Ati Harmoni

Sentimental Journey…


Published December 27th, 2009

Politik Kantor Tidak Harus Kotor

”Malas deh, ngikutin politik kantor.” Begitu kira-kira pernyataan seorang teman padaku baru-baru ini. Sadar atau tidak, lingkungan kerja memang sering jadi arena politik. Ada kasak-kusuk, mungkin malah bujuk membujuk, adu taktik, bisa penuh intrik, kadang pelik, bahkan ada kalanya licik. Hm… Tidak selamanya begitu dan rasanya tidak harus begitu juga. Politik kantor pun bisa santun dan beretika.

(more…)

Published March 6th, 2009

Pelajaran Manajemen (dari Anak Unta)

Seseorang datang bercerita. “Kamu tahu?” Katanya dengan suara pelan tersendat. “Aku bisa melakukan semua pekerjaan itu dengan jauh lebih baik dari siapa pun di perusahaan itu.” Aku mengangguk. Aku sih percaya pada apa yang dikatakannya. Aku rasa dia tidak begitu saja datang terus membual. Masalahnya, mengapa dia tidak melakukannya? “Aku ingin, mau, dan bisa.” Aku mengangguk lagi. “Tapi aku tidak punya kesempatan. Sayang sekali…” Hm…

Pekerjaan yang dibicarakannya baru saja diberikan kepada rekannya yang lebih pandai melobi. Walau secara teknis, kemampuan dan ketrampilan rekannya itu tidak lebih baik darinya. Masih menurutnya, sebetulnya, kerugian bagi perusahaannya. Jika perusahaan memilih orang yang salah atau menyia-nyiakan sumber daya terbaiknya. Tapi terkadang “itung-itungannya” memang sulit dimengerti. Mungkin, mereka yang pakar di bidang HRD atau SDM bisa menjelaskannya.

Aku tidak punya kata penghiburan yang tepat untuknya. Memang begitulah kenyataannya. Apa yang kita punya bisa jadi tidak pernah bisa digunakan secara optimal. Sebabnya bisa macam-macam. Aku juga sering mendapati bahwa banyak sekali “person on the wrong place”. Orang-orang yang bercokol di suatu tempat mengerjakan sesuatu yang sama sekali tidak sepadan dengan keahlian dan keterampilannya. Padahal mungkin dia bisa lebih “bersinar” di tempat lain. Wah, jadi teringat sebuah cerita yang pernah dikirimkan kepadaku:

One upon a time, a very good day, a mother and a baby camel were lazing around, and suddenly the baby camel asked…

Baby: Mother, mother, may I ask you some questions?
Mother: Sure! Why son, is there something bothering you?
Baby: Why do camels have humps?
Mother: Well son, we are desert animals, we need the humps to store water and we are known to survive without water.
Baby: Okay, then why are our legs long and our feet rounded?
Mother: Son, obviously they are meant for walking in the desert. You know with these legs I can move around the desert better than anyone does! Said the mother proudly.
Baby: Okay, then why are our eyelashes long? Sometimes it bothers my sight.
Mother: My son, those long thick eyelashes are your protective cover. They help to protect your eyes from the desert sand and wind. Said mother camel with eyes brimming with pride…
Baby: I see. So the hump is to store water when we are in the desert, the legs are for walking through the desert and these eyelashes protect my eyes from the desert… Then what the hell are we doing here in the Zoo!!!!!!???


Moral cerita di atas adalah bahwa ketrampilan, pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman hanya berguna jika kita berada pada tempat yang tepat.

Heiiii…. where are you right now?


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.