Ati Harmoni

Sentimental Journey…


Published December 1st, 2010

Manajemen Pengetahuan (Pribadi)

Tidak. Judul tulisan ini tidak salah. Memang bukan pengetahuan tentang manajemen yang ingin aku bicarakan tapi bagaimana mengelola pengetahuan yang kita miliki. Setiap orang punya pengalaman, kenangan, pendidikan, cerita, anekdot, kumpulan nama dan nomor telepon sanak saudara, teman dan sahabat, kartu ulang tahun, ucapan selamat lebaran atau natal, buku, majalah, jurnal, catatan, formulir, foto, sertifikat pelatihan, seminar, komputer lengkap dengan berbagai perangkat lunak dan ratusan file di dalamnya, juga flashdisk, external harddisk juga dengan berbagai simpanan data dan catatan. Wooow… itu adalah timbunan pengetahuan pribadi kita. Bagaimana membuat semua itu berguna? Itu soalnya. Ini adalah soal manajemen pengetahuan pribadi.

(more…)

Published November 14th, 2010

Kalau Wati Jadi Orang Mirip Gayus

“Non, kamu kok di sini? Kamu kan harusnya di penjara sana?” Wati melotot padaku. Ngawur. “Ah… Gayus lu.” Jawabku tak kalah ngawur. Aku kok jadi ikut memlesetkan istilah anak sekarang: jayus. Wati tergelak-gelak. Ya ampun. Rupanya kasus penghuni rutan bisa jalan-jalan mencuat lagi. Gara-gara orang mirip Gayus Tambunan tertangkap kamera sedang menonton tenis di Bali. Peristiwa tahanan bisa keluar masuk penjara seenaknya pernah juga sayup-sayup terdengar sebelumnya. Katanya, napi yang punya uang bisa santai menemui anak isteri dan tidur di rumahnya sendiri dan baru kembali ke biliknya kalau akan ada pemeriksaan atau menjelang sidang. Alasan keluar penjara biasanya karena masalah kesehatan, bisa kolesterol, asam urat, jantung, paru-paru, perut, atau otak. Bisa dimengerti karena kehidupan di penjara pasti tidak menyenangkan sehingga yang tadinya sehat lalu dalam sekejap bisa terkena penyakit berat. Dokter penjara pasti tidak bisa menangani jadi harus dirujuk ke rumah sakit mahal, kalau perlu ke luar negeri atau setidaknya ke Bali, sekalian nonton pertandingan tenis, sepak bola, atau nonton apa sajalah. Tapi itu semua cuma sas-sus. Dugaan yang belum tentu benar. Aku jadi khawatir Wati bersikeras ingin dipenjara seperti dulu. Tapi kali ini kelihatannya Wati tidak terlalu berminat.

(more…)

Published November 4th, 2009

Ati, Hati-hati UU ITE ya…

Nice post… tapi…  itu sudah ijin sama yang bersangkutan?” Sebuah pesan pendek mengomentari tulisan di blogku tentang Cerita Wati. Wati itu tokohku di blog. Banyak yang bertanya memang, apakah Wati itu ada? Siapa sebenarnya? He he… Teman yang mengirim pesan khawatir Wati tidak berkenan lalu mengadukanku ke Polisi kemudian aku diancam dengan UU ITE.

(more…)

Published July 3rd, 2009

Blog Staff: Pengaturan Baru, Penampilan Baru

Pagi ini kami akan mendisable sementara akses ke BLOG dikarenakan akan kami lakukan proses upgrade.”
Begitu pengumuman dari Pak Akbar di milis staff pada 1 Juli 2009 yang lalu. Aku menunggu, apa ya yang dimaksud dengan “upgrade” pada surat Pak Akbar tersebut. Tentu aku tidak berani menghubungkannya dengan kecerewetanku bertanya ini-itu tentang bagaimana caranya supaya blogku punya penampilan yang lebih sesuai dengan judul blogku, ha ha… Dan pagi ini, aku punya kesempatan untuk mengecek. Belum semua atau tepatnya tidak semua bisa kuteliti karena keterbatasan pengatahuanku soal teknis, hi hi…

Ternyata dashboard berubah penampilan. Hm… apa ya ini? Aku pelototin satu persatu, klik sana, klik sini… Seperti biasa, trial and error. Ok… Ok… Ups… Ooo… Ok. He he… ketemu! Beginilah kalau orang awam komputer belajar menggunakan fasilitas canggih. Banyak nyasarnya, walau akhirnya sampai juga dengan apa yang dicari. Masih ada yang belum ketemu, tapi nantilah dicari lagi.

Yang jelas, sekarang aku tahu yang namanya widgets. “Dia” itu yang bertanggung jawab “meramaikan” penampilan blogku. Aku bisa memunculkan ini itu… Aku juga tahu “jatah” spaceku. Yang belum kuperiksa adalah apakah jatah itu termasuk jatah menampilkan gambar atau tetap dipisahkan antara jatah teks dan gambar. Soalnya jatah up load gambarku sudah habis (uhhhh… sedih). Sejauh ini, aku senang dengan kemudahan mengutak-atik tampilan ini. Walau tetap saja, belum bisa mendapat theme yang “gue banget”, he he…

Cuma, aku kehilangan berita tentang post terbaru dari teman-teman yang lain. Kemana ya perginya? Apa aku harus buka blog staff untuk mengetahuinya? Biasanya, saat aku hendak menulis, aku sekalian melihat-lihat post terbaru dari teman-teman dari dashboardku, tanpa harus membuka alamat lain.

Aku akan melanjutkan “pencarianku” tapi tidak sekarang. Sudah waktunya berangkat ke kantor!

Eh, tapi kemarin aku dititipi lembar pendaftaran pelatihan pembuatan/pengisian staffsite dan blog bagi dosen oleh Bu Febriani. Aku kan boleh mendaftar ya? Kan aku belum pernah ikut pelatihan semacam ini… Kan trial and errornya jadi tidak terlalu banyak errornya (halaaah ribet bahasanya), he he… Bagaimana pun, terima kasih ya buat teman-teman di BAPSI.

Published June 16th, 2009

Narcis, Narcissus, Narcissism

Catatan Satu Tahun Ngeblog

“Ah narcis amat?” Sudah agak lebih lunak dari peringatan pertama. Ketika aku mengungkapkan keinginan untuk menulis blog pada April dua tahun yang lalu, pertanyaan itu juga pernah dilontarkan. Dengan nada yang lebih keras, bahkan. Wah… gimana ya, sekarang kan nggak cukup cuma cogito ergo sum seperti kata Descartes, tapi juga scribo ergo sum (Aku menulis maka aku ada)? Akhirnya,  setahun setelah diingatkan soal narcis itu, Juni 2008, aku jadi juga (agak rutin) menulis blog. Eh, persis setahun kemudian setelah menulis, Juni 2009, pertanyaan (atau tepatnya pernyataan, karena tampaknya tidak membutuhkan konfirmasi, he he…) itu muncul lagi…

Dikisahkan seorang pemuda putra dewa sungai Cephissus dengan Liriope. Pemuda yang sangat tampan ini menolak semua cinta yang ditawarkan padanya, termasuk cinta Echo. Dia lalu dihukum karenanya. Pemuda itu “dibuat” jatuh cinta kepada bayangannya sendiri yang terpantul di permukaan air danau yang tenang cemerlang. Pemuda itu, Narcissus, tak kuasa untuk beranjak dari tempatnya menatap pantulan wajahnya yang indah. Mengagumi ketampanannya sendiri. Mungkin sebetulnya dia juga tidak sadar, bayangan siapa yang dilihatnya. Tapi dalam kisah, tersebutlah bahwa Narcissus mati merana di tepi danau itu. Konon, di tempat Narcissus itu duduk kemudian tumbuh rumpun bunga yang indah dan diberi nama bunga Narcissus… (bunga ini di “sono” dikenal juga sebagai daffodills).

Narcissus adalah nama genus yang didalamnya termasuk tumbuh-tumbuhan bunga dengan umbi lapis, seperti Daffodils atau sejenis bakung. Narcissi (jamak dari Narcissus) sangat mudah tumbuh dari umbi. Kata Narcissus berasal dari kata Yunani narke, yang berarti mati rasa atau kelenger, pingsan. Beberapa menyebutkan bahwa nama ini diambil karena bunganya yang wangi (narcotic fragance), sementara yang lain mengasosiasikannya dengan umbi Narcissus yang beracun. Bunga Narcissus biasanya berwarna putih atau kuning.

Narcisuss adalah subyek yang sangat popular dalam Roman art. Dalam psikiatri Freudian dan psikoanalisis, terminologi narcissism merujuk pada tingkat self-esteem yang berlebihan, suatu kondisi yang biasanya adalah bentuk dari ketidakmatangan emosional.

Nah, di sinilah aku sekarang:

a. Narcis abis?

b. Sudah seperti Narcissus?

c. Menjelang narcissism?

d. Semua jawaban di atas benar.

Kalau jawabannya salah satu dari pilihan di atas, apakah itu artinya blog ini harus ditutup?


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.