Ati Harmoni

Sentimental Journey…


Published November 14th, 2010

Kalau Wati Jadi Orang Mirip Gayus

“Non, kamu kok di sini? Kamu kan harusnya di penjara sana?” Wati melotot padaku. Ngawur. “Ah… Gayus lu.” Jawabku tak kalah ngawur. Aku kok jadi ikut memlesetkan istilah anak sekarang: jayus. Wati tergelak-gelak. Ya ampun. Rupanya kasus penghuni rutan bisa jalan-jalan mencuat lagi. Gara-gara orang mirip Gayus Tambunan tertangkap kamera sedang menonton tenis di Bali. Peristiwa tahanan bisa keluar masuk penjara seenaknya pernah juga sayup-sayup terdengar sebelumnya. Katanya, napi yang punya uang bisa santai menemui anak isteri dan tidur di rumahnya sendiri dan baru kembali ke biliknya kalau akan ada pemeriksaan atau menjelang sidang. Alasan keluar penjara biasanya karena masalah kesehatan, bisa kolesterol, asam urat, jantung, paru-paru, perut, atau otak. Bisa dimengerti karena kehidupan di penjara pasti tidak menyenangkan sehingga yang tadinya sehat lalu dalam sekejap bisa terkena penyakit berat. Dokter penjara pasti tidak bisa menangani jadi harus dirujuk ke rumah sakit mahal, kalau perlu ke luar negeri atau setidaknya ke Bali, sekalian nonton pertandingan tenis, sepak bola, atau nonton apa sajalah. Tapi itu semua cuma sas-sus. Dugaan yang belum tentu benar. Aku jadi khawatir Wati bersikeras ingin dipenjara seperti dulu. Tapi kali ini kelihatannya Wati tidak terlalu berminat.

(more…)

Published March 12th, 2010

Wati Nonton Java Jazz Festival 2010 (2)

Setelah meninggalkan sekelompok penonton remaja yang masih terheran-heran mendapat pertanyaan dari Wati, kami pindah ke panggung lain. Di hall D1 ada Roy Hargrove Quintet. Hm… kami duduk di lantai menunggu pertunjukan dimulai. Penonton yang mulai memenuhi ruangan sabar menanti. Lalu, here we are… terbuai alunan lagu yang menghayutkan… Instrumental jazz yang dimainkan apik oleh Roy Hargrove dan kawan-kawan. Setelah empat lagu, Desi berbisik “Waduh ini jazz beneran ya?” He he… Rupanya ada jazz yang bohongan? “Ayo kita pindah!” Ajak Wati yang khawatir Desi jatuh tertidur…

(more…)

Published November 4th, 2009

Ati, Hati-hati UU ITE ya…

Nice post… tapi…  itu sudah ijin sama yang bersangkutan?” Sebuah pesan pendek mengomentari tulisan di blogku tentang Cerita Wati. Wati itu tokohku di blog. Banyak yang bertanya memang, apakah Wati itu ada? Siapa sebenarnya? He he… Teman yang mengirim pesan khawatir Wati tidak berkenan lalu mengadukanku ke Polisi kemudian aku diancam dengan UU ITE.

(more…)

Published November 3rd, 2009

Antara Etiket dan Internet

Mengikuti perdebatan di suatu milis, aku termangu. Ada saling protes, saling jawab, saling adu argumentasi tentang suatu topik. Perdebatan meruncing sehingga memancing emosi. Asal mulanya adalah keluhan satu orang anggota yang keberatan dengan posting anggota lainnya. Dia bertanya, apakah posting tersebut pantas dikirimkan ke milis. Apakah posting itu tidak lebih baik ditujukan japri (jalur pribadi) saja… Lalu mulailah perdebatan itu… Sangat sengit. Melibatkan banyak orang yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia! Ya, anggota milis ini ada hingga ke Jepang sampai Italia. Jerman hingga Australia. Internet membuat seolah tidak ada jarak… Aku membayangkan wajah-wajah gusar penuh emosi. Membaca tulisan dengan huruf-huruf besar ditutup dengan tanda seru di setiap akhir kalimat. Waduuuhhhh…

(more…)

Published September 23rd, 2009

Silaturahmi Facebook

Ini masih hari lebaran… Sudah hari ketiga setelah Idul Fitri, tapi suasana hari raya masih sangat terasa. Saling berkunjung, saling menyapa, meminta dan memberi maaf antar anggota keluarga, sanak saudara, kerabat, tetangga, sababat, dan teman masih berlanjut… Undangan berkumpul untuk halal bi halal berdatangan. Entah dari keluarga besar satu klan, satu trah, satu keturunan, sampai himbauan dari teman SD, SMP, SMA, kuliah, teman main satu kampung, teman jalan-jalan, atau rekan sekantor. Semuanya menawarkan kebesaran dan ketulusan hati untuk menyambung silaturahmi.

“Mohon maaf lahir dan batin…” menjadi kata yang paling sering diucapkan dan digumamkan saat saling berjumpa. “Kok minta maaf? Emang salah apa? Wong nggak pernah ketemu, berinteraksi, bahkan terlitas dalam pikiran pun tidak?” Justru itu… masak mengaku keluarga atau teman tapi jangankan saling berkunjung, ingat menelepon, menanyakan kabar pun tidak. Oh berarti kata maaf itu termasuk juga karena sudah setahun ini mereka terlupakan… Ya, ya… maafkan wahai sanak saudara, teman dan sahabat. Maafkan karena selama ini telah lalai menjaga silaturahmi…

(more…)


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.