Published May 31st, 2011
MIMPI PSSI WATI
Aku melihat Wati termenung di mejanya. Wajahnya serius sekali memikirkan sesuatu. Aku yang masuk ke ruang kerjanya bahkan tidak dilirik. Sebel juga. Sampai aku duduk di hadapannya, Wati masih juga duduk lurus memandang ke luar jendela. Sama sekali tidak merepotkan diri berbasa-basi menyapaku. Tambah sebel aku.





