Saling Berbuat Baik Pembeli dan Penjual

Tidak ada penjual (produsen) yang tidak membutuhkan konsumen, karena konsumenlah yang akan membuat usahnya berjalan, dan sebaliknya tidak ada konsumen yang tidak membutuhkan penjual, karena penjuallah yang menyediakan berbagai produk yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Dengan demikian sudah seharusnya kedua belah pihak saling berbuat baik dan tidak saling merugikan. Perbuatan baik penjual dapat dilakukan dalam tiga tahapan : Pada saat sebelum terjadinya transaksi, pada saat transaksi, dan setelah terjadinya transaksi.

Pertama, pada saat sebelum transaksi pada umumnya konsumen mencari informasi mengenai produk yang dibutuhkan atau diinginkan dan kemudian membanding-bandingkannya sebelum kemudian memutuhkan membelinya. Pada tahap ini, perbuatan baik penjual dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang benar tentang produknya. Informasi yang disampaikan baik melalui, selebaran, spanduk, hingga iklan di radio maupun televisi seharusnya : Ditulis dengan huruf yang jelas, menggunakan bahasa yang dimengerti oleh calon pembeli, menyajikan informasi yang lengkap, tidak melebih-lebihkan, dan seterusnya. Dengan perbuatan baik penjual ini, konsumen akan mendapatkan informasi yang jelas dan akurat tentang produk yang akan dikonsumsinya.
Dalam kasus sehari-hari masih banyak dijumpai penjual yang tidak melakukan perbuatan baik ini dan cenderung sebaliknya. Masih banyak dijumpai kemasan yang tidak dilengkapi dengan penjelasan dengan bahasa setempat sehingga ada potensi konsumen tidak mengetahui perihal produk yang akan dikonsumsinya. Banyak kemasan juga ditulis dengan huruf yang sangat kecil sehingga tidak dapat dibaca oleh mata konsumen kebanyakan. Masih banyak juga dijumpai berbagai poster yang menampilkan gamba produk yang telah diedit sedemikian rupa sehingga tampak ‘sangat sempurna’ sehingga sanggat menggoda, namun tidak sesuai dengan kondisi produk yang sesungguhnya.

Kedua, di saat/selama transaksi terjadi, banyak perbuatan baik penjual yang seharusnya dilakukan, diantaranya : menyediakan tempat ruang tunggu yang nyaman, menyediakan tempat parkir memadai, menata produk dengan baik sehingga memudahkan konsumen dalam mencari produk yang dibbutuhkannya, menyediakan kembalian berapapun nilai kembaliannya, memberikan tas yang layak untuk membawa produk yang telahh dibeli konsumen, memberikan pennerangan yang cukup di tempat transaksi, member pelayanan yang baik dan ‘tidak membeda-bedakan’, dan masih banyak perbuatan baik lainnya yang seharusnya dilakukan penjual. Pada kenyataannya masih banyak penjual yang tidak melakukan perbuatan baik dalam tahap ini dan malah sebaliknnya. Masih banyak dijumpai tepat usaha yang tidakmemiliki tempat parkir, ruang tunggu, penerangan yang buruk dan seterusnya, sehingga konsumen mengalami kesulitan selama melakukan transaksi. Masih banyak penjual yang tidak siap dengan uang kembalian dan membebani konsumen untuk membayarnya dengan uang pas. Masih banyak contoh-contoh lain dari kelalaian penjual untuk berbut baik kepada konsumen.

Ketiga, di saat setelah konsumen membel produk (bisa 1 hari, 2 minggu, atau 1 tahun kemudian). Banyak perbuatan baik yang juga seharusnya dilakukan oleh penjual, seperti membantu konsumen dalam memasang produk yang dibeli di rumah, mengantar produk bila ukurannya besar, menyediakan lokasi-lokassi servis dalam jumlah yang cukup dan memadai, melayani dengan baik bila ada keluhan, dan seterusnya. Dalam kenyataannya masih banyak ditemukan penjual yang pelayanan purna jualnya belum/tidak baik.

Di sisi lain, karena sudah menerima kebaikan dari penjual, konsumen juga harus berbuat baik kepada penjual. Perbuatan baik konsumen dapat berupa :
Pertama, mengembalikan uang kembalian yang ternyata berlebih, karena tidak jarang karena kesibukan atau ketidaktelitiannya ataunpenerangan yang tidak memadai, penjual sering memberikan kembalian yang lebih banyak dari seharusnya, dan dalam hal ini pembeli harus mengembalikan kelebihannya bila mengetahuinya. Kedua, tidak memanfaatkan kelemahan penjual, baik karena cacat fisiknya (buta atau cacat fisik lainnya) atau karena kebutuhan mendesak penjual lainnya untuk menawar dengan harga yang serendah-rendahnya, dengan kata lain pembeli harus tetap membayarnya dengan harga yang wajar. Ketiga, pembeli harus membayar sesuai dengan jumlah produk yang diambil atau dikonsumsinya, meskipun misalnya penjual tidak melihatnya.

Pada prinsipnya, masih banyak perbuatan-perbuatan baik yang dapat dilakukan baik oleh penjual maupun pembeli, dan bisa dibayangkan, bila ini dilakukan maka proses transaksi akan berlangsung lancar dan menguntungkan kedua belah pihak dan secara luas akan membentuk perekonomian yang luar biasa.

4 Responses to “Saling Berbuat Baik Pembeli dan Penjual”

  1. richflame.com Says:

    Dear Mas Aris..
    Perbuatan baik yg dilakukan oleh pembel dan penjual pada akhirnya memang bisa membentuk perekonomian yg luarbiasa.. Tp pertanyaannya, bagaimana kita bisa mjd pembeli / penjual yg baik, kalo lingkungan / sistem perekonomian / segala sesuatu yg berhubungan dengan administrasi, dll di Indonesia ini (diakui / tidak) adalah sistem suap menyuap???? Mental korupsi?

  2. Ayo Ikutan Kontes Humor JOKES.WEB.ID Says:

    Informasi yang bermanfaat dan penting untuk di simak.

    Visit my blog Ace Maxs Kulit Manggis

  3. Cari Uang Lewat Ekiosku.Com Says:

    Semoga lain waktu saya bisa mendapatkan informasi bermanfaat lagi di situs ini. Obat Jantung Koroner

  4. arisbudi Says:

    Simpel saja Pak, mari kita mulai dari diri kita sendiri dan orang-orang (anak, istri, teman, bawahan, dll) yang dapat kita dorong ke sana…saya yakin kalau semua orang memulai dari yang paling sederhana ini (diri sendiri dan orang2 di sekitar kita)…secara berlahan kita akan sampai pada kondisi yang ideal tersebut, dimana semua pihak saling berbut baik dan memberi manfaat…semoga..

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.