Published April 25th, 2011
Menunggu itu (tidak harus) Menjemukan
Hari itu aku berangkat lebih pagi dari biasanya. Ada janji untuk wawancara dengan seseorang. Aku harus sampai di kantornya sebelum waktu yang dijanjikan. Jangan sampai terlambat dong… wong aku yang butuh bertemu. Ini berkaitan dengan penelitianku. Dan aku sudah menunggu berbulan-bulan. Setelah bolak-balik email, telepon, sms… akhirnya waktu pertemuan ditetapkan. Tentu tidak boleh disia-siakan.





