Ati Harmoni

Sentimental Journey…


Published November 24th, 2010

Wati, Pengamen, dan Profesionalisme

Aku, Desi, dan Wati duduk di bangku bus Patas AC yang sudah agak “mblesek” joknya. Tak ada pilihan lain. Semua bangku sudah terisi penuh. Jadilah. Sebagai penduduk di wilayah Jabodetabek, menikmati sarana transportasi umum yang “apa adanya” adalah pilihan terbaik. Mencaci maki tidak ada guna. Mengomel juga tidak ada yang mendengarkan. Kondektur yang menagih ongkos juga kadang cuma mendesiskan kata maaf yang agak tidak jelas kalau diprotes, kadang malah balik mengancam, “Kalau mau nyaman naik taksi aja, Bu!” dengan suara disetel kencang (Lho, apa dia tidak tahu bahwa naik taksi juga ada kekhawatiran tersendiri?). Lalu semua penumpang menoleh. Bukannya simpati pada kami yang protes tapi geram karena kok masih rewel saja jadi penumpang angkutan umum.

(more…)

Published December 12th, 2009

Man in the Mirror

MJ edisi khusus Time

MJ pada Special Commemorative Edition Majalah Time Juli 2009

As I turn up the collar on

My favorite winter coat

This wind is blowin’ my mind

I see the kids in the street

Without enough to eat

Who am I to be blind

Pretending not to see their needs?

…….

I’m starting with the man in the mirror
I’m asking him to change his ways
and no message could have been any clearer
If you wanna make the world a better place
Take a look at yourself, and then make a change…

(Man in the Mirror, Michael Jackson)
(more…)

Published June 13th, 2009

The Way I Choose

Ke toko kaset bekas di suatu mall di Depok. Aku jadi seperti memutar kembali pita kenangan. Masa-masa SMP dan SMA dengan latar lagu-lagu yang luar biasa. Tahun 80-an adalah masa emas bagi banyak musisi. Dan sebagai penikmat, aku punya banyak pilihan untuk bisa dinikmati. Di rumah, segala musik diputar. Mulai dari pop, jazz, rock, disco, heavy metal sampai keroncong dan gending uro-uro. Tergantung siapa duluan yang menguasi satu-satunya radio kaset di rumah. Dan biasanya (atau selalu?) bukan aku. Jadi, aku dengarkan saja semua yang diputar. Lalu diam-diam ikut menikmati… Dangdut tidak pernah disetel, tapi toh tetap sampai juga ke telinga. Biasanya tetangga depan atau kanan yang memutar dengan volume yang cukup tinggi untuk mengundang penduduk satu RT ikut bergoyang… Maklum tinggal di gang di kampung.

Pulang sekolah adalah waktu terbaik mendengarkan lagu. Sebelum bapakku pulang, lagunya bisa campur sari dari Al Jerrau dan Areta Franklin… dari Michael Jackson dan Matt Bianco… bisa Kiss atau Genesis… bisa Boney M dan Bee Gees… Bahkan Koes Plus masih diputar disambung sama The Police lalu dilanjut sama Vina Panduwinata, Rafika Duri, Utha Likumahuwa sampai akhirnya Queen kembali membahana… Ceklek. Berhenti. Bapak datang. Maka mulailah lagu macam Pangkur Jenggleng diputar… Waljinah… Basiyo… Klenengan dari kaset-kaset produksi Lokananta. Sudah beranjak sore. Waktunya Francis Goya… atau Louis Amstrong… atau terus dengan Ki Narto Sabdo.

Esoknya, giliran Yes, Billy Joel, eh… tunggu Chris Kayhatu dulu… Pindah ke Deep Purple, sampai Pink Floyd… Disambung sama Gipsy King dan John Denver… Ganti Michael Frank. Ganti lagi Methalica… Duran Duran… Terus Dedy Stanzah, Denok Wahyudi, Keenan, dkk di LCLR Prambors… Rick Astley ngantri di belakangnya, disusul Wham! Oh, lengkap sudah ilustrasi musik pengiring makan siang, cuci piring, menyapu lantai, menyiram tanaman, mengerjakan PR, atau membaca cerita… atau ya… tiduran saja mendengarkan segala keindahan suara dan melodi.

Penjaga sekaligus pemilik toko yang ramah menunjuk satu kaset, ”Mau coba yang itu, mbak?” Aku terpana. Uhhhh… Boleh juga. Aku mengangguk. Maka mengalunlah rocker yang sedang mengabarkan kepuasan hatinya bisa memilih apa yang dia inginkan…

I live my life the way that I choose

I’m satisfied, nothing to lose

I don’t ask no favor

I don’t know the reason why

If I don’t ask no question

I… I. don’t get no lie, I don’t get no lie…

Now you give your love tenderly

Every way that you move it’s closer to me

I don’t need nobody to tell me the reason why

If I love only you baby

Oh Lord I’ll be satisfied

Baby, answer my question, if you won’t say hello

Oh baby don’t say good bye

Oh… oh…

Oh yeah I don’t need nobody

To tell me the reason why if I love only you, baby

Oh Lord I’ll be satisfied

Oh yeah Lord you know I’ll be satisfied

Because, because you satisfy my love

Satisfy my love, hey, now don’t say good bye

Oh you leave me to fight

Hey… now don’t say good bye…

Kepuasan terbesar yang bisa diperoleh seseorang adalah jika ia bisa memutuskan sendiri apa yang diinginkannya dan berhasil mendapatkannya. Itu adalah Bad Company dalam lagunya The Way I Choose


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.