Catatan GM Conference 2010

May 6th, 2010

Seminggu sudah kegiatan GMC (Global Management Conference): Globalization, Sustainability and Development berlalu. Aku hanya ingin menuliskan sedikit coretan di blogku dari kegiatan ini berdasarkan Program Book yang dibagikan ke peserta dan mudah-mudahan aku ngga salah tulis :)

GM Conference merupakan conference tahunan yang diselenggarakan oleh CISRO Institute of Management sejak dua tahun lalu. GM Conference yang pertama diselenggarakan tahun lalu di Rio, Brazil. Sedangkan yang kedua, kegiatan GM Conference diselenggarakan pada tanggal 27 April – 2 Mei 2010 di Discovery Kartika Plaza Hotel yang berlokasi di Kuta Bali. Dalam penyelenggaraan kali ini, Gunadarma bertindak sebagai tuan rumah dan AAMAI merupakan sponsor terbesar sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik.

 

Pada GM Conference ada 54 paper yang lolos seleksi reviewer (mudah2an ini juga ngga salah itung karena data ini memang kuhitung dengan jariku… :)

Paper-paper ini selain berasal dari Indonesia dan Canada juga dari berbagai negara seperti Australia, India, Pakistan, Swedia, Mauritius dan beberapa negara lainnya. Dari UG sendiri ada 19 paper (menurutku sich cukup banyak, kalo diprosentasekan sekitar 35%) yang ditulis baik oleh dosen maupun mahasiswa. Kalo ingin tau, di bawah ini adalah judul paper UG

 

1. A Comparison of Customer Behaviour Before and After Interest Rate Depreciation; Dini Andriyani, Sri Mifti Susilowati, Singgih Jatmiko
2. Analysis of Factors Associated with Decisions in Purchasing Wayang Motif Leather Craft (Chisel Decoration) By Foreign Tourist (Case Research at Central Industrial Village of Bantul Regency Yogyakarta); Irwandaru Dananjaya, Hantoro Arief Gisijanto
3. Banking Financial Performance Before and After Implementation of Architecture Banking Indonesia (API) in Non Bank Foreign Exchange; Widyatmini, Mohammad Abdul Mukhyi, Tati Sunarti, Sulistiningsih
4. Contribution of Local Original Earning to Development Expense in Bekasi City; Mohammad Abdul Mukhyi, Tati Sunarti, Sugiharti Binastuti
5. Correlation Between Electronic Money and The Velocity of Money; Abednego Priyatama, Apriansah Mahmud

 

6. Creativity on The Student of Homeschooling; Seto Mulyadi
7. Credit Restructuring Small and Medium Businessess as The Key Driver of Economic Growth in Indonesia; Rizky Azora, Bagus Nurcahyo, Lulu Kholisoh, Renny Nur’ainy
8. Effects of Information Technology on Firm Performance: Do Small Business Owners Believe It?; Toto Sugiharto, Budi Hermana, Susy Suhendra
9. Influence of Devident Announcement in LQ45 Company Toward Shares Return Before and After Ex-date Devidend in Indonesia Stock Exchange (IDX); Yudilla Virda, Lintang Yuniar Banowosari, Karlina
10. Investment Opportunities in Indonesia; Wahyunita Susilowati, Bagus Nurcahyo, Luluk Kholisoh, Renny Nur’aini

 

11. Investment Reksadana Sharia on Capital Market in Indonesia; Juzan Tri Hartanto, Bagus Nurcahyo, Luluk Kholisoh, Renny Nur’ainy
12. News Effect, Good vs Bad News on Exchange Rates; Untara, Toto Sugiharto, Titi Ayem Lestari
13. Perceptions of Small And Medium Enterprises Operators Towards The Importance of Insurance: A Case Study In District of Bantul, Yogyakarta; Gatot Subiyakto
14. Performance Evaluation of Indonesian Local Government Website : Analysis of Web Content, Traffic and Webmetric; Widya Silfianti, Adang Suhendra, Suryadi H.S.
15. Relationship Between ICT Adoption and Training with Student Perceptions of Virtual Class Service Quality; Aviarini Indrati, Nuryuliani

 

16. The Effects of Strategic Plan, Leadership, Financial Performance and Product/Service Quality on Satisfaction of Credit Union Members; Amu Lanu A. Lingu, Toto Sugiharto
17. The Existence of Asymetric Information in Credit Analysis of Community Credit Bank (CCB) ; Novita Sulistiowati, Dharma Tintri, S.S.P. Pandjaitan
18. The Role of Banks in The Development of Micro, Small, Medium in Indonesia in Dealing with Free Trade Area; Nurhidayat Sakijan, Bagus Nurcahyo, Luluk Kholisoh, Renny Nur’ainy
19. Web Services Quality Perception of Student Digital Locker Based on Demography and Internet Behaviour of University Students; Widya Silfianti, Nuryuliani, Aviarini Indrati

 

Secara tak sengaja kudengar seorang peserta tamu dari luar, memuji pelaksanaan kegiatan ini ia menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik. Akupun sependapat dengannya. Aku juga melihat bagaimana panitia telah bekerja keras dan berusaha melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Dan menurutku kalaupun ada kekurangan itu adalah hal yang wajar karena di dunia ini tak ada yang sempurna seperti pepatah mengatakan Tak Ada Gading Yang Tak Retak….Ketidak sempurnaan akan membuat kita selalu belajar dan belajar….

 


Siapa Ya ?

January 13th, 2010

Kemaren sore, aku keluar ruangan kerja ketika jam menunjukkan pukul 17.38. Keluar gedung hari masih terang. Aku berjalan di koridor gedung 2 – gedung 1 dengan diiringi bunyi sepatuku yang terdengar sedikit nyaring. Rupanya bunyi sepatu itu membuat seorang mahasiswa laki-laki yang sedang lesehan sambil nge-net menengok ke arahku. Beberapa saat kemudian ia menengok ke arah yang berlawanan kemudian menoleh lagi ke arahku dengan pandangan bingung. Beberapa kali ia menoleh ke kanan dan ke kiri kebingungan. Ekspresi wajahnya membuatku berhenti dan bertanya kepadanya

 

Aku : Kamu kenapa ?
Mhs : Ibu dari mana ?
Aku : Dari ruangan (sambil kutunjuk arah ruanganku)
Mhs : Ibu bener dari sana (wajahnya bingung sambil tangannya menunjuk arah datangku)
Aku : Memangnya kenapa ?
Mhs : Saya baru saja lihat ibu lewat melintas di depan saya
Aku : Ah… masak sich…? Pakai baju kayak gini ? Sama dengan yang saya pakai ?
Mhs : Iya bu, ibu baru saja lewat sini dan di depan ibu tadi ada beberapa mahasiswa (ia berusaha meyakinkanku). Ibu bener dari sana (ia berusaha menyakinkan dirinya sambil sekali lagi menunjuk ke arah datangku) ? Ibu ngga muter (ia arahkan tangannya memutar) ?
Aku : Saya dari sana… saya ngga muter…
Mhs : Hiiiiiiii……. (dia bergidig dengan ekspresi wajah takut dan bingung)

 

Aku hanya bisa tersenyum…. (sebenernya merinding juga sich). Ini…., dia yang nakut-nakutin saya atau saya yang nakut-nakutin dia sich ? pikirku. Ah…. sudahlah …. Akupun segera berlalu….

 


Pagi Hari di Pantai Kuta

December 11th, 2009

jalanankuta1

Ketika mentari pagi baru bersinar, saat penghuni hotel masih terlelap, kulihat beberapa pegawai hotel telah bekerja…., membersihkan halaman hotel, menyiram tanaman, mengganti banten kemaren dengan banten yang baru…. Pagi itu dengan berjalan kaki kususuri jalan menuju pantai Kuta bersama suami dan kedua anakku…. Sepanjang jalan kulihat semua toko masih enggan menyambut pelanggan….

 

Memasuki gerbang pantai Kuta, belum banyak pengunjung yang datang tetapi kulihat kesibukan disana…., para pedagang membersihkan pantai pasir …. Mereka menjaga dan merawat lingkungan yang telah memberikan kehidupan bagi keluarganya…. Mereka bersama-sama membersihkan pantai dari sampah yang mungkin dibuang pengunjung semalam atau kemaren, merekapun mengumpulkan kotoran yang dibawa ombak pagi itu….

 

pantaikuta1

Kudekati gelombang ombak yang datang menghampiri pantai pasir…. Kupandangi laut luas yang menghampar di hadapanku…. Kudengarkan nyanyian ombak yang datang dari tengah lautan yang dapat membuat hati ikut tergetar mengikuti irama debur ombak….

 

Kuperhatikan seorang pemuda penyewa papan selancar sedang mengajari bagaimana bermain selancar pada beberapa pemudi bule, kulihat dua orang pengunjung yang menenteng selancar yang diikat ke pergelangan kakinya…. Tampak pula beberapa pengunjung yang asyik mencoba berselancar, ada juga pengunjung yang tertawa senang menikmati gelombang ombak…. Kulihat pula beberapa anak yang tengah asyik mengumpulkan kerang…. Ada juga sekelompok pengunjung yang berolah raga, berlari-lari kecil di sekitar pantai….

 

Ketika punggungku terasa makin panas disinari mentari pagi…. Akupun berbalik…. kembali menyusuri jalan menuju penginapan…. Pagi itu telah kulihat pemandangan dan kehidupan pagi di pantai Kuta yang sungguh menarik hatiku yang sangat berbeda dengan kehidupanku sehari-hari ….

 


Catatan Blogger of The Month Edisi Oktober

November 30th, 2009

Lama rasanya aku tak pernah posting artikel di blogku, kebiasaan untuk mengunjungi blog mahasiswa dan dosenpun rasanya lama tak kulakukan…. Tapi akhirnya punya kesempatan juga untuk liat-liat blognya mahasiswa terutama yang ikutan lomba blog pribadi untuk UG ICT Award 2010 nanti.

 

Seperti kita ketahui bahwa UG ICT Award merupakan kegiatan agenda tahunan UG, dimana untuk tahun 2010 yang akan datang merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya. Memang agak berbeda dengan lomba sebelumnya, pada penyelenggaraan UG ICT Award 2010 untuk lomba blog pribadi mahasiswa, pendaftaran peserta telah dibuka sejak awal perkuliahan semester PTA 2009/2010 ini. Menurut rencana setiap bulan akan ditentukan Blogger of The Month hingga acara puncak tahun depan (eh.. tahun depan khan tinggal sebentar lagi ya….). Pada semester ini telah terdaftar 214 peserta dengan komposisi peserta kurang lebih 38% peserta angkatan 2009, 45% peserta program studi IT dan 16% peserta program studi non IT. Masing-masing kelompok dipilih 5 blog terbaik. Pengelompokkan ini rasanya menjadi lebih fair dan diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk ikut serta dalam lomba ini sehingga merekapun termotivasi untuk berkarya.

 

Memang cukup membingungkan untuk memilih blog terbaik, karena sangat relatif. Namun demikian penetapan kriteria setidaknya dapat membantu dalam penentuan tersebut. Kriteria yang digunakan untuk memilih 5 Blogger of The Month adalah
- Size yang dihitung dari Google dan program UG
- Ada tidaknya identitas institusi
- Last update pada bulan berjalan
- Konten, etika penulisan dan komentar
- Desain

 

Dari evaluasi yang dilakukan ada beberapa hal yang dijumpai dari blog peserta untuk edisi Oktober ini, diantaranya adalah
- Masih ada peserta yang mendaftarkan blog komunitas dan bisnis, bukan blog pribadi
- Masih banyak blog yang tidak mencantumkan link institusi, diharapkan peserta dapat menambahkan link tersebut pada bulan-bulan berikutnya
- Ada beberapa blog yang last update-nya tahun lalu atau bahkan beberapa tahun yang lalu
- Ada beberapa blog yang kontennya hanya copas alias copy paste dan masih ada beberapa artikel yang tidak menyebutkan sumber artikelnya

 

Mengevaluasi blog peserta lomba yang jumlahnya meningkat kurang-lebih 250% dari peserta tahun 2009 memang memerlukan waktu tetapi hal ini merupakan sebuah kepuasan tersendiri apalagi ketika menjumpai adanya kemajuan pada blog peserta tahun 2009 yang tahun 2010 kembali ikut serta dalam lomba. Beberapa kemajuan yang dijumpai antara lain adalah pemilihan template yang menunjukkan keselarasan dengan tulisan artikel blog, cara penyampaian dalam tulisan ataupun penyebutan sumber yang digunakan untuk menulis artikel.

 

Menjumpai kemajuan yang telah dicapai oleh beberapa mahasiswa membuatku tersenyum senang dan berharap semoga makin lama akan semakin baik….. O…. ya… hasil Blog of The Month edisi Oktober ini diumumkan bulan November dan kalo mau liat dapat diakses di studentsite (hadiahnya bahkan dinaikkan….). Bagi mahasiswa yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui studentsite dan bagi peserta lomba rajin-rajinlah posting artikel sehingga blognya selalu ter-update…. Selamat berkarya dan selamat berlomba.


In Memoriam Mas Yono….

August 31st, 2009

Hari ini aku dikejutkan dengan berita meninggalnya Bapak Ritandiono yang disampaikan bu Lintang saat acara review SAP program studi Sistem Informasi. Dalam perjalanannya ke Bandung, almarhum berpulang menghadap penciptanya. Akupun terdiam…., hati kecilku mengatakan Tuhan selalu mengambil milikNya yang terbaik…. Aku mengenalnya sebagai seorang sosok yang baik…. bahkan sangat baik dalam hidupnya….

 

Ingatanku menerawang ke masa lalu (mungkin 13 tahun yang lalu) ketika aku belum mengenalmu, aku sering melihat engkau berdua dengan seorang rekan kerja wanitamu. Beberapa kali kuperhatikan engkau berdua begitu seriusnya mengerjakan tugasmu. Setelah kukenal kau berdua, aku memanggilmu Mas Yono dan memanggil rekan kerjamu Mba’ Retno. Akupun beruntung bisa mengenalmu….

 

Selain serius dalam pekerjaanmu, pada masa itu, engkau berusaha merintis persekutuan doa, wadah bagi kami, teman-teman staff dosen dan karyawan seiman untuk sekedar berkumpul bersama, bernyanyi bersama, berdoa bersama, mendengar firmanNya bersama menyirami kedahagaan iman dan hati kita….

 

Ketika aku dan suamiku sedang mempersiapkan perkawinan kami di gereja Katholik, dimana setiap pasangan yang akan menikah harus melalui penyelidikan kanonik, engkau dengan senang hati datang menjumpai Pastor sebagai salah satu saksi yang menyatakan bahwa tidak ada halangan dalam perkawinan kami. Terima kasih kuucapkan untuk hati dan langkah kakimu….

 

Ketika Career Center mengembangkan e-magazine, dengan penuh tanggung jawab engkau mau membantu konsultasi online seputar pekerjaan bagi alumni….

 

Rasanya baru kemaren kita bertemu…., setelah masa tugasmu selesai di DPRD, engkau akan berkarya kembali bersama kami dan meneruskan pendidikanmu ke jenjang yang lebih tinggi…. tapi ternyata Tuhan berkehendak lain…. Pagi ini, Ia telah memanggilmu untuk menghadapNya…. telah disiapkannya rumah yang indah di alam sana untuk istirahatmu…. selamat jalan temanku…. selamat jalan saudaraku…. beristirahatlah dalam kedamaian….

 


Coklat Keju

July 22nd, 2009

Coklat KejuCoklat-keju…. Ehm…. Terbayang dech kue 2 lapis yang bawah coklat, atasnya keju. Enak lho kue ini…. rasanya kayak brownies coklat keju. Dua pelanggan kecilku yang setia setiap kali pesen kue, kue ini yang mereka pesan. Pesen kue untuk ulang tahun bapak atau ibu gurunya, pesen untuk ultahnya atau sekedar untuk ngemil di rumah. Ngga percaya kue ini enak? Coba aja ikuti cara ini.

 

Pertama siapin bahan-bahan yang diperluin untuk lapisan coklat dan keju. Untuk lapisan coklat, timbang 200 gr coklat, dipotong kecil jadiin satu sama 160 gr mentega lelehkan, 80 gr gula merah disisir, 80 gr gula putih, 4 butir telor, 160 gr tepung terigu, seujung sendok teh garam dan ½ bungkus vanili.

Untuk lapisan keju, siapin, 200 gr keju cedar yang sudah diparut, 60 gr mentega, 160 gr gula putih, 3 butir telor dan ½ bungkus vanili

 

Setelah semua bahan siap, buat dulu lapisan coklat, caranya kocok gula merah yang sudah disisir, gula putih dan telor sampai mengembang (+ 20 menit), tambah garam dan vanili. Kurangi kecepatan mixer, masukin tepung terigu trus masukin mentega dan coklat leleh, kocok sampai rata. Setelah itu tuang adonan ke loyang ukuran 26×26 cm yang sudah diolesi mentega dan ditaburi tepung.

 

Cara buat lapisan keju, pertama kocok keju parut dan mentega sampai putih. Masukin gula dan telor satu per satu serta vanili sambil terus dikocok sampai mengembang  (+ 20 menit). Setelah itu tuang adonan di atas adonan coklat. Masukin ke dalam oven yang sudah panas dan oven sampai matang selama + 1 jam. Cek matangnya kue dengan menggunakan tusuk gigi, kalo bekas tusukan ngga ada yang lengket berarti sudah matang dan oven bisa dimatiin.

 

O…ya, kalo buat kue, telornya jangan pakai yang sudah disimpan di kulkas, nanti bantet. Trus untuk lapisan keju, kocok sampai adonan berwarna putih dan keliatan ringan supaya kejunya ngga turun bercampur dengan lapisan coklat. Satu tips lagi…. memasaklah dengan hati dan tambahkan kasihmu…. dijamin hasilnya pasti enuakkk…. :)


Pelatihan Blog

July 17th, 2009

Hari ini, Jumat 17 Juli 2009, ada kegiatan pelatihan blog buat mahasiswa baru di kampus E. Pelatihan minggu ini sudah masuk minggu ke 2. Pelaksanaannya di kampus E dan J masing-masing di lab TI dan SI.

Garuda di Dadaku  

Sebelum belajar ngeblog, mahasiswa baru ini diajak untuk aktivasi studentsite dulu. Setelah itu kita coba sama-sama buat blog dari http://ngeblogs.com. Materinya bikin halaman profile, posting artikel dan bikin kategori, ubah setting, kasih komentar dan approve komentar, ganti template, buat link, masukin gambar dan ubah password. Gambar Garuda di Dadaku ini dipake contoh untuk masukin gambar.

 

Sebagai penutup pelatihan ini tak lupa disampaikan etika menulis …. dan sedikit kesimpulan …. Membuat blog itu ternyata mudah yang sulit adalah bagaimana me-maintainance blog ini….


Maunya Membantu, Ternyata….

June 11th, 2009

Pagi itu, aku melihat dua orang laki-laki tak dikenal berada di halaman depan rumah tetangga yang ada di seberang rumahku. Awalnya aku tak begitu memperhatikannya tetapi ketika kulihat mereka lama tak bergerak dari tempatnya rasa curiga mulai menghampiriku… Siapa mereka? Kenapa mereka ada disana padahal si empunya rumah sedang ke luar kota?

 

Tak lama, salah satu dari mereka, datang ke rumahku menanyakan si empunya rumah. Dia mengaku saudara si empunya rumah yang datang dari salah satu kota di Jawa Tengah.  Akupun menemui mereka berdua dan mendengarkan cerita panjang lebar mereka. Katanya, mereka sudah 3 hari di sini, HPnya sudah dijual, tidur berpindah-pindah, di masjid dan di pos satpam perumahanku, uangnya tinggal 3 lembar puluhan ribu sehingga makanpun seadanya. Aku sampaikan kepada mereka bahwa paling cepat si empunya rumah pergi selama seminggu. Merekapun mulai mengeluh, kalo seminggu mungkin mereka bisa mati kelaparan sementara mau pulang kampung uang sudah tak ada. Mereka sudah berusaha telephone si empunya rumah tapi sulit dihubungi. Merekapun mengutarakan maksudnya untuk meminjam uang kepadaku sekedar untuk ongkos pulang kampung, “nanti pasti diganti sama saudara kami karena kami datang atas pemintaannya” begitu katanya waktu itu. Hatiku bimbang…. “nih orang bener kesusahan atau boongan sich?” pikirku saat itu. Kalo aku ngga tolong dan memang nih orang butuh bantuan…. Wah kasian juga….

 

Ditengah-tengah kami mengobrol, salah seorang dari anggota satpam perumahankupun lewat dan berhenti sebentar untuk ikut mendengarkan cerita mereka. Pak satpam ini juga membenarkan bahwa semalem mereka berdua ada di pos satpam…. Kemudian berlalulah pak satpam.

 

Begitu juga nenek yang tinggal di sebelah rumahkupun keluar. Melihat nenek, akupun menghampirinya dan menceritakan apa yang telah mereka ceritakan kepadaku…. “Kasian juga ya” komentar beliau. Akupun mulai meminta pertimbangan untuk menolongnya dengan memberikan ongkos pulang kampung asal masih dalam batas tertentu. Akhirnya kami berdua sepakat untuk membantu dan kembali menemui mereka serta menanyakan berapa ongkos yang diperlukannya untuk pulang kampung. Ketika mereka menyebutkan angka tertentu ternyata angka tersebut sesuai dengan perkiraan nenek, maka akupun menyanggupinya. Singkat cerita, akhirnya aku memberikan uang yang diperlukannya tanpa berharap uang itu akan kembali, nenek bahkan menyediakan mie rebus dan teh untuk sarapan pagi mereka.

 

Selang beberapa hari kemudian, ketika si empunya rumah kembali dari luar kota, iapun datang ke rumahku. Ia telah mendengar kejadian di atas dari nenek karena itulah tetanggaku itu menemuiku untuk menjelaskan bahwa sebenarnya ia ngga punya saudara yang tinggal di Jawa Tengah. Ketika kusebutkan ciri-cirinya, iapun bercerita pengalamannya bahwa ketika beberapa waktu lalu ia berkenalan dengan seseorang di bus Damri dalam perjalanan dari bandara Soekarno Hatta. Kepada orang yang baru dikenalnya ini, ia cerita seperti layaknya orang yang telah lama kenal. Tak lama setelah berkenalan, orang yang baru dikenal ini menelphone meminta bantuan karena bapaknya meninggal dan beberapa kali ia sempat meminta bantuan dipenuhinya. Setelah itu barulah tetanggaku itu sadar bahwa teman yang baru dikenalnya itu orang yang ngga bener….

 

Begitulah ia menceritakan pengalamannya. Iapun memaksa aku untuk menerima ganti uangku yang kepake. Aku hanya bisa meminta maaf kepadanya…. Dan berpesan kepadanya untuk berkoordinasi dengan satpam perumahan (btw uang yang tersisa yang dimiliki orang tak dikenal yang disebutkan di atas ternyata dari pak satpam, he..he.. pak satpam ketipu juga ya….).   Itulah pelajaran yang kuterima bersama nenek…. Jika salah menilai orang, ternyata membantu orang itu juga bisa menyusahkan orang lain….

 


Hamster Patungan

May 8th, 2009

Krriiiggg…. krriiiggg…. krriiiggg…. krriiiggg…. Sudah hampir dua minggu ini suara itu setiap hari selalu memecahkan ketenangan malam di rumah kami. Suara yang berasal dari mainan putaran hamster peliharaan anakku. Ya…. hamster adalah binatang mengerat yang lincah, kehidupannya terbalik dengan kita, malam dia makan, bermain, bergerak kesana sini sementara siang dia bobok…. He..he..

 

Aku sebenarnya tidak suka memelihara binatang…. Suatu hari, anakku yang kecil, minta dibelikan hamster. ‘Ma.., beliin hamster dong…’ katanya waktu itu. ‘Dede, tabungannya cukup untuk beli hamster?’ kataku balik bertanya. ‘Cukup’ jawabnya. Akupun kembali bertanya ‘Dede bisa ngerawatnya?’. Itulah sepenggal percakapanku pada saat itu. Seminggu kemudian, anakku bercerita bahwa ia sudah tau bagaimana merawat hamster, ternyata ia bertanya ke temannya yang mempunyai peliharaan 7 hamster. Karena melihat kesungguhannya inilah kuijinkan anakku untuk memelihara hamster…. Akupun berusaha untuk browsing mencari informasi bagaimana memelihara hamster walaupun aku mengatakan bahwa aku tidak akan membantu merawat, minimal aku tau caranya.

 

Di akhir minggu itu, kami bersama-sama pergi membeli hamster. Dari rumah, dede dan kaka masing-masing menyiapkan uang tabungannya yang akan digunakan untuk membeli hamster. Dede dan kaka masing-masing akan membeli satu ekor. Sedangkan kandangnya bagian aku dan suami yang akan membelinya. Setelah melihat-lihat, akhirnya dede memilih hamster warna putih hitam sementara kaka warna krem putih. Kandang berwarna pink dilengkapi mainan menjadi pilihan mereka. Setelah mereka memilih, dede dan kaka memberikan uang tabungannya senilai harga hamster itu, suamiku memberikan uang 75% dari harga kandang, berarti bagianku hanya menutup sedikit kekurangannya saja. Aku menerima uang patungan itu sambil tersenyum…. Kurapikan uangnya…. Akupun tertawa…. Geli…. Lucu juga ya pikirku…. Aku jadi bandar hamster.

 

Di dalam lubuk hatiku ada 2 hal yang kuharapkan, yang pertama aku ingin agar anakku belajar bahwa kalau menginginkan sesuatu mereka harus menabung terlebih dahulu dan yang kedua mereka belajar bertanggung jawab untuk memelihara peliharaannya….

 

Sejauh ini menurutku mereka bisa melaksanakan apa yang kuharapkan. Krriiiggg…. krriiiggg…. krriiiggg…. krriiiggg…. Kembali suara itu terdengar, suara Stingky dan Kuci, si hamster yang sedang bermain membuatku tersenyum….


Ibu Tiri dan Ibu Kandung

March 18th, 2009

Anak-anakku senang bermain peran. Suatu hari kami bermain peran putri Cinderella. Aku mengambil peran sebagai ibu tiri dan kuminta kedua anakku untuk memerankan saudara tiri Cinderella. Anak pertamaku menolak sementara anak keduaku tertawa senang dengan peran yang kuusulkan. Ketika kuperankan ibu tiri yang galak kedua anakku melihatku sambil tertawa terpingkal-pingkal…. (mungkin menurutnya aku cocok memerankan ibu tiri yang galak….). Setelah selesai memerankan ibu tiri yang galak….aku mulai bertanya dalam hati, kenapa ya ibu tiri selalu digambarkan sebagai ibu yang galak terhadap anak tirinya…. Sementara ibu kandung selalu digambarkan sebagai ibu yang penuh kasih kepada anak-anaknya….? Aku mencoba membayangkan, mencoba menelusurinya dan mencoba memahaminya.

 

Menurutku ibu tiri adalah sosok ibu yang merawat anak yang tidak dikandungnya. Ia membesarkan anak tirinya karena disebabkan oleh beberapa hal, seperti karena perkawinannya yang belum juga mempunyai keturunan sehingga mencoba untuk mengambil anak untuk diasuh menjadi anaknya, bisa juga karena seorang wanita yang menikah dengan lelaki yang telah memiliki anak dari perkawinan sebelumnya atau mungkin juga disebabkan berbagai alasan lainnya. Ketika seorang wanita mejadi ibu, tentu berbagai tugas dan tanggung jawab wajib ia jalankan. Ketika fajar mulai menyingsing dan si anak mulai bangun, dengan mata yang masih mengantuk, ibu tiri harus membuatkan susu, memandikannya, menyiapkan sarapan, menyuapinya, mengajaknya menghirup udara pagi dan macam-macam lagi yang harus ia kerjakan hingga malam hari bahkan hingga tengah malam sekalipun, tidurnya terganggu sekedar memastikan bahwa si anak nyaman dalam mimpinya. Berbagai hal harus ia kerjakan sehingga waktu, pikiran dan tenaganya tersita untuk hal-hal baru yang tiba-tiba saja harus ia lakukan.  Perubahan yang terjadi secara tiba-tiba ini dan ketidak siapan mental, tentu akan berdampak ke psikologis ibu tiri. Luapan emosi terkadang muncul, bukan hanya mulut yang bicara tak jarang tanganpun bermain di badan anak tirinya. Hal ini menyebabkan si anak tiri merasa tak nyaman dan  membuatnya melakukan sesuatu untuk menarik perhatian ibu tirinya. Tingkah untuk menarik perhatian ibu tiri mungkin tidak berhasil, sebaliknya bahkan bisa saja menambah emosi ibu tirinya…. Ya itulah yang mungkin terjadi sehingga kita mengenal ibu tiri yang galak dan jahat. Tapi coba bayangkan kalau si ibu tiri ini dapat melakukan semuanya dengan tulus, dengan keiklasannya tentu yang terjadi justru sebaliknya, ia akan menjadi ibu tiri yang penuh kasih kepada anak tirinya. Kurasa masih banyak wanita yang mempunyai ketulusan seperti ini dan aku sangat menghargai ketulusannya itu.

 

Berbeda dengan ibu tiri, ibu kandung adalah ibu yang mengandung anaknya, ia selalu membawa anaknya mulai dari benih hingga janin yang siap untuk dilahirkan dari perutnya. Sejak awal, ia menyadari ada kehidupan baru yang dititipkanNya untuk dirawat. Allah itu memang baik, Dia merencanakan sesuatu yang indah pada waktunya, Dia persiapkan si ibu selama 9 bulan sehingga si ibu siap menerima titipanNya dan  merasakan kebahagian yang luar biasa sehingga dapat mengasihi titipanNya itu. Menurutku Allah itu tidak hanya baik tetapi juga penuh pengertian, ketika Dia menitipkan kehidupan baru, Dia pun mencukupinya dengan kelimpahan rejeki sehingga rejeki itu dapat digunakan untuk merawat dan membesarkan titipanNya itu. Apakah semua ibu kandung merasakan hal ini? Akupun tak yakin…. Kurasa masih ada ibu kandung yang dengan berbagai alasan menolak kehadiran titipanNya itu dan bahkan menelantarkannya….

 

Lalu mana yang terbaik bagi anak, hidup bersama ibu tiri atau ibu kandung ya? Sepertinya semua tergantung ketulusan hati ibu dalam menjalani perannya dalam kehidupan di dunia ini….

Lho….  (tiba-tiba aku tersadar….)  sudahlah aku khan hanya bermain peran bersama anak-anakku kenapa aku jadi ngelantur kemana-mana ya…. ? he..he..