Impian
Apa impian Anda? Tanya seorang pembicara di suatu seminar. Tidak lama dia memberi kesempatan pada peserta untuk memikirkan jawabannya, karena dalam hitungan detik Si Pembicara langsung menyodorkan daftar: Punya rumah bagus; mobil mewah; bisa jalan-jalan ke luar negeri; banyak uang, punya banyak waktu senggang dan bisa bersenang-senang. Hm… menggiurkan memang.
Aku melihat peserta mengangguk-angguk. Dengan mata berbinar-binar mereka menunggu resep jitu, bagaimana meraih impian yang digambarkan pembicara. Tapi… pembicara belum mau membuka rahasia. Dia malah menuju notebook di hadapannya. Lalu klik dan… gambar demi gambar ditayangkan, kadang diselingi dengan video. Semuanya menampilkan gaya hidup yang wah. Persis seperti yang tadi digambarkannya. Sesekali peserta bertepuk tangan. Apa yang diperlihatkannya menambah semangat para peserta.
Tapi di antara peserta itu ada juga yang gelisah. Menatap berganti-ganti: pembicara, layar lebar yang menampilkan pemandangan indah dari seluruh penjuru dunia, lalu ke peserta yang lain. Wajahnya setengah takjub. Bukan pada apa yang tersaji di hadapannya. Kelihatannya dia lebih heran dengan kenyataan, mengapa dia ada di tengah-tengah acara seminar semacam ini? Rekan di sebelahnya sesekali berbisik-bisik padanya. Dia bergeming. Diam menatap pembicara yang mulai ceramah lagi.
Pada akhir sesi kudengar percakapan si peserta ini dengan rekannya.
“Bagaimana menurutmu?”
“It’s okey…”
“Jadi… apa impianmu?”
“Masuk sorga.”
Jawabannya membuat sang rekan terhenyak. Lalu mengangguk-angguk. Sang rekan yang masih sama-sama muda belum bisa berkata-kata… (Pada saat itu aku sebetulnya ingin berkomentar… “Hei… memangnya orang kaya nggak bisa masuk sorga?” He he…)
“Nggak apa-apa kan?” Lalu dia pun berpamitan. “Don’t worry… ini kan cuma soal pilihan. We’re still be friends!” Katanya melenggang pergi. Rekannya kembali mengiyakan sambil berjalan kembali ke kelompoknya yang kini tengah berkumpul. Ruangan sekarang terisi kelompok-kelompok yang berdiskusi seru.
Aku tersenyum. Semua orang boleh punya mimpi. Dan tentu saja tidak harus sama dengan orang lain. Karena mimpi yang berbeda, cara meraihnya pun bisa tidak sama (Mimpi yang sama pun bisa dijangkau dengan cara berbeda toh… Kan banyak jalan menuju Roma…). Seminar ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin membangun bisnis (sehingga kelak bisa meraih impian hidup sangat layak). Tapi layak dan layak itu berbeda pada setiap orang memang.
Toh aku sendiri bergegas melangkah ke luar ruangan. Masih ada acara lain yang harus aku ikuti. Biarkan mereka mengejar impiannya. Aku juga punya mimpi sendiri. Hm… setdaknya hari itu aku belajar tentang kekuatan mimpi. Impian membuat orang bisa semangat dan fokus dengan apa yang dikerjakannya.






April 27th, 2011 at 9:52 am
We grow great by dreams. All big men are dreamers. They see things in the soft haze of a spring day or in the red fire of a long winter’s evening. Some of us let these great dreams die, but others nourish and protect them; nurse them through bad days till they bring them to the sunshine and light which comes always to those who sincerely hope that their dreams will come true.
(Woodrow Wilson)