Passion
Ada satu kata yang mungkin paling berkesan dalam pertemuan antara Bidang Kemahasiswaan dan Ketua Kelas Angkatan 2010 di Kampus Kalimalang, 29 Oktober 2010 yang lalu: gairah. Bermula dari cerita Pak Budi Prijanto tentang buku “Lessons from the Top”. Buku tersebut berisi 50 orang yang paling berhasil di dunia bisnis. Dalam buku itu muncul nama-nama seperti Bill Gates, Jack Welch, Mike Amstrong, Charles Schwab, Lou Gerstner, Andy Grove, Bill Steere, Shelly Lazarus, dan lain-lain. Mereka adalah tokoh-tokoh yang paling dikagumi dalam dunia bisnis. What makes them a great business leader? What qualities do the men and women at the top of the world’s best-run companies have in common? Salah satu alasan yang utama adalah karena mereka mempunyai “passion”. Mereka adalah orang yang punya nafsu, punya semangat besar (untuk mengerjakan atau mencapai sesuatu). “Punya gairah.” Sambung Pak Budi. Lalu, pada akhir sesi seorang ketua kelas bertanya, “Bagaimana caranya agar kita selalu bergairah?”
Pertanyaan yang sangat bagus! Ruang Teater tempat pertemuan menjadi riuh rendah. Rupanya yang lain jadi ikut bersemangat juga. Apa yang membuat kita bisa bergairah pada setiap kegiatan yang kita ikuti? Banyak dari kita melakukan pekerjaan hanya karena pekerjaan itu adalah tugas kita, bagian dari job desk. Bisa dipastikan bahwa karenanya kita jadi cepat jemu. Bosan. Lalu mulai malas-malasan… Boro-boro berprestasi. Hm… Kalau sudah begitu, kita lalu beralasan “Bukan di situ passion saya…”
Adakalanya menemukan dimana minat kita yang sesungguhnya memang memerlukan waktu – yang bisa pendek, bisa juga panjang. Yang jelas, kita tetap harus mencoba berbuat terbaik pada setiap kesempatan yang ada. Kalau ternyata apa yang kita kerjakan memang bukan minat kita, apa boleh buat. Masalahnya adalah, jika pun kita menemukan apa passion kita, beranikah kita meninggalkan apa yang kita lakukan sekarang dan mengejar passion kita itu? Yang sering terjadi kan, sudah ogah-ogahan mengerjakan yang lama tapi enggan juga mengerjakan sesuatu yang baru.
Passion adalah segala hal yang kita sukai atau minati sedemikian rupa sehingga kita tidak terpikir untuk tidak mengerjakannya. Passion adalah segala macam wujud keunikan (keistimewaan) yang kita miliki dan rasakan. Ini bukan hanya soal hobi lho. Tapi juga bisa menyangkut pekerjaan kita. Jadi kalau memang tempat ini, pekerjaan ini, bukan passion kita, mengapa kita tidak mencari tempat dan pekerjaan yang menjadi passion kita? Takut kehilangan apa yang sudah kita miliki? Bisa jadi. Tapi kalau kita mengerjakan apa yang kita sukai dengan sepenuh hati, rasanya kita tidak perlu khawatir dengan hasilnya. Karena kepuasan yang diperoleh bisa lebih besar dan melegakan dan membanggakan…
Kamus:
(gairah, bergairah, nafsu diambil dari KBBI Edisi Ketiga, Balai Pustaka, 2001; passion diambil dari Oxford Advance Learner’s Dictionary of Current English, Oxford University Press, 1986).
gai.rah n keinginan (hasrat, keberanian) yg kuat
ber.gai.rah v sangat ingin akan; berhasrat; bersemangat
naf.su n keinginan (kecenderungan, dorongan) hati yg kuat
passion n strong feeling or enthusiasm, esp of love, hate or anger.






December 5th, 2011 at 3:41 am
Selamat…! Sudah bisa nulis di blog lagi…
December 7th, 2011 at 11:33 am
Terima kasih, Arief… Siap-siap asah pena lagi nih… he he… eh bersih-bersih papan ketik…
February 10th, 2012 at 6:06 am
soso / October 28, 2011wii dapet dari mana nih jwaaban main questnya cukup membantu nihReply