Ati Harmoni

Sentimental Journey…

Archive for the ‘Resep Hari Ini’


Published December 15th, 2010

Pandai Membaca

Pandailah membaca. Pesan seorang teman padaku. Bukan membaca buku atau majalah. Melainkan membaca tindakan.

Saat teman kita cemberut, kita ngomel, “Kok merengut sih? Nggak enak lihatnya tahu!” Saat teman kita datang sambil bersiul-siul, kita juga protes, “Heiiii… berisik!” Begitu cerita sahabatku ini. “Padahal mestinya kita bisa memberi tanggapan yang lebih tepat.”

Hmm… aku mengangguk. Rasanya tidak asing dengan situasi itu, he he…

Ya, memang. Di balik setiap tindakan tentu ada emosi. Tidak mungkin teman kita cemberut kalau hatinya sedang senang. Atau sebaliknya, sulit buat seseorang untuk bersenandung riang kalau hatinya sedang kesal, sebal, atau marah. Nah, kenapa kita sulit untuk membaca itu dan justru memberi respon yang keliru?

Wah jangan-jangan bukannya tidak bisa membaca tetapi memang tidak mau. Sebab kita ingin orang lain yang membaca kita?

Published November 7th, 2010

Passion

Ada satu kata yang mungkin paling berkesan dalam pertemuan antara Bidang Kemahasiswaan dan Ketua Kelas Angkatan 2010 di Kampus Kalimalang, 29 Oktober 2010 yang lalu: gairah. Bermula dari cerita Pak Budi Prijanto tentang buku “Lessons from the Top”. Buku tersebut berisi 50 orang yang paling berhasil di dunia bisnis. Dalam buku itu muncul nama-nama seperti Bill Gates, Jack Welch, Mike Amstrong, Charles Schwab, Lou Gerstner, Andy Grove, Bill Steere, Shelly Lazarus, dan lain-lain. Mereka adalah tokoh-tokoh yang paling dikagumi dalam dunia bisnis. What makes them a great business leader? What qualities do the men and women at the top of the world’s best-run companies have in common? Salah satu alasan yang utama adalah karena mereka mempunyai “passion”. Mereka adalah orang yang punya nafsu, punya semangat besar (untuk mengerjakan atau mencapai sesuatu). “Punya gairah.” Sambung Pak Budi. Lalu, pada akhir sesi seorang ketua kelas bertanya, “Bagaimana caranya agar kita selalu bergairah?”

(more…)

Published November 3rd, 2010

Triple Filter Test dari Socrates

Bergosip, menceritakan sesuatu yang tidak jelas asal-usul dan kegunaannya, rupanya sudah setua umur manusia. Bergosip memang bisa dilakukan siapa saja di mana saja dan kapan saja. Kenyataannya, perempuan, laki-laki, tua, muda, apa pun profesinya, bisa bergosip. Ini adalah kisah yang kudengar tentang Socrates berkaitan dengan acara bergosip ria. Ceritanya aku dengar tadi pagi dari satu stasiun radio FM di Jakarta. Aku ceritakan kembali di sini (terpaksa dengan gayaku sendiri karena tidak bisa persis seperti yang dikisahkan oleh penyiar, he he…), terutama untuk mengingatkan diriku sendiri sih. Mudah-mudahan ini tidak termasuk menggosip.

(more…)

Published October 30th, 2010

Pastel Alias Werkuk

Lebaran sudah lama lewat. Tapi kenangan akan datangnya hari raya itu selalu berkesan. Pada saat itu tak ada yang lebih indah kecuali saling mengucapkan salam lalu tidak lupa meminta dan memberi maaf kepada sanak saudara, teman, dan sahabat. Saling mendoakan yang baik-baik. Semoga lebaran tahun ini kita betul-betul kembali ke fitrah… dan diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan berikutnya…

(more…)

Published February 6th, 2010

Yuk, Bicara (lagi)!

Setelah posting terdahulu tentang Yuk, Bicara! Beberapa komentar masuk. Sebagian komentar disampaikan melalui sms karena tidak ingin tampil di blog ini. Diam-diam saja ya. Begitu pesannya, he he… Termasuk pesan yang mengatakan bahwa kadang diam jauh lebih efektif untuk menyampaikan pesan dari pada bicara. Malahan, katanya, “Sometimes words have no meaning.

(more…)

Published January 30th, 2010

Yuk, Bicara!

Diam itu emas (kata mutiara)

Ketika seorang temanku menyitir pepatah di atas, temanku yang lain segera menyahut dengan logat Jawanya yang kental, “Diam itu emas. Diam-diam itu (e)mas-(e)mas…” Ha… ha… Yang ini bercanda. Memang, kita sering diingatkan untuk tidak terlalu banyak mengumbar kata. Masalahnya adalah, banyak juga persoalan yang timbul akibat tidak bicara.

(more…)

Published December 30th, 2009

Gosip Kantor

Senjata yang Bisa Makan Tuan

Pertanyaan semacam, ”Eh, ada gosip?” atau “Ada gosip baru nggak?” rasanya tidak asing kita dengar. Atau pertanyaan yang sebenarnya pernyataan, ”Tahu nggak kalau ternyata… bla… bla…” Lalu perbincangan pun dimulai, makin lama makin melebar, menukik, melambung, menajam, dan menyayat. Jadilah acara nggosip.

Gosip sering diplesetkan menjadi singkatan dari (makin) digosok makin sip. Makin dibicarakan makin asyik. Acara bergosip bisa terjadi di mana saja. Saat minum teh di warung atau ngopi bareng di café. Waktu menunggu bis di halte. Ketika arisan RT atau keluarga. Bahkan di meja kantin atau di meja rapat perusahaan. Pendeknya, gosip bisa berkembang dimana saja, tentang apa saja, dan mengenai siapa saja. Termasuk, tentu saja, di kantor kita.

Apakah gosip bisa membahayakan kehidupan di kantor?

Jangan-jangan gosip kantor terkait juga dengan politik kantor?

(more…)

Published December 27th, 2009

Politik Kantor Tidak Harus Kotor

”Malas deh, ngikutin politik kantor.” Begitu kira-kira pernyataan seorang teman padaku baru-baru ini. Sadar atau tidak, lingkungan kerja memang sering jadi arena politik. Ada kasak-kusuk, mungkin malah bujuk membujuk, adu taktik, bisa penuh intrik, kadang pelik, bahkan ada kalanya licik. Hm… Tidak selamanya begitu dan rasanya tidak harus begitu juga. Politik kantor pun bisa santun dan beretika.

(more…)

Published December 9th, 2009

Resensi Buku

Ada pengumuman di studentsite dan Wartawarga tentang lomba menulis resensi buku untuk mahasiswa Universitas Gunadarma. Sebuah berita baik bagi mereka yang suka membaca dan ingin menulis tentang apa yang sudah diperolehnya dari bacaan. Membaca (saja) memang sering kali tidak cukup, kan? Membaca tidak hanya menambah wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi si pembaca, tetapi juga bisa menjadi ladang berbagi (ilmu) kepada sesama. Salah satu caranya adalah dengan menuliskan resensi atas buku yang telah selesai dibaca.

(more…)

Published November 27th, 2009

Think Different

Ya. Itu adalah tagline yang sempat jadi perbincangan dunia karena dianggap mampu mengembalikan “kejayaan” Apple. Iklan TV dan dan posternya menampilkan “bintang iklan” kelas dunia. Einstein, Bob Dylan, Martin Luther King Jr, John Lenon (dan Yoko Ono), Maria Callas, Jim Henson (dengan kermit-nya), Mohammad Ali, Ted Turner, Alfred Hitchcock, Mahatma Gandhi, Martha Graham, dan lain-lain. Mereka adalah the crazy ones. The misfits. The rebels. The troublemakers. The round pegs in the square holes. The ones who see things differently. Begitu suara Richard Dreyfuss yang mengisi narasi iklan TV meyakinkan. You can quote them, disagree with them, glorify or vilify them. About the only thing you can’t do is ignore them.

(more…)


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.