Manajemen Pengetahuan (Pribadi)
Tidak. Judul tulisan ini tidak salah. Memang bukan pengetahuan tentang manajemen yang ingin aku bicarakan tapi bagaimana mengelola pengetahuan yang kita miliki. Setiap orang punya pengalaman, kenangan, pendidikan, cerita, anekdot, kumpulan nama dan nomor telepon sanak saudara, teman dan sahabat, kartu ulang tahun, ucapan selamat lebaran atau natal, buku, majalah, jurnal, catatan, formulir, foto, sertifikat pelatihan, seminar, komputer lengkap dengan berbagai perangkat lunak dan ratusan file di dalamnya, juga flashdisk, external harddisk juga dengan berbagai simpanan data dan catatan. Wooow… itu adalah timbunan pengetahuan pribadi kita. Bagaimana membuat semua itu berguna? Itu soalnya. Ini adalah soal manajemen pengetahuan pribadi.
Dalam suatu perbincangan “warung kopi,” seorang teman berkata dengan agak menyesali, “Dia itu katanya pinter banget tapi kok nggak bisa ngomong.” Maksudnya, si dia ini tidak diragukan lagi memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni di bidang yang dia tekuni, tapi tidak fasih menjelaskan kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya. Lalu yang lain berkata, “Si Anu hebat tapi hanya dibidangnya.” Memang ada orang yang sangat hebat di bidangnya, tapi jangan tanya tentang hal-hal lain di luar itu. Jangankan ibu kota Argentina, ibu kota Jawa Barat saja mungkin dia tidak tahu. Seorang teman lain berkomentar, “Kalau gue mau jadi ahli matematika atau fisika, kan gue nggak perlu tahu siapa membintangi film apa?” Nah, perbincangan mulai seru.
Hm… memangnya seberapa penting atau justru seberapa tidak berharganya berbagai pengetahuan itu bagi setiap individu? Aku sendiri menganggap bahwa pembicaraan jadi membosankan jika hanya membahas “itu-itu saja.” Aku sungguh mengagumi orang yang tahu dan bisa berbicara tentang banyak hal. Lebih seru. Asyik.
Apakah aku sendiri seru sebagai teman ngobrol? Belum. Ha ha… Terus terang, aku suka membaca, mengamati, kadang menganalisa, tapi toh beku juga jika diajak bicara. Kemana semua pengetahuan yang sudah pernah kudapat? Mengapa semuanya menguap begitu saja? Apakah karena ingatanku pendek? Oh, padahal, ada waktu-waktu dimana kita harus menampilkan diri sebagai orang yang punya pengetahuan dan mampu mengomunikasikannya dengan baik.
Itulah. Akhirnya aku membaca tentang personal knowledge management (PKM). How can we use our knowledge effectively? Personal knowledge management is knowing what knowledge we have and how we can organize it, mobilize it and use it to accomplish our goals – and how we can continue to create knowledge.
Hm… Mula-mula, kita harus sadari dulu apa yang kita tahu. Bagaimana kita bisa memanfaatkan pengetahuan kita kalau kita sendiri tidak sadar apa yang kita tahu? Pengetahuan itu setidaknya ada yang subyektif dan obyektif. Pengetahuan subyektif berupa pengalaman, pengamatan, wawasan, kesimpulan pribadi, hasil intuisi, nilai, dan keyakinan pribadi yang kita miliki. Pengetahuan obyektif adalah hasil belajar, sekolah, ikut seminar dan pelatihan. Agar menjadi pribadi yang knowledgable, setiap individu harus memanfaatkan pengetahuannya secara utuh, baik yang subyektif maupun obyektif. Pengetahuan ini bisa sangat berguna bagi kehidupan pribadi dan profesional.
Jaman sekarang ini informasi tersedia dimana-mana. Bahkan boleh dibilang telah terjadi ledakan informasi. Koran, majalah, jurnal ilmiah, buku, radio, tv, blog, dan situs Internet semuanya menyediakan ragam pengetahuan dan informasi yang tak ada habis-habisnya. Diperbaharui setiap saat. Update terus. Tapi toh semua itu tidak datang begitu saja pada kita. Ada upaya yang harus kita lakukan untuk mendapatkannya. Cari, pilih, pilah, baru simpan sesuai keperluan agar kelak dapat dipergunakan. Jangan lupa bahwa pengetahuan harus dibagi agar bermanfaat dan agar bisa terus tumbuh dan berkembang.
Jerome Martin (http://www.spottedcowpress.ca/KnowledgeManagement) memberikan beberapa pemikirannya tentang PKM ini:
1. Luangkan waktu dengan orang-orang kreatif. Ide-ide baru, informasi, dan pengetahuan terutama berasal dari jaringan (network) kita. Luangkan waktu dengan orang-orang yang produktif dan inovatif. Jangan malu bertanya pada orang yang terbaik dan paling cerdas. Minta saran mereka.
2. Pergi ke konferensi yang menarik. Jangan pergi ke konferensi yang membosankan. Temukan sesuatu yang menarik di sana. Temui orang-orang pintar di situ.
3. Belajar hal baru. Jika Anda seorang ilmuwan, ambillah kursus melukis, misalnya. Gabung dengan perkumpulan bersepeda. Ikut pelajaran gitar atau hal-hal lain yang sama sekali berbeda dengan pekerjaan sehari-hari.
4. Perjalanan. Pergi ke tempat yang baru dan menarik. Ada banyak orang yang bilang ingin ke sana atau ke situ tapi tidak pernah melakukannya walau punya waktu dan uang. Padahal tidak ada yang lebih berharga daripada pengalaman melakukan perjalanan.
5. Lahap berbagai bacaan. Jangan membatasi diri dengan buku yang sesuai bidang saja atau yang terkait dengan pekerjaan. Baca juga buku fiksi, non-fiksi, dan fiksi ilmiah.
6. Gunakan teknologi baru. Komputer, laptop, telepon genggam bisa memberikan banyak kemudahan dalam mengumpulkan, mengoragnisir, dan memanfaatkan pengetahuan.
7. Buat web sumber daya pengetahuan pribadi. Pertimbangkan untuk membuat halaman web pribadi. Kita dapat menggunakan halaman ini untuk membuat catatan, untuk meringkas pengetahuan dalam bidang tertentu, termasuk hyperlink ke situs-situs utama, audio dan video.






December 1st, 2010 at 9:41 pm
asalamualaikum,
bu website kelas sudah selesai dan sudah didaftarkan
ini alamatnya : http://www.eb-enam2007.co.cc
kunjungin ya bu website kelas kita, kalau ada kritikan dan masukannya saya terima dengan senang hati.
wasalam,
December 2nd, 2010 at 9:30 am
Good and interesting article Ti..
Mi amas…
December 2nd, 2010 at 11:47 am
Nurul, saya sudah lihat. Bagus kok webnya. Terus diisi ya… Keep posting!
Indah, thank you… Semoga bermanfaat juga.
June 1st, 2012 at 3:11 am
I intended to write you the ltitle observation to finally say thank you over again relating to the lovely strategies you’ve provided in this case. This has been surprisingly open-handed of you to deliver unreservedly all a few individuals could have sold as an e book to generate some profit on their own, and in particular given that you might well have done it if you considered necessary. The things as well acted to be the good way to realize that someone else have the identical interest really like mine to find out more in regard to this condition. Certainly there are many more fun sessions ahead for individuals who browse through your site.