Published October 31st, 2010
Doublethink
“Lho, katanya tadi nggak suka, kenapa sekarang bilang itu hobi?” Wati garuk-garuk kepala. Aku cuma bisa memandang waspada. Kalau Wati sudah garuk-garuk kepala itu tandanya dia sudah bingung menjelang marah. Runi sendiri hanya cengengesan. Runi tak sadar kalau seluruh kata-katanya penuh kontradiksi membuat hati Wati mendidih. Runi memang aneh. Suatu kali dia bilang kalau dia sedang sedih, pada detik yang sama dia tersenyum manis mengatakan bahwa hidupnya penuh dengan keberuntungan. Mana yang salah? Atau mana yang tidak benar?





