Ati Harmoni

Sentimental Journey…

Archive for January, 2010


Published January 30th, 2010

Yuk, Bicara!

Diam itu emas (kata mutiara)

Ketika seorang temanku menyitir pepatah di atas, temanku yang lain segera menyahut dengan logat Jawanya yang kental, “Diam itu emas. Diam-diam itu (e)mas-(e)mas…” Ha… ha… Yang ini bercanda. Memang, kita sering diingatkan untuk tidak terlalu banyak mengumbar kata. Masalahnya adalah, banyak juga persoalan yang timbul akibat tidak bicara.

(more…)

Published January 28th, 2010

Sardi

Sardi adalah teman kuliahku dulu. Nama aslinya tidak usah kusebutkan di sini. Dia sih tidak keberatan sebenarnya. “Malah nanti aku tambah beken.” Begitu katanya. Dia ini agak bawel orangnya. Komentarnya selalu ada saja. Tak ada yang luput dari komentarnya. Tapi dia tidak pernah menjelek-jelekkan, menghasut, apa lagi menghina. Komentarnya tak pernah bikin sakit hati, malah terkadang lucu dan menyemangati. Ketika ada teman yang berkomentar tentang Gamal yang tidak suka baca buku, Sardi meralat, “Bukan gitu… Gamal itu hanya membaca buku yang dia suka.” Prasangkanya selalu baik.

(more…)

Published January 24th, 2010

Bantal ATM Wati

“Non… sudah cek ATM?” Wati kirim sms pagi-pagi. Aku mau balas, “Tidak perlu dicek dan ricek segala. Tabungan sudah amblas.” Belum sempat terkirim, sudah ada pesan berikutnya masuk. Juga dari Wati. “Antar aku beli bantal ya!” Kali ini aku segera kirim jawaban. “OK.” Bukan apa-apa, aku penasaran. Kok Wati bisa melompat dari soal ATM ke bantal? Tidak biasanya dia begitu. Aku perlu penjelasan.

(more…)

Published January 15th, 2010

Wati Ingin Dipenjara

Wati tiba-tiba muncul. Sejak dia heboh soal makanan (Makan-makan), dia memang menghilang. Oh jangan salah kira. Dia hanya menghilang dari hadapanku. Dia tetap beredar nonton pertunjukan teater, tetap mengumpulkan batik motif tradisional maupun kontemporer, tetap jajan mencoba menu terbaru atau warung terbaru yang buka, tetap baca buku, dan tetap bekerja dengan giat. Dia cuma tidak sempat mampir ke kantorku. Alasannya? Susah menyeberang di Jalan Margonda yang sekarang mulus dan lebar… Meski sudah tertib menyeberang di zebra cross, cemas dan khawatir ditabrak kendaraan yang melaju kencang tidak hilang. Sebab, di Indonesia ini punya SIM belum menjamin paham aturan berlalu lintas yang baik.

(more…)

Published January 7th, 2010

Sampek Engtay

Bukan Sekedar Kisah Kasih Tak Sampai

Sampek Engtay adalah sebuah karya sastra klasik Cina yang penuh dengan pesan moral. Banyak yang mengatakan jika Sampek Engtay adalah drama tragedi cinta sepasang anak manusia. Dulu, aku pun pernah mengira begitu. Kemudian aku menangkap pesan yang lain. Memang, dikisahkan bahwa cinta Sampek dan Engtay harus kandas di tengah jalan. Kisah kasih mereka di sekolah harus berakhir karena Engtay telah dijodohkan dengan Macun, pemuda pilihan orang tuanya. Sampek akhirnya mati karena patah hati. Engtay pun menolak menikah dengan pemuda Macun dan menyusul Sampek. Sepasang kekasih yang tidak beruntung di dunia itu pun kemudian menjelma sepasang kupu-kupu…

(more…)


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.