Ati Harmoni

Sentimental Journey…

Archive for the ‘Buku kubaca’


Published January 4th, 2012

Dunia Ibu (yang hilang)…

Buku tentang - atau sedikitnya berkaitan dengan – Korea, yang pertama kali kubaca adalah karya Marianne Katoppo (Dunia Tak Bermusim, 1984, Penerbit Sinar Harapan). Sudah bertahun-tahun yang lalu. Sejak itu aku bertanya-tanya, apakah ada buku karya pengarang Korea diterbitkan di Indonesia? Baru beberapa hari lalu aku menjumpainya. Mungkin karena tidak secara khusus mencarinya, sehingga tidak menemukannya selama ini. Aku tidak tahu. Yang jelas, aku senang ketika akhirnya aku mendapatkan karya Kyung Sook Shin ini di toko buku Gramedia Depok.

(more…)

Published January 7th, 2011

Dulu, Kini, dan Mimpi

“Bukankah kita semua harus membayar, apa pun pilihan kita?”

Kesalahan-Kesalahan yang Tidak Diketahui Dalam Hidup Kita

Berapa banyak kesalahan yang pernah kita lakukan yang tidak kita sadari? Dari hal kecil semacam pernyataan sok tahu ketika kita remaja tentang apa yang menjadi prioritas hidup hingga perbuatan yang tanpa kita ketahui sudah mengubah jalan hidup…?

(more…)

Published December 20th, 2010

Sekolom Senyum Simon

Aku membolak-balik buku yang jelas sudah tidak baru lagi itu. Belum terlalu rusak, hanya sedikit menguning pada beberapa halaman. Tapi dalam tumpukan buku bekas yang dijual di toko itu aku tidak mendapatkan buku yang sama lagi, jadi aku ambil juga buku bersampul hijau dan biru itu. “Tak apalah.” pikirku.

(more…)

Published June 16th, 2010

Norman Edwin, Sahabat Sang Alam yang Bercerita

Aku berbisik pada sahabatku, “Kaya’ Obelix…” Aty (almh), sahabatku yang duduk di sebelahku langsung terkekeh-kekeh. “Ngaco ah kamu!” Memang aku ngaco. Tapi sosoknya yang besar dengan rambut gondrong yang dijalin dua melewati pundak sungguh mengesankan. “Jadi ini toh Norman Edwin?” Itulah kali pertama (dan satu-satunya) aku melihatnya secara langsung. Tahun berapa aku lupa, sekitar tahun 80an akhir. Teman-teman dari Matala Biogama UGM mungkin punya catatan yang lebih akurat. Kurasa merekalah yang punya acara. Salah satu ruang kelas di Fakultas Biologi itu dipenuhi oleh para anggota Matala. Aku tak melewatkan kesempatan ikut acara itu karena aku adalah pembaca hampir semua laporannya. Di Kompas maupun tabloid Mutiara, dan kemudian di majalah Suara Alam. “Bersama” dia itulah aku ikut mendaki puncak-puncak gunung tertinggi, menyusuri sungai, mengarungi samudra, hingga masuk ke gua dan “terjun” ke Luweng Ombo. Aku belajar istilah-istilah teknis pendakian gunung, tebing terjal, penelusuran gua, sekaligus menyimak sisi humanis masyarakat yang ditemuinya di tempat-tempat yang terpencil dan sukar dijangkau.

(more…)

Published June 5th, 2010

Lenggang Jakarta Andi Meriem Mattalata

Lenggang lenggok Jakarta
Suka membuat orang lupa
Terpikat oleh manisnya cerita
Mudah jadi jutawan di sana

Ribuan mimpi-mimpi ada
Menggoda mereka
Jangankan cari surga dunia
Neraka dunia pun ada…

(Lenggang Jakarta)


Setiap kali Jakarta berulang tahun, aku teringat lagu di atas. Lagu itu kadang diputar di radio saat memperbincangkan Ibu Kota RI tercinta ini. Dan aku selalu terpesona oleh merdunya suara sang pelantun lagu tersebut. Jakarta sebentar lagi ulang tahun, tapi aku mendapat kabar duka. Penyanyi cantik asal Sulawesi Selatan, Andi Meriem Mattalata, Sang Mutiara dari Selatan, pelantun lagu tersebut telah tiada… Mula-mula sebuah stasiun radio berita mengabarkan berita tersebut, kemudian sebuah sms dari seorang teman juga mewartakan hal serupa.


(more…)

Published December 24th, 2009

Akademos

Tiga tahun yang lalu, Desember 2006, aku bertemu dengan dosen di Fakultas Psikologi UI ini. Waktu itu kami bersama-sama tengah menjadi peserta Pelatihan dan Lokakarya Pengembangan Soft Skills di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Direktorat Kelembagaan Dirjen DIKTI. Dalam kesempatan diskusi kelompok membahas program, aku mendapat kesan kalau dia ini orang yang aktif dan penuh ide. Barangkali karena selain menjadi dosen, dia juga meneliti dan memberikan konsultasi masalah psikologi. Banyak membaca pula. Sehingga wawasannya luas. Dia menunjukkannya dalam setiap kesempatan bicara atau tampil.

(more…)

Published December 4th, 2009

Harmonium – Mengejar Cakrawala

Setiap kali berkunjung ke rumah temanku ini, Ade, aku selalu melirik koleksi bukunya. Buku-bukunya memang bertebaran di mana-mana… rak buku di sana, rak buku di sini… tumpukan buku di sana, tumpukan buku di sini… Aku terutama tertarik pada buku-buku lamanya. Koleksi yang dikumpulkan oleh ayahnya dan dia sendiri barangkali, sejak bertahun-tahun yang lalu.

harmonium-budi-darmaLalu aku mendapati buku ini. Harmonium. Wah… sepertinya menarik nih. Temanku tertawa melihatku memicingkan mata membaca judul bukunya. Aku bilang padanya alasanku tertarik pada buku itu. Pertama, judul bukunya mengandung namaku, he he… Kedua, penulisnya Budi Darma. Ketiga, harmonium itu apanya akuarium? ”Teuing ahSok lah dibawa kalau mau baca mah,” temanku ini tertawa. Dia tidak khawatir kalau aku yang meminjam bukunya, he he…

Budi Darma adalah novelis, cerpenis, kritikus, dan guru besar Ilmu Sastra pada IKIP Surabaya. Karyanya selalu menarik. Olenka, Orang-orang Bloomington, dan Kritikus Adenan adalah beberapa karyanya yang sudah terbit. Tentu masih banyak lagi novel, cerpen, dan esai-esai yang telah dipublikasikan. Termasuk cerpennya yang dimuat di Kompas Minggu, misalnya.

(more…)

Published November 8th, 2009

Cinta Tidak Curiga

young-loveBetsy L.A.G. Jln S. di M.

Engkau curiga meskipun baru bertungangan dua bulan. Apakah enkau satu-satunya Juliette untuk Romeo yang tercinta? Apakah dia tidak mempunyai kekasih yang lain?

Anakku yang tercinta, kalau engkau berpikir begitu saya rasa bahwa cintamu sudah hilang. Cinta sejati tidak pernah curiga.

Kalau engkau berpendapat bahwa sang Romeo hari Senin mencium engkau dan hari Selasa mencium orang lain, lepaskanlah dia karena cintamu sudah mati.

(more…)

Published October 29th, 2009

Arsitektur dan Perilaku Manusia

Maaf ya kalau judulnya saja yang keren. Tulisannya sama sekali tidak secanggih itu, karena isinya memang hanya uneg-uneg orang yang tidak paham apa itu arsitektur dan apa pula perilaku manusia. Dua-duanya bidang yang sulit untukku. Aku cuma membaca judul sebuah buku yang ditumpuk di bagian ”Borong Buku” di sebuah pameran yang menampilkan banyak penerbit dan perpustakaan di Istora Senayan, beberapa hari lalu. Buku yang dijual di bagian ini didiskon sampai dengan 80%. Pada kesempatan seperti ini, aku biasanya membeli buku yang jika dijual dengan harga ”normal” terpaksa tidak kubeli. Maklum, anggaran terbatas.

(more…)

Published October 26th, 2009

Bukuku Riwayatmu…

Beberapa waktu yang lalu, aku membongkar isi rak buku. Sudah lama buku-buku itu menjejali rak yang kelihatan makin sarat saja. Aku keluarkan semua buku dan aku angin-anginkan. Mencoba mengusir kelembaban yang sudah jadi ciri khas negara tropis seperti Indonesia ini. Kelembaban yang tinggi bisa jadi musuh buku. Begitu juga kutu. Bisa membuat buku berbau apak, berjamur atau berlubang-lubang.

buku buku dan bukuSambil menyusun buku kembali setelah diangin-angin, aku membuka satu persatu bukuku… Beberapa masih ada label harga dari toko tempat aku membeli. Beberapa lagi ada tulisan dan tanda tangan dari yang memberi… Aku jadi mengingat-ingat, tidak hanya apa isi buku tapi juga riwayat dari mana buku-bukuku itu berasal. Hm…

Aku tahu, sekarang ini jamannya internet. Harga buku pun bukannya makin murah. Belum lagi penyimpanan yang membutuhkan tempat dan pemeliharaan yang perlu tenaga ekstra. Tapi membaca buku ternyata tetap lebih mengasyikkan buatku… Bisa dilakukan di mana saja, kapan saja.

(more…)


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.