapat diperoleh dari laporan keuangan yang dipublikasikan ke msyarakat. Jadi anda menganalisis laporan keuangan tersebut dengan rasio-rasio teoritis yang banyak disajikan di buku-buku perbankan- termasuk bank syarih
December 3rd, 2008 at 11:13 am
mas, punya data atau artikel tentang rasio equity multiplier ga?kalau iya, saya boleh minta ga,hehe.makasih banyak
December 6th, 2008 at 8:03 pm
Saya tidak menyimpan data lengkap mengenai rasio keuangan bank. Saya biasanya mengambil dari publikasi laporan keuangan perbankan di situs BI
December 16th, 2008 at 8:26 pm
assalamualaikum pak, saya mahasiswa s1, mo nanya giman rumus - rumus CAMElS
December 22nd, 2008 at 11:35 pm
@Taufik: Bisa didowload dari website Bank Indonesia, tepatnya di menu peraturan pada halaman muka
January 8th, 2009 at 7:27 pm
saya mengambil skripsi tentang perbedaan kinerja bank syariah dengan bank konvensional dengan menggunakan metode camels. yang saya tanyakan bagaimana cara mencari “s” (sensitivity of market risk)karena kedua bank memiliki sensitivitas terhadap pasar yang berbeda. trimakasih pak,
January 24th, 2009 at 2:32 pm
Mas,saya mau minta tolong…
mas punya SURAT EDARAN BANK INDONESIA TENTANG TINGKAT KESEHATAN BPR TAHUN YANG PALING BARU DENGAN METODE CAMEL
makasih atas bantuannya
March 2nd, 2009 at 12:05 pm
pak, sy mw nanya. kalo camels itu kn variabel rasio per aspek kn banyak. kalo kita pkenya satu aja per aspeknya tu udah mewakili ga?
Satu lg ni pak, tentang sensitivity to market risk itu, kn susah di cari utk alasan konkritnya menjadi batasan masalah apa ya pak
atas jawabanya trimakasih byk sebelumnya
March 7th, 2009 at 11:51 am
@Safitri: Agak sulit kalo membandingkan kesehatan bank antara konvensional dengan syariah karena perbedaan parameternya. Namun tetap bisa dilakukan jika kita mengetahui padanan variabel dari kedua jenis bank tersebut. Misalnya, tingkat suku bunga bank konvensional dipadankan dengan equivalent rate dari nisbah bank syariah. Atau bisa juga kita lihat nilai agregatnya aja (faktor S) setelah mempertimbangkan parameternya masing-masing untuk kedua jenis bank tersebut
@Ibnu: Coba dilihat di website Bank Indonesia, di menu peraturan perbankan. Semua peraturan yang berlaku ada di sana.
@Oni: Ada yang berpendapat bahwa cakupan riset itu bisa luas tetapi dangkal, atau sempit tapi mendalam. Jadi tergantung tingkat penelitian kita yang bisa saja berhubungan dengan jenjang pendidikan (S1, S2, dan S3). Silahkan saja dibatasi penelitian Anda. Selain itu, sebagian besar data yang diperlukan untuk perhitungan CAMELS relatif sulit diperoleh.
Semoga bermanfaat
March 21st, 2009 at 4:55 pm
assalammualaikum, boleh tanya pak, buku referensi untuk dasar teori dan konsep camel judulnya apa saja, trimakasih.
March 24th, 2009 at 10:53 am
Kalo untuk referensi CAMELS bisa dilihat di website BI, Saya juga sudah mencantumkan tautan (link) nya di atas. Coba langsung di-klik saja
Soal judul sih bisa banyak, untuk sekedar mencari ide-idenya, coba saja dilihat2 dulu Pretauran BI tentang CAMELS, terutama lampiran dari peraturan tersebut
April 2nd, 2009 at 6:20 pm
pak,diatas disebutkan pencarian data untuk camels cukup sulit. mohon di jelaskan data apa saja yang kemungkinan sulit di dapat?
May 22nd, 2009 at 9:14 pm
@Asep: Relatif banyak yaitu yang tidak dapat dihitung berdasarkan data laporan keuangan bank yang dipublikasikan ke masyarakat. Contohnya saja, data debitur inti atau deposan inti kan gak bisa diperoleh secara publik kan?
May 30th, 2009 at 4:37 pm
Bapak saya ingin bertanya, adakah peraturan baru dari BI mengenai tata cara penilaian tingkat kesehatan BPR? ataukah masih tetap berlaku Surat Keputusan Direksi No.30/12/KEP/DIR/1997 Tanggal 30 April 1997?. sebab sekarang saya lagi penelitian mengenai tingkat kesehatan BPR. kalau masih tetap, kira2 dimna saya dapat mengakses peraturan terbut?
Untuk faktor manajemen, kira2 bagaimana cara mendapatkan data tersebut yangtepat? apakah langsung kepada direktur BPR tersebut? jika tingkat kesehatan yang saya nilai adalah tiap bulan selama tahun 2008, sudah cukupkah kalau saya meminta penilaian manajemen di akhir tahun 2008 saja? trima kasih banyak pak..
saya sangat mengharap informasi dari bapak
June 2nd, 2009 at 10:55 pm
Kayaknya PBI tahun 1997 itu masih berlaku kok, kecuali untuk BPR syariah yang sudah menggunakan PBI tahun 2007. SE BI yang tahun 2005 juga masih menyatakan PBI tahun 2007 masih berlaku juga. Selengkapnya bisa dilihat di http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/D3EF85CB-C58B-47E3-BB92-E8446768A9D2/12069/se75805.pdf
June 5th, 2009 at 10:38 am
dalam meberikan penilaian hasil akhir, bgaimanahubungan antara peringkat komposit dengan nilai kredit nya? dan seperti nya untuk Bank Syariah dalam aturan nya tidak ada keterangann rumus/penilaian nilai kredit tapi hanya peringkat komposit.
sy bingung untuk hal ini Pak?
dan rumus rasio yang sy gunakan adalah rasio utama ex; Permodalan (CAR), Rentabilitas (NOM), Likuiditas (STM)apakah ini sudah cukup untuk mempresentasikan penilaian kesehatan krn keterbatasan data?
Mohon jawaban dan masukannya Pak?
June 8th, 2009 at 8:26 am
Untuk Alya, kita lanjutkan diskusinya pada tulisan saya yang berikutnya disini:
http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana/2009/06/08/camels-perhitungan-nilai-komposit/
June 9th, 2009 at 11:58 am
Bapak terima kasih atas jawaban yang sebelumnya.. saya ingin bertanya lagi karena msih belum jelas, sebelumnya bapak menyebutka bhwa SE BI tahun 2005 menyatakan klo PBI tahun 2007 masih berlaku, maksud bapak PBI 1997 bukan? mengenai masih berlakunya SK Dir BI No.30/12/KEP/DIR 1997 untuk BPR?
Dimana saya bisa mengakses SK DIR BI No.30/12/KEP/DIR tanggal 30 April 1997 tersebut pak?
mohon jawabannya..terim kasih banyak sebelumnya
June 9th, 2009 at 2:19 pm
@Novi: Waduh saya sudah gak punya filenya, tapi prinsip perhitungannya hampir sama dengan untuk bank umum versi CAMEL (bukan CAMELS ya).
Nanti kita diskusikan di tulisan saya yg terbaru tentang CAMELS di bwah ini. Silahkan diklik aja di alamat berikut:
http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana/2009/06/08/camels-perhitungan-nilai-komposit/
July 10th, 2009 at 7:30 pm
Pak saya mau membandingkan kinerja keuangan perbankan syariah dan konvensioanal mengguanakan rasio-rasio CAR, NPl,Roa, ROE, BOPO dan LDR apakah bisa? dan berapa ketentuan rasio terbaik dari masing2 rasio tersenut menurut PBI?? tolong pak
July 16th, 2009 at 8:44 pm
waduh, harus rasio2 di bank konvensional harus ada padanannya di syariah
Soal baik atau tidaknya rasio tsb, BI tidak menyebutkan kisaran angka sih. kalo di CAMELS kan ada istilah komposit 1 sampai 5
July 22nd, 2009 at 3:38 am
pak saya sedang membuat skripsi dengan judul menilai tingkat kesehatan bank syariah melalui camels dan yang mau saya tanyakn adalah
bagaimana caranya menilai sensitivity market risknya?
July 28th, 2009 at 8:47 am
wah pantesan aja skripsi saya revisi total…:’( walaupun tetap diluluskan…
ada saran gak pak buat revisi saya…. :’(
July 29th, 2009 at 7:51 am
mau tanya lagi nih pak
bank bri syariah,bank bukopin syariah, apa sudah termasuk bank umu syariah?? apakah masih termasuk unit usaha syariah??bingung neh..cz di suatu makalah sampai tahun 2008 akhir disebutkan bank umu syariah di indonesia ada 3 yaitu bank syariah mandiri, muamalat, n mega syariah tapi di laporan publikasi BI bank bukopin syariah n bank brisyariah masuk dlam kategori bank umum syariah…
August 3rd, 2009 at 11:15 pm
@fahmi: BI tidak menyebut patokan dalam angka, namun lebih pada kisaran yang sifatnya relatif dan disajikan dalam bentuk komposit di penilaian CAMELS
@Kodarat: Coba dilihat2 lagi lampiran dari CAMELS versi syariah, disitu parameternya relatif lebih sedikit dibandingkan konvensional
September 16th, 2009 at 3:18 pm
pak mo nanya nih..saya lagi bikin skirpsi analisa perbandingan kinerja keuangan antara 1 bank konve dengan 1 bank syariaah dengan mengunakan 3 rasio..menurut bapak bagaimana
October 3rd, 2009 at 9:48 am
please bantu q…………….
March 4th, 2010 at 6:26 pm
Tolong saya dong… Saya sedang mencari “Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia nomor 30/12/KEP/DIR tanggal 30 April 1997 tentang Tata Cara
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat“ tapi gak ketemu2. Klo ada mohon kirim ke email saya ya… Thanks….
March 4th, 2010 at 7:08 pm
Tolong saya dong,,, Saya lagi mengerjakan skripsi jadi saya butuh “Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia nomor 30/12/KEP/DIR tanggal 30 April 1997 tentang Tata Cara
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat“… Kalau bisa kirim ke emailsaya ya… Thank’s…
May 13th, 2010 at 2:24 pm
mas saya gita saya sekarang sedang buat skrispi analisa perbedaan kinerja bank syariah dan bank konvensional denganmetode CAMEL, tapi saya bingung cara nentuin kompositnya. Komposit itu bisa diliat di PBI ya?? mas mohon bantuannya, Terima kasih
October 13th, 2010 at 8:38 am
wah, ternyata banyak juga yg menanyakan tentang bagaimana menghitung sensitivity ataw “S” dalam CAMELS. Masih mengawang jg pak.
Ada jurnal indonesia yg menyatakan bahwa :
1) Aspek Capital, menggunakan CAR
dan standar terbaiknya 8%
2) Aspek Asset Quality, dlm hal ini menggunakan RORA (Return On Risk Assets)= EBIT/Aktiva Produktif x 100%
3) Aspek Management, menggunakan NPM yg dihitung Laba bersih/ Pendapatan Operasional x 100%…….
dan NPM dikatakan baik jika > 81%
4) Aspek Earning, menggunakan ROA saja dgn rumus EBT/ total Aktiva x 100%
dan standar terbaik utk ROA > 1,5%
5) Aspek Liquidity, menggunakan LDR = jmlh kredit yg diberikan/ dana pihak ketiga x 100%
dan standar yg baik yaitu antara 83%-110% atau lbh baik lg kalo > 110%.
Sedangkan pd jurnal tsb memang masih menggunakan CAMEL, dan bukannya CAMELS.
Nah pertanyaan saya, apa menurut bpk sdh sesuai dgn peraturan??? atau kah sebatas penilaian peneliti??
December 6th, 2010 at 6:50 pm
Tolong saya dong… Saya sedang mencari “Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia nomor 30/12/KEP/DIR tanggal 30 April 1997 tentang Tata Cara
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat“ tapi gak ketemu2. Klo ada mohon kirim ke email saya ya… Thanks….
April 15th, 2011 at 4:06 pm
jadi mas,,
gimana teori untuk menghitung CAMEL pada bank syariah,,
mohon bantuan informasinya..
January 28th, 2012 at 11:29 am
Maaf atas keterlambatan responnya. Berbagai regulasi tentang bank syarih bisa dilihat di website BI di menu peraturan-perbankan. Mengenai CAMEL dan CAMELS untuk bank konvensional sudah diganti dengan yang baru, yang mulai berlaku tahun ini. Silahkan lihat surat edaran BI-nya di:
http://www.bi.go.id/web/id/Peraturan/Perbankan/SE+No.13_24_DPNP_2011.htm
Terima kasih, salam
February 9th, 2012 at 1:08 am
kalau ngk ada lebih baik nya dr bank lain,,,mending di bank keoovnsinnal aja dech.
February 13th, 2012 at 3:03 am
Assalamualaikum..
Saya mau tanya..bagaimana cara menghitung potential loss nilai tukar (gap position dari eksposur trading book valas+banking book valas) x flutuasi nilai tukar untuk sensitivity to market risk pada bank syariah?dan data2 apa saja yang dibutuhkan untuk menghitungnya?
Terima kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.
March 16th, 2012 at 8:18 pm
@Steven: Ya, semua orang mempunyai persepsi dan pilihannya masing-masing ya, salam
@Herdian: Wah, masalahnya, data untuk penilaian kesehatan bank memang tidak tersedia untuk publik. Jadi hanya pihak bank saja yang tahu semua data untuk penilaian kesehatan bank, kecuali beberapa rasio keuangan yang memang harus dipublikasikan, namun ini pun sangat sedikit. Terima kasih, salam
May 11th, 2012 at 6:34 pm
pak, saya ingin bertanya, apakah NIM (net interest margin) pada bank konvensional, dasarnya sama dengan NIM (net income margin) pada bank syariah???
trimakasih pa atas penjelasannya..
May 28th, 2012 at 10:11 pm
@Viga, kalo rumus matematinya secara umum relatif sama, cuma pendapatan bunganya menjadi pendapatan bagi hasil bagi bank syariah
July 12th, 2012 at 10:14 pm
pak saya mau nanya,
ada gak peraturan BI tentang kisaran BOPO yang ditentukan BI?
kalau ada jika bank tsb melanggarnya pakah dikenai sanksi?
terus nomor peraturannya berapa ya pak?
terimakasih sebelumnya pak..
July 20th, 2012 at 3:53 pm
@Cindy, tidak ada aturan tersendiri tentang BOPO. tapi menjadi satu kesatuan dalam tatacara penilaian kesehatan bank yang baru, yaitu metode RGEC. Silakan dilihat tulisanya di:
http://pena.gunadarma.ac.id/perbandingan-tatacara-penilaian-tingkat-kesehatan-bank/
Semoga bermanfaat
November 22nd, 2012 at 11:06 pm
ass….pak saya mau tanya, kalo metode CAMEL bisa ga buat nganalisis tingkat kesehatan BAZ atau perusahaan selain bank? apa CAMEL cuma bisa buat nganalisis bank saja?