Ati Harmoni

Sentimental Journey…


Published October 12th, 2009

Indonesia - Thailand Student Network

Acara hari Jumat itu, 9 Oktober 2009, seharian penuh aku di UI, di Balai Sidang UI tepatnya. Ada acara DIKTI yang berjudul Indonesia-Thailand Student Network. Ditunjuk sebagai tuan rumah adalah UI. Universitas lain yang diundang adalah Universitas Gunadarma, Unika Atmajaya, UBinus, UNJ, Untar, IPB, Univ. Pancasila, UMJ, dan UI sendiri sebagai tuan rumah. Setiap universitas mengirim 5 orang mahasiswanya, kecuali UI yang mengirim 20 orang. Delegasi mahasiswa dari UG adalah Yanuardi, Yuyun, dan Ranti dari Sastra Inggris Fakultas Sastra, serta Dery dan Nesya dari Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer dan TI.

Sedangkan dari Thailand… Mereka juga datang dari universitas negeri dan swasta yang cukup besar di negaranya. He he… Susah menyebut nama universitas dari sana… Tapi beberapa di antaranya adalah dari Prince of Songkhia Univ, Rajamanggala University of Technology Thanyaburi/Krungthep/Lanna, Southern College of Technology, Suan Dusit Rajabhat Univ, Dhurakij Pundit Univ, Kasetsart Univ, Maejo Univ, Bhurapa Univ, Eastern Asia Univ, Uttaradit Ratjabhat Univ, Thammasat Univ, Chulalongkorn Univ, Rattana Bundit Univ, Mahidol University… dll. Ada 60 orang mahasiswa, yang mewakili universitasnya masing-masing.

(more…)

Published July 10th, 2009

Gunadarma dan Ahli IT

Beberapa waktu yang lalu, aku sudah menulis tentang calon-calon dokter yang kutemui di atas Trans Jogja dari Ambarukmo ke Malioboro. Ya. Mereka para mahasiswa fakultas kedokteran dari universitas di daerah Cawang Jakarta. Masih ada yang tertinggal dari pertemuan dengan mereka itu. Saat itu mereka bertanya apakah aku dokter juga. Aku menjawab bukan. Lalu temanku menjelaskan bahwa aku adalah dosen di Jakarta, Depok tepatnya. “Oh… UI?” Aku menggeleng lagi. “Bukan.” Jawabku. “Saya dosen di Universitas Gunadarma.” Mereka saling pandang, “Kalau begitu mbak ini pasti ahli IT. Ahli komputer!” Seru para mahasiswi tersebut. Aku tersenyum. “Gunadarma kan jago di IT, kan?” kata salah seorang dari mereka padaku.

Temanku memandangku sambil tersenyum juga. Kebetulan aku ke Jogja karena acara yang berhubungan dengan IT. Tapi disebut ahli mah jauh pisan atuh. Dia, temanku itu,  masih sering tidak percaya kalau aku sudah “berpaling ke lain hati.” Tidak lagi mengurusi bakteri di laboratorium mikrobiologi. Atau sibuk mencampur ini itu di laboratorium biokimia. Melihat koloni jamur melalui mikroskop, atau kegiatan semacam lainnya. Aku bilang, aku sudah tidak luwes lagi memegang petri di atas bunsen, memegang pipet, menanam biakan mikro dan sejenisnya. Dulu, kalau jalan-jalan pun, yang diamati habitat ini itu lalu ambil sampel. Sekarang, kalau jalan-jalan yang dilihat warung jajanan. Ha ha… Sementara dia masih menikmati penelitian sampai ke pelosok Papua melihat berbagai biota.

Untunglah kemudian percakapan dengan rombongan calon dokter ini beralih ke bagaimana dan dimana belanja baju batik, tas etnik, selendang, sandal, asesoris dan sebagainya. ”Tapi yang murah-murah aja mbak… Dimana carinya?” Aku mengangguk. Ingat jaman kuliah dulu. Syarat terakhir itu yang paling penting dan menentukan. Ha ha… murah! Sebenarnya sih sampai sekarang juga begitu, he he… Temanku pun berusaha memberi petunjuk bagaimana dan dimana mesti berbelanja di Malioboro dan sekitarnya. Aku cuma mengangguk-angguk saja. Agak kurang pengalaman sih.

Apa yang ingin aku sampaikan adalah pernyataan tentang aku sebagai ”ahli IT” itu. Rupanya, begitu menyebut nama Universitas Gunadarma maka asosiasinya adalah IT atau komputer. Nah, silakan mengintepretasikan sendiri. Ini bisa jadi kekuatan, tapi juga sekaligus merupakan tantangan. Apa pun jurusannya, kemampuan IT melekat padanya. Apakah persepsi masyarakat di luar sana itu benar atau tidak? Yuk mariii!


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.