Pengertian dan Teori Kewirausahaan
Ketika mata kiri melirik ke SAP online dan mata kanan ke kalendar akademik, …..waduh cilaka ternyata jatah ngajar sebelum UTS tinggal satu kali pertemuan lagi. Padahal materi yang diberikan masih lumayan banyak. Saya pun buru-buru berburu bahan ajar terburu eh terbaru, atau setidak-tidaknya me-review kembali beberapa bahan ajar yang sudah diunggah ke staffsiteku. Tulisan ini akan memaparkan tentang sejarah teori kewirausahaan, yang konsepnya sudah disebut-sebut dari zaman “baheula”, diantaranya oleh Jean Baptista Say dan Richard Cantillon pada awal abad ke-18.
Pengertian Kewirausahaan
Istilah entrepreneur pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-18 oleh ekonom Perancis, Richard Cantillon. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Say menyatakan bahwa entrepreneur adalah seseorang yang membawa orang lain bersama-sama untuk membangun sebuah organ produktif.
Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
Jean Baptista Say (1816): Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
Frank Knight (1921): Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.
Joseph Schumpeter (1934): Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2) memperkenalkan metoda produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.
Penrose (1963): Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
Harvey Leibenstein (1968, 1979): Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
Israel Kirzner (1979): Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.
Teori Kewirausahaan
Sebelum memaparkan teori kewirausahaan, terlebih dahulu saya mengulas pengertian “teori”. Maksudnya sekalian menyegarkan ingatan saya sendiri sih, kan semester ini mengajar metodologi penelitian juga hehehe. Kita biasanya menggunakan teori untuk menjelaskan sebuah fenomena. Fenomena yang akan dijelaskan disini adalah kehadiran entrepreneurship yang mempunyai kontribusi besar dalam pengembangan ekonomi. Teori tersebut terdiri dari konsep dan konstruk, nah lho apa ya beda kedua istilah tersebut? :). Teori adalah “sekumpulan konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang saling berhubungan” yang menunjukkan pandangan sistematis terhadap sebuah fenomena dengan merinci hubungan antar variabel, dengan tujuan untuk menerangkan dan memprediksi fenomena. Mari kita lihat beberapa teori yang menjelaskan dan memprediksi fenomena mengenai kewirausahaan.
Neo Klasik, teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilag teknologis, dimana manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan. Hmmm, jadi individu hanya bertindak sebagai “kalkulator pasif” yang kontribusinya relatif kecil terhadap perusahaan. Kasihan bener ya tapi Masa sih? …… Jadi pendekatan neoklasik tidak cukup mampu untuk menjelaskan isu mengenai kewirausahaan. Kata Grebel dkk, “There is no space for an entrepreneur in neoclassical theory”. Nah loh, jadi dimana letak teori kewirausahaannya dong? Tapi sebagai titik awal masih bermanfaat juga kok. Kan konsep perusahaan (the firm) yang dijelaskan dalam Neo Klasik masih mengakui juga keberadaan pihak manajemen atau individu-individu. Dan individu inilah yang nantinya berperan sebagai entrepreneur atau intrapreneur, yang akan dijelaskan pada teori-teori selanjutnya.
Schumpeter’s entrepreneur, kajian schumpeter lebih banyak dipengaruhi oleh kajian kritisnya terhadap teori keseimbangan (equilibrium theory)-nya Walras. Waduh…. harus mengulang kembali berbagai teori-teori ekonomi nih hehehe. Menurut beliau, untuk mencapai keseimbangan diperlukan tindakan dan keputusan aktor (pelaku) ekonomi yang harus berulang-ulang dengan “cara yang sama” sampai mencapai keseimbangan. Jadi kata kuncinya “berulang dengan cara yang sama”, yang menurut Schumpeter disebut “situasi statis”, dan situasi tersebut tidak akan membawa perubahan. Hmmm agak jelimet juga nih. Saya mencoba membuat interpretasi lain terhadap pernyataan teoritis tersebut, “Orang-orang yang statis atau bertindak seperti kebanyakan orang tidak akan membawa perubahan“. Schumpeter berupaya melakukan investigasi terhadap dinamika di balik perubahan ekonomi yang diamatinya secara empiris. Singkat cerita, akhirnya beliau menemukan unsur eksplanatory-nya yang disebut “inovasi“. Dan aktor ekonomi yang membawa inovasi tersebut disebut entrepeneur. Jadi entrepreneur adalah pelaku ekonomi yang inovatif yang akan membuat perubahan. Hmmmm, begitulah “warisan” dari Om Schumpeter hehehe.
Austrian School, Mengutip Adaman dan Devine (2000), masalah ekonomi mencakup mobilisasi sosial dari pengetahuan yang tersembunyi (belum diketahui umum) yang terfragmentasi dan tersebar melalui interaksi dari kegiatan para entrepreneur yang bersiang. Hmmmmmm…… tambah bingung nih. Ada dua konsep utama disini yaitu pengetahuan tersembunyi (orang lain belum tahu) yang dikaji oleh Hayek dan kewirausahaan oleh Mises. Intinya mobilisasi sosial dari pengetahuan tersebut terjadi melalui tindakan entrepreneural. Dan seorang entrepreneur akan mengarahkan usahanya untuk mencapai potensi keuntungan dan dengan demikian mereka mengetahui apa yang mungkin atau tidak mungkin mereka lakukan. Oooohhh begitu toh, jadi artinya seorang entrepreneur itu harus selalu mengetahui pengetahuan (atau informasi) baru (dimana orang banyak belum mengetahuinya). Dan pengetahuan atau informasi baru tersebut dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan. Wah beda-beda tipis ya dengan schumpeter dengan konsep inovasinya. Kan dengan inovasi juga kita bisa mendapatkan pengetahuan, informasi, bahkan teknologi baru.
Penemuan pengetahuan tersembunyi merupakan proses perubahan yang berkelanjutan. Dan proses inilah yang merupakan titik awal dari pendekatan Austrian terhadap kewirausahaan. Ketika dunia dipenuhi ketidakpastian, proses tersebut kadang mengalami sukses dan gagal (hmmm memang begitu adanya ya hehehe). Namun seorang entrepreneur selalu berusaha memperbaiki kesalahannya. Wah kalo begitu sih, ternyata orang tua Saya sudah memahami Austrian Sholl ini dong. Buktinya mereka sering berkata:”Kegagalan itu adalah sukses yang tertunda”, “Belajarlah dari kesalahan”, atau “Hanya keledai lah yang terperosok dua kali” hehehe. Kasihan bener ya keledai
Padahal “keledai” yang berjumpalitan beberapa kali (gagal dan gagal lagi) akhirnya bisa juga menemukan kesuksesan, itulah seorang entrepreneur.
Kirzerian Entrepreneur, Kirzer memakai pandangannya Misesian tentang “human action” dalam menganalisis peranan entrepreneural. Singkat kata, unsur entrepreneur dalam pengambilan keputusan manusia dikemukan oleh Om Kirzer ini lho. Wah beliau ini pasti setuju deh dengan jargon “the man behind the gun” ya hehehe. Menurut beliau, “knowing where to look knowledge”. Dan dengan memanfaatkan pengetahuan yang superior inilah seorang entrepreneur bisa menghasilkan keuntungan. Petuah lain dari beliau adalah “This insight is simply that for any entrepreneurial discovery creativity is
never enough: it is necessary to recognize one’s own creativity“.
Sebenarnya masih banyak sih “petuah-petuah” beliau ini, terutama dikaitkan dengan teori-teori ekonomi sebelumnya, termasuk tanggapannya terhadap teori keseimbangan dari neo klasik. Tapi cukup sudahlah, toh mata kuliah entrepreneurship tidak akan terlalu berat di teori kok. Nanti mahasiswa pada protes lagi, “Pak kok belajar teori mulu nih, kapan kita bisa berlatih menjadi seorang entrepreneur nih!!”. Makanya di kelas kita lebih banyak berlatih bagaimana membuat proposal bisnis serta berlatih kreaivitas dan inovasi melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (disain brosur, e-marketing, teknik presentasi, dll). Lagian, teori-teori di atas lebih banyak dikaitkan dengan teori ekonomi.
Teori Entrepreneur dari perspektif individu
Berikutnya saya tetap “maksa” untuk mengulas teori kewirausahaan dari perspektif individunya. Toh kuliah kewirausahaan di perguruan tinggi tidak hanya “melulu” soal praktek berwirausaha. Masa sih semua mahasiswa yang ikut kuliah kewirausahaan akhirnya menjadi entrepreneur semua (syukur juga sih kalo memang iya). Bisa saja sebagian diantaranya menjadi peneliti tentang kewirausahaan atau pengamat kewirausahaan hehehe. Jadi dengan sangat menyesal saya akan mencoba mengulas beberapa teori atau model yang dihubungkan dengan karakteristik individu seorang entrepreneur. Beberapa di antaranya adalah (1) life path change, (2) Goal Directed Behaviour, dan (3) Outcome expectancy.
Kenapa hanya tiga teori atau model tersebut? Memang ketiga model itulah yang tercantum dalam Satuan Acara Perkuliahan untuk Mata Kuliah Kewirausahaan. Sebagai dosen yang (masih berusaha) baik, saya kan harus manut kan dengan rambu-rambu dari universitas hehehe. < Tapi sekarang saya mau ngopi dulu ah, dah cape juga nih nulisnya>
<bersambung>
April 7th, 2008 at 4:38 pm
pak, materi lanjutannya mana??
kok bersambung??
kaya cerbung aja hehehe….
April 7th, 2008 at 5:08 pm
#ratih: iya nih, tulisannya dicicil dulu. Maklum masih rebutan sama tugas yg lainnya. Insya Allah minggu ini disambung lagi “cerbung”-nya:) Tetep ikuti terus “episode” berikutnya ya hehehe
April 8th, 2008 at 8:29 pm
Pak, kemarin pas kuliah terakhir sebelum uts kan Bapak sempet bahas tentang memotong tulisan di Blog. Kok yang ini gek Pak. Pusing juga bacanya. Belum lagi pake acara bersambung Pak, waduh bisa bosen Pak belajar buat utsnya. Hehehe…
Lagian juga saya pengen belajar juga cara motong tulisan yang sempet Bapak ceritakan di kelas. Maklum Pak, blogger baru. Ditunggu deh Pak cerbungnya.
April 10th, 2008 at 11:13 am
pak…materi uts nya sampai disini aja yah yang jadi bahan uts nya…hehehe
April 10th, 2008 at 11:16 am
pak kok bapak itu tiap saat bisa berubah-berubah seh pak tugasnya..tiap minggu ada aja tugas yang baru…yang murah hati yah pak kasih nilainya…
( ^ _ ^ )
April 12th, 2008 at 5:18 pm
# Jerry dan Eva, nanti kita diskusikan di kelas aja ya
April 13th, 2008 at 1:45 pm
Pak materi UTS hanya sebatas pengertian kewirausahaan ini ditambah tugas per kelompok ya..?
Please.. soal ujiannya jangan susah-susah ya pak he..he..
April 14th, 2008 at 1:07 pm
# Ria: Kita lihat aja nanti
April 14th, 2008 at 6:56 pm
Pak, bahan materi UTS itu dari pengertian kewirausahaan saja, atau ditambah dengan materi yang ada di business incubator??? trims.
April 14th, 2008 at 7:01 pm
#sarah: intinya materi yang terkait dengan penyusunan tugas di kelas
April 14th, 2008 at 8:25 pm
pak mana lanjutan ‘cerbungnya’?
Dah ga sabar neh nunggu lanjutannya….
bapak kasih nilainya jangan minim-minim ya……
kan dah semester delapan, jadi saya pengen lulus dengan nilai yang bagus hehehe
April 14th, 2008 at 8:40 pm
# Ratih: “cerbung”-nya ditunda sampai UTS selesai dulu
April 15th, 2008 at 4:01 pm
Bapak…kelompok kami telah selesai membuat blog. Tolong di cek ya pak…n kasih komentarnya…(Tapi, belum ada menunya, bersambung ya pak……..)
Alamat Blog kami : http://pondhokzeebee.wordpress.com
April 16th, 2008 at 2:23 am
Walah pak..
bagi kopinya donk!! ngantuk nie.. (hehehe..)
Pak.. Soal UTS nya mengarang indah yach, dan kgk da itungan khan pak! (pokoknya harus kgk da itungannya, klo da itungan nnt saya bs nangis deh.. Hix..)
Ngomong2 Pak.. bikin blog ternyata seru juga yach! tp saya bingung mo di isi apa za.. abis blum da hasil karya sendiri yg berguna ‘tuk masy global, So.. saya isi asal-asalan za biar blognya kliatan rame.. ;)”Uups…”
Rencananya sih, blog saya trus berlanjut ‘tuk bersaing ma Tmen TI sebelah rumah.. biar seru!! (Doa’n yach Pak..)
trus Pak.. Saya dah kirim alamat blog pribadi & kelompok pke mail studentsite (Dah kirim 2x.. + mail yahoo jd 3X..) tp kok, kgk di bls2 email nya yach.. Pak budi sombong ih.. jgn mpe saya laporin ma pa RT n pa satpam nie!! (ayoo loh..).
Btw Pak.. jgn lupa transfer kopinya yach!!
http://nded.blogspot.com/
http://umbicafe.blogspot.com/
April 16th, 2008 at 1:39 pm
pak ini rizaldi 4 eb 01…
blognya saya berubah pak
jadi… http://tampanjadul.blogspot.com
utsnya yang gampang ja ya pak…
biz saya ga ngerti materinya…
kan udah tingkat akhir mo cepet2 lulus, yah pokonya di bikin enak dech pak…
oce…
thanx pak…
April 16th, 2008 at 4:22 pm
pak…
saya telah mengirimkan rencana bisnis saya ke e-mail bapak…
dan saya juga udah upload di blog saya… http://wokopunyablog.blogspot.com
Judulnya: Rencana Bisnis PRICE_LESS RESTAURANT…
mohon diberi comment…agar bisa kami perbaiki…
kelompok kami:
1. Agustinus Purwoko
2. Johnny Jerry
3. Sarah Destiyani
4. Vega Herviananda
5. Waskitho Mowo Prabowo
6. Yogi Dwi Hartantyo
tapi…maaf..belum dengan aspek keuangannya..pak…
karena…masih ada salah perhitungan…
jadi…untuk aspek keuangannya…akan menyusul..pak…
terima kasih..pak…
(n_n)
April 16th, 2008 at 4:35 pm
Pak…
saya masih bingung untuk motong posting-an di halaman awal…
agar dapat di baca selanjutnya…
saya menggunakan http://www.blogger.com
mungkin bapak bisa membantu saya…
terimakasih..pak…
=D
April 17th, 2008 at 10:35 am
#Sulistianingsih, Dedy, Rizaldi, Agustinus: Beberapa pertanyaan terkait tugas Anda, sebaiknya nanti diskusikan di kelas. Beberapa blog juga dah saya lihat. Silahkan saling bertanya dan membantu satu-sama lain lewar blog
April 17th, 2008 at 12:04 pm
Pak soal ujiannya singkat, padat dan tepat sasaran ya he..he..he..
btw pak, saya tadi lupa alamat blognya pake tanda (-). Ternyata setelah di cek gak pake pak, jangan disalahin ya pak… ^_^
April 18th, 2008 at 2:16 pm
Wah ujiannya benar2 diluar dugaan pak…
Gak nyangka Bapak nanyanya tentang usaha masing2…
Awalnya kirain bapak bakal nanya tentang definisi kewirausahaan menurut siapa gitu, atau desain template yg Bapak suruh kita download…
Yah cukup diluar dugaan sih Pak, tapi syukurlah masih bisa saya jabarkan, meskipun penjabarannya rumit dan kata2nya cukup ajelimet. Saya harap tulisan saya bisa kebaca…
Pak, saya mau tanya…
Cara bikin Kategori dalam Blog gimana ya?(Jika menggunakan multiply)
Trims Pak…
April 19th, 2008 at 9:13 am
berulang aku mencoba…. (kaya lirik lagu aja …)
iya ich pak saya berulang kali mengirim e-Mail ke bapak, tp ?
malah saya yang dikirim balik ama
MAILER-DAEMON (Mail Delivery System)
dengan Subject: Undelivered Mail Returned to Sender.
menurut saya .. e-Mail saya ini gagal dikirim !
dan untuk temen saya yg lain kayanya jg menerima nasip yg sama seperti saya ini.
jd saya mencoba mengirin pesan saya ini melalui coment ini,
blog yg sudah saya buat untuk kelompok saya yaitu :
http//nikisaecollection.blogspot.com
April 20th, 2008 at 12:43 am
Huahaha..
Kirim comment ke Pa Budi kok eror trus yach!! (pa otak saya za lagi error.. Hix..)
Pak, t’nyata.. UTS’y mudah yach..
Tapi.. TETEP..!!
Saya’y kgk bisa, coz da itungan’y seh.. (Nangis..)
Td’y mo saya mo tanya ttg cara penilaian UTS, tp t’lintas Pa Budi khan jawab “Deddy, nanti kita diskusikan di kelas aja ya..” (Hehehe..)
Yups.. udah dulu nulis comment’y ah! saya mo minum Fruittamin dulu (kata mamah..”biar tumbuh sehat & kuat”), bis kopinya kgk di transfer seh..
April 26th, 2008 at 4:07 pm
pak,,,
gimana hasil UTS nya????
pada bagus2 pa ancur2…
hehehehehe…
biz kemaren ngarang bebas ja, ga ngerti…
yah bagusin deh pak…
thanx pak…
April 27th, 2008 at 1:33 am
Nilai UTS ‘tuk Rizaldi di bikin ancur2 za Pak, jgn ksh ampun deh! Biar sama rusak kyk muka’y klo lg dy sakit mata.. Hwhwhwhwhwhwhw..
Just kidding friend, dont be angry, Ok!
(UTS saya sendiri kgk bs tuch.. Bagus’n juga yach Pak!!)
April 27th, 2008 at 7:03 pm
Pak, kayaknya saya berhasil cari cara buat memotong artikel di blog Pak. Uda saya ubah semua tulisan di blog saya Pak, buat ngtest cara motongnya bener ato gak. Tapi saya gak tau juga bener ato gak Pak. Kalo sempet, tolong check blog saya ya Pak. Alamatnya jonj3r.blogspot.com
June 11th, 2008 at 12:46 am
Hmmm…
Pak.. kok cerbung’y kgk ada ending’y!
July 29th, 2008 at 3:47 pm
Buat adek-adek mhs Kewirausahaan, mohon maaf jika materi dan hasil ujiannya kurang berkenan. Namun yang lebih penting bukan nilainya kok, minimal itu pendapat saya.
August 5th, 2008 at 5:02 pm
materi na bagus pak,boleh saya minta referensinya dari mana saja pak?saya kesulitan nyari literatur buat skripsi oak..tlong ya pak..terimakasih.
October 6th, 2008 at 5:59 pm
pak terima kasih atas materi kewirausahaannya insya Allah bermanfaat.
October 6th, 2008 at 9:47 pm
Weleh.. weleh.. Pak Budi fansnya banyak juga ya, hehehe..
Btw, usaha meracuni mahasiswa untuk buat blog yg ada link ‘UG’ masih berlangsung toh, hehehe..
Ayo semangat Pak Budi, mari kita bekerjasama meningkatkan peringkat UG Webometrics edisi Januari 2009. Selamat berjuang..
October 17th, 2008 at 2:35 am
Salam kenal pak budi, Artikel kewirausahaannya bagus, banyak yang bisa saya pelajari di blog bapak ini..minta ijin untuk belajar bareng ya pak..he..he
Tatsuo
October 17th, 2008 at 11:36 am
Mas Kewirausahaan :)Salam kenal juga, Saya juga bisa belajar bersama di situs aneahira-nya ya hehehe
February 17th, 2009 at 2:20 pm
kewirausahaan harus di kembangkan,agar rakyat bisa lepas dari kemiskinan
February 19th, 2009 at 10:40 am
@Peter: Setuju Mas, apalagi kalo sebagian lulusan PT menjadi job creator, bukan hanya sekedar job seeker
March 7th, 2009 at 3:00 pm
[...] Konsep yang sedang berkembang pesat di perguruan tinggi saat ini adalah mengenai technoentrepreneurship. Sederhananya konsep tersebut merupakan gabungan antara dua konsep yaitu technology dan entreprenurship. Technoentrepreneurship adalah kegiatan entreprenerual dan intrapreneural pada perusahaan yang beroperasi pada lingkungan yang sarat dengan teknologi. Apa perbedaan antara entrepreneurship dengan intrapreneurship? Sedikit paparan mengenai teori kewirausahaan (entrepreneurship) bisa dibaca di sini. [...]
April 1st, 2009 at 12:04 am
yahh..
koq bersambung..
kya sinetron ajah pak..
hehhehe…
sambungan’nyah mana nh pak??
April 20th, 2009 at 6:25 pm
Pak kan saya pernah baca teori kewirausahaan dari perspektif psikologi menurut shane, bapak bisa jelasin ga pak sebenarnya ada berapa faktor yang mempengarui orang menjadi wirausaha menurut perspektif psikologi dan kalau sesndainya bapak tau tentang buku yang berhubungan dengan perspektif psikologi tolong di rekomendasikan ke saya ya pak karna buat kerja TA hiks..hiks..thanx.
May 22nd, 2009 at 9:12 pm
@Siti: sambungannya menjadi postingan dengan judul yang berbeda hehehe
@Eliya: Wah, harus tanya ke orang-orang psikologi biar lebih afdol. Namun saya pernah membaca tentang test potensi menjari entrepreneur. Mungkin itu juga hasil riset dari orang2 psikologi ya
July 27th, 2009 at 9:29 pm
permisi bapak ibu saya klas 1 STM nmta definisi wirausaha ma kewirausahaan donk + sumbernya tugas dri guru ini T__T nyari susah bgt gk dpt” makasih atas perhatiannya
August 5th, 2009 at 3:25 pm
pak,sambungan tolong donk soal teori dari wirausaha (entrepreneur)!
August 11th, 2009 at 12:42 pm
koq pelajaran kw usaha ini sangat sulit,,bagaimana cara agar mudah di pelajari,dan mudah juga untuk di praktekkan,beri aq jawaban
August 11th, 2009 at 12:49 pm
koq susah ya?
belajar kw usaha,,bagaimana cara agar mudah di pelajari serta,mudah mempraktekkanya..jawabanya ada di bawah ini
cara1.percaya diri dalam belajar
cara2.jangan sampaiu putus asa klo
lagi mempraktekan nya
cara3.amalkan ilmu mu supaya berguna
bagi orang lain.
udah dechhh….gityuy aja komentar dari gue
ntar abis waktu nya,,gue mau belajar memparktekan
limu ku,,yakni..ilmu kewirausahaan
August 11th, 2009 at 12:52 pm
kurang ajar kau, siapa aja yang melihat ini semua nya
”########”
August 11th, 2009 at 2:38 pm
@Akmal dan @anak pelajar: Wah, sebenarnya bisa dilihat sendiri di mesin pencari, atau coba di beberapa homepage dosen Ug di http://staffsite.gunadarma.ac.id atau di http://ocw.gunadarma.ac.id
@Ferdian: Ok kok mas, “teori”-nya
Namanya teori memang seperti itu, beda dengan praktek wirausahanya di lapangan. Oh iya, komentar yang terakhirnya saya edit kata-katanya ya
October 6th, 2009 at 11:12 am
asyik bgt isix n aq suka bgt.thank you
October 14th, 2009 at 6:39 pm
pak
saya ijin direct link juga Ilmunya pak,..
pada web saya.
terimakasih sebelumnya…
jika kurang berkenan, konfirmasi, untuk di hapus.
November 24th, 2009 at 8:36 pm
waw komennya sampai 46 . . .
December 23rd, 2009 at 11:59 pm
jadiin contoh donk pak di dlm materi kewira usahaan …
ha…3
siap jadi contohnya deh…
ha…
jelasin jangan menyesal pak ….
Jadi dengan sangat menyesal saya akan mencoba mengulas beberapa teori atau model yang dihubungkan dengan karakteristik individu seorang entrepreneur…jangan tanggung tanggung pak sekalian promosiin aku…ha..3
June 30th, 2010 at 2:52 pm
apayang bapak lakukan emang sudah benar……….tinggal ditambah dikit pak……….
supaya tugas saya bisa selsai………..trimks………..
October 29th, 2010 at 4:03 pm
terima kasih banyak sudah berbagi,.
moga sukses selalu.
jika ingin tau profil saya silahkan kunjungi..
click this
July 26th, 2011 at 6:56 pm
hah makasih a pak akhirnya dapet juga buat pr… XD