Budi Hermana

Universitas Gunadarma

May 7th, 2012

BI Bakal Batasi Kepemilikan Bank

Pemilik saham mayoritas bank harap-harap cemas dalam satu bulan mendatang. Gara-garanya adalah rencana BI membatasi kepemilikan bank, yang “kembali bersemi setelah sempat meredup di akhir 2011”.

Penguasaan saham bank secara mayoritas dimungkinkan dengan masih berlakunya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum. PP yang ditetapkan dan ditandatangani tanggal 7 Mei 1999 oleh Presiden B.J. Habibie tersebut merupakan “warisan” dari BPPN yang kini telah “almarhum”. Warisan yang  terasa pahit saat itu karena perbankan nasional tengah terpuruk, namun kini telah bangkit kembali walau penguaasan pemodal asing cukup signifikan.
Read the rest of this entry »

April 30th, 2012

Publikasi Ilmiah Indonesia Masih Terpuruk

Publikasi ilmiah Indonesia masih mengkhawatirkan. Apakah kondisi tersebut menunjukkan belum efektifnya berbagai kebijakan yang sudah ditempuh oleh pemerintah? Entahlah, tapi mari kita lihat perbandingan jumlah publikasi antar negara yang dirilis oleh Scimago. Per hari ini (30 April 2012), peringkat Indonesia berada pada posisi ke-64. Tiga negara ASEAN menempati posisi lebih baik, yaitu Singapura, Thailand, dan Malaysia berturut-turut pada posisi 32, 42, dan 43.

Read the rest of this entry »

March 16th, 2012

BI dan Motor Ojek

Kita sudah terbiasa melihat motor yang mendominasi jalan raya ibukota. Tukang ojek yang berkumpul di beberapa perhentian angkutan umum pun sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Sebagian dari kita juga sering menggunakan jasa tukang ojek saat ingin cepat sampai di tujuan. Apalagi jika kita ingin menghindar secepatnya dari kemacetan. Motor ojek pun meliuk-liuk di antara mobil-mobil yang berjejer dan tersendat di jalanan.

Read the rest of this entry »

February 13th, 2012

Saat Dosen Bicara, Apa Kata Mahasiswa?

Raut muka berseri tampak tersaji di pagi hari. Ruang kelas berisi 30 orang mahasiswa– beserta satu dosen– terasa dingin, bukan karena cuaca mendung di Ibukota, namun karena semprotan pendingin ruangan buatan Tiongkok.  Saat Saya duduk di kursi di depan kelas, wajah-wajah mereka hampir tertutup notebook yang mereka gunakan selama perkuliahan. Notebook dengan merek asing tertera di balik monitor pun bertebaran di atas meja.

Read the rest of this entry »

February 4th, 2012

Dilema Kebijakan Baru Dikti

Polemik tentang kebijakan pembuatan makalah sebagai syarat kelulusan perguruan tinggi semakin memanas. Akhir-akhir ini dunia kampus memang sedang bergejolak, atau sedang diaduk-aduk oleh berbagai kebijakan. Saya coba kilas balik dulu dengan mengungkap kembali tiga kebijakan yang mengandung semangat atau esensi yang mirip dalam upaya peningkatan publikasi ilmiah di perguruan tinggi.

    Read the rest of this entry »

January 28th, 2012

Uang Elektronik dan Kemiskinan

Jumlah Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) dan uang elektronik melonjak luar biasa dalam lima tahun terakhir. Kini populasi dua jenis alat pembayaran tersebut mencapai seperempat dari penduduk Indonesia, atau dua kali lipat dari penduduk miskin di Indonesia, yang menurut BPS per September 2011 berjumlah 29,89 Juta orang. Bisa jadi kepemilikan kartu tersebut tidak merata, atau masih menjadi mimpi penduduk miskin. Apalagi nanti syarat kartu kredit makin sulit. Mengutip Statistik Sistem Pembayaran BI, jumlah dan nilai transaksi APMK dan uang elektronik meningkat luar biasa. Sampai November 2011 jumlah APMK yang beredar sebanyak 58146288 keping atau meningkat 65,20% dibanding tahun 2007 sebanyak 35,197,014 kartu.

Read the rest of this entry »

August 29th, 2011

The Big Four Musim Ini, Arsenal Tergeser?

The Big Four bagi para pecandu sepakbola bukanlah istilah asing. Bagi para pengamat sepakbola, The Big Four juga identik dengan kritik terhadap dominasi empat klub saja di Premiere League. Sejak Blackburn Rovers menjuarai Liga Inggris pada musim 1994/1995, hanya tiga klub saja yang menjuarai liga Inggris, yaitu MU, Arsenal, dan Chelsea.  Ditambah dengan Liverpool, terbentuklah The Big Four yang seolah menjadi langganan. Sejak 2004 the Big Four mengerucut menjadi The Big Two jika mengacu ke klub yang menjuarai Liga Sepakbola yang dinobatkan paling populer pada tahun ini. Ya, jawara liga Inggris hanya bergantian untuk dua klub saja, Manchester United dan Chelsea. Dominasi klub yang bermarkas di Old Trafford dan Stamford Bridge tersebut seolah bersaing dengan The Big Two di La Liga yang justru lebih membosankan karena hanya Real Madrid dan Barcelona saja yang berebut jawara di tanah matador itu. Klub lain hanya pengembira saja.

Read the rest of this entry »

July 21st, 2011

Nasib OJK, Menghitung Hari

Saya setuju dengan pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di harian Kompas (20/7/11) bahwa perebutan Dewan Komisioner tidak substantif. Namun apadaya, hal yang tidak substantif tersebut justru menyebabkan deadlock. Badan Musyawarah pun sudah menolak usulan perpanjangan sidang pembahasanya. Posisi terakhir, DPR meminta Presiden untuk melakukan evaluasi dan memberitahukan hasilnya ke DPR paling lambat tanggal 21 Juli. Setelah itu, DPR akan mengagendakan rapat paripurna untuk memutuskan apakah pembahasan OJK 9 (Otoritas Jasa Keuangan) bisa diperpanjang atau tidak? Jika hasil voting menolak maka sesuai tata tertib, RUU OJK tidak boleh dibahas lagi sampai DPR sekarang bubar pada tahun 2014. Dengan kata lain, OJK gagal dilahirkan pada masa pemerintahan sekarang.

Read the rest of this entry »

July 19th, 2011

E-Money Itu Bukan APMK, Buat Cuci Uang?

Teknologi membuat hidup ini serba mudah. Belanja pun boleh menggunakan “plastik” atau “elektronik”. Kedua bahan tersebut tinggal digesek-gesek saja. Transaksi pun selesai sudah. Mudah dan cepat, menarik bukan? Kalau tidak menarik dari segi bisnis, tidak mungkin provider telekomunikasi berebut menjadi pengelola e-money. Namun, keinginan tersebut mendapat tanggapan dari pengamat perbankan, seperti dilansir oleh Kompas Online dengan tajuk: “Uang Elektronik Harus Tetap Dikelola Bank“. “Sekarang produk perbankan dengan e-money jadi terpisah karena regulasinya, masalahnya. Jadi, jangan sampai justru nanti karena perbankan itu diatur terlalu ketat, orang justru mainnya di e-money,” ujar ekonom senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Aviliani, kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (19/7/2011).

Read the rest of this entry »

May 20th, 2011

Kebebasan Akademik dan Otonomi Keilmuan

Saya sering mendengar istilah “mimbar akademik” ketika mendengar diskusi, membaca tulisan atau menonton bincang-bincang seputar dunia pendidikan. Saya pun sering mendengar bahwa dunia kampus adalah salah satu corong atau sumber suara “kebenaran” yang dianggap “bersih” dan terbebas dari “kepentingan”. Netralitas IPTEKS dan posisi dunia pendidikan dalam pengembangan SDM menjadikan perguruan tinggi sebagai salah satu garda terdepan untuk menyuarakan asa atau keprihatinan ketika menyikapi perkembangan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Salah satu episode tentang suara kampus adalah tentang upaya menjaga 4 pilar utama berbangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Read the rest of this entry »


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.