Mode Ala Wati (2)
Pusing karena Legging
Ah pasti kenal Wati toh? Kritikus mode untuk kalangan sendiri, he he… Baru-baru ini dia kembali memberiku tips mode terkini. “Non, kamu jangan ikutan mode nggak jelas lho.” Dia mengingatkan aku yang tengah memilih legging. Aku sedang mempertimbangkan legging mana yang akan kubeli. Ini menyangkut bahan, motif, warna, dan harga (tentu!). Lho, mode nggak jelas bagaimana?
“Apa soalnya?” Tanyaku sambil mematut-matut legging panjang (yang betul-betul kepanjangan di kakiku). “Itu buat apa?” Wati malah balik bertanya. “Tahu kan kalau legging itu bukan pengganti celana? Legging itu adalah asesoris. Pelengkap busana.” Aku mengeleng-geleng.
“Banyak orang keliru mengira kalau legging bisa dipakai sebagai pengganti celana panjang. Nggak. Legging itu lain sama skinny jeans yang juga ketat… tapi berbahan lebih tebal.” Wati melanjutkan “pelajarannya”. Sekarang aku melirik kiri-kanan, memperhatikan orang-orang yang sedang berkeliling di dept store… di sekitar kami. Aku khawatir suara Wati terdengar kemana-mana. Tapi ah biar saja. Jarang-jarang kan ada orang yang mau memberi kuliah tentang mode yang benar? Hi hi…
Legging modern konon dirancang pertama kali pada akhir tahun 70-an oleh Patricia Field untuk iklan Home Shopping Network. Tentu asal-usulnya sudah jauh sebelum itu. Ketika fitness dan aerobik menjadi gaya hidup pada awal 80-an, legging menjadi bagian dari fashion perempuan. Hm… pasti ingat Jennifer Beals di film Flashdance ya? Pada tahun 90-an legging dipadankan dengan rok mini jeans, gaun babydoll, kemeja longgar, kaos atau sweater yang kebesaran, kaos kaki yang melorot dan sepatu kets. Lalu pada akhir 90-an, legging menghilang dari dunia fashion…
Tahun 2005, legging kembali menjadi tren. Kemunculannya kembali di panggung mode ditandai dengan pemakaian legging panjang sebetis yang dipadukan dengan gaun atau rok mini. Saat ini legging dipakai dengan busana serba longgar, rok jeans atau kotak-kotak, dengan gaun pendek atau bahkan dengan celana pendek. Dikenakan dengan sepatu balet datar atau chucks converse. Legging mengkilap dari campuran nilon dan spandex menjadi mode wajib di kalangan artis.
Sebetulnya legging dapat dikenakan oleh laki-laki dan perempuan. Legging adalah jenis pakaian yang menutupi kaki. Legging modern biasanya terbuat dari campuran lycra, spandex, katun, atau campuran polyester, walau ada juga yang terbuat dari wol, sutra, atau bahan lainnya. Dibuat dengan warna dan disain yang dekoratif. Legging ada yang panjang hingga mata kaki dan ada yang pendek hingga setengah betis. Dipakai untuk menjaga agar kaki tetap hangat atau sebagai pelindung dari gesekan selama latihan (olah raga atau tari) atau sebagai pakaian dekoratif atau mode.
“Walau legging nyaman dan melekat sepanjang hari. Jangan samakan dengan celana panjang yang bisa dipadankan dengan blus pendek. Pastikan bahwa atasannya nanti panjang menutupi bokong. Ingat ya… harus lewat pinggul!” Diam-diam Wati menunjuk pada seseorang yang tengah melintas… “Itu lihat…” Belum-belum aku sudah ngeri membayangkan pakai legging dan blus pendek lalu setiap detil lekuk tubuh terlihat… termasuk (maaf) garis celana dalam. Ooohhh… Tidak. Tidak… Aku buru-buru mengangguk. “Okey…” Sahutku.
Wati belum selesai dengan “kuliahnya”. Dia menunjuk gaun pendek dari bahan semi wol dengan potongan bersih. “Nah… kalau kau pakai ini lalu pakai legging warna hitam panjang… Jadi tambah keren! Buat ke kantor boleh. Apalagi pakai high heeled boots.” Aku nyengir… Pakai mini dress dan legging ke kampus? Hm… “Tapi kalau mau kasual, untuk acara santai, ini model babydoll yang agak longgar… atau sun dress yang ini… boleh juga! Nanti pakai sepatu pumps yang datar… atau model sepatu balet.”
“Ini rok mini juga bisa kelihatan sopan kalau dipadankan dengan legging. Kalau kau mau arisan atau sekedar jalan-jalan di mal.” Wati bersemangat memadu-padankan. Mumpung di toko dengan koleksi lengkap. He he… hanya pramuniaganya yang senyam-senyum agak kecut, mungkin membayangkan harus membereskan kembali nantinya. Aku juga mulai pusing dengan istilah-istilah mode yang dikeluarkan Wati.
“Nah, kamu harus putuskan dulu busana apa yang akan kamu pakai, baru pilih legging yang sesuai.”
“Jadi, sebetulnya kamu mau beli legging buat apa?” Aku nyengir. Aku memang belum bilang kalau aku ada acara workshop di Puncak untuk beberapa hari. Pada musim begini, Puncak lumayan dingin. Aku rasa legging kaos katun yang agak tebal akan cukup nyaman dipakai saat tidur… Pakai piyama katun tidak cocok buatku yang bahkan di Depok pun kadang harus selimutan…
Sekarang Wati yang menyeringai dan mengangguk-angguk.






January 28th, 2011 at 10:20 am
These are really pretty!
January 28th, 2011 at 1:44 pm
cerita tentang celana legging yang bagus..
sukses selalu..