Percakapan Pagi dan Petang (2)
Prolog
Sepi ini begitu mengiris, kataku
Tataplah mataku, katamu
Aku tak setajam itu
Pergilah kemana hatimu menyeru, kataku
Dan genggamlah tanganku, katamu
Aku tak seyakin itu
Epilog
Seharusnya aku tulis cerita ini di tahun-tahun yang lalu
Saat ingatan masih menempel ketat di benak
Saat setiap kejadian tak mungkin terlewatkan
Atau sengaja dilupakan
Seharusnya aku tulis cerita ini di tahun-tahun yang lalu
Saat kamu masih punya sedikit rasa percaya
Saat kamu masih punya sejumput waktu menunggu
Ah… dulu atau kini bahkan kelak
Aku terus coba mengerti
Desahmu pada pucuk pagi yang dingin






December 22nd, 2011 at 2:38 pm
Mav…!