Published December 22nd, 2011
Percakapan Pagi dan Petang (2)
Prolog
Sepi ini begitu mengiris, kataku
Tataplah mataku, katamu
Aku tak setajam itu
Prolog
Sepi ini begitu mengiris, kataku
Tataplah mataku, katamu
Aku tak setajam itu
Wati duduk manis sambil tersenyum cerah. Wajahnya betul-betul sumringah. “Aku punya ide bagus!” Ruangan kerjanya yang dingin jadi terasa hangat oleh semangat yang terpancar dari binar matanya. Tentu saja aku jadi penasaran.
“Wow, betul-betul ide cemerlang pasti. Apa?” Tanyaku.
Wati masih senyum-senyum. “Ini sungguh menjanjikan lho, Non.”
Aku tambah tak sabar mendengar gagasan Wati.
“Begini, Non…” Wati berbisik, “Aku berencana menyewakan rekening bank.”