Etika dalam Usaha (Bagian 2)

Tulisan bagian kedua tentanng etika dalam usaha kali ini akan membahas dua hal, yakni budaya dalam usaha dan keadilan dalam usaha.
Pada artikel sebelumnya sudah dibahas mengenai pentingnya etika dalam menjalankan usaha. Sekedar mengingatkan, etika dalam usaha dapat dijelaskan sebagai kebiasaan-kebiasaan atau perilaku-perilaku yang baik dalam menjalankan usaha. Kebiasan dan perilaku ini jika konsisten dapat menjadi budaya dalam unit usaha tersebut, dan bila ini terjadi, maka maka budaya inilah yang akan membedakan usaha trsebut dibangkan usaha yang lainnya. Dengan budaya inilah masyarakat dan konsumen akan memiliki persepsi yang baik atau buruk terhadap usaha tersebut, tergantung budaya yang akhirnya terbentuk itu baik atau buruk.

Secara sederhana, untuk mendapatkan gambaran tentang budaya dari sebuah usaha dapat dilihat dari beberapa hal berikut ini, antara lain :
• Bagaimana perilaku perusahaan dan karyawan terhadap masa depan perusahaan
• Bagaiaman sikap perusahaan terhadap sesama karyawan, atasan-bawahan
• Bagaimana sikap/perilaku perusahaan terhadap pihak luar (konsumen, suplier, dll)
• Bagaiman perilaku karyawan selama di lingkungan perusahaan
• Bagiamana perilaku karyawan dalam menyelesaikan tugasnya (waktu, proses, hasil, evaluasi, dll)
• Bagaimana perilaku karyawan terhadap kesalahan yang terjadi/dilakukan, dll

Oleh karena itu, silahkan dipilih, apakah sebuah usaha akan dikenal oleh masyarakat atau konsumenn sebagai usaha dengan budaya yang baik atau buruk, semua tergantung bagaiman pemilik dan seluuruh karyawan bersikap dan berperilaku.

Di sisi lain, berbicara etika dalam usaha tidak dapat terlepas dari aspek keadilan dalam berusaha, karena keadilan merupakan salah satu prinsip penting dalam etika bisnis. Di dalam dunia usaha prinsip keadilan tidak hanya dating dari pelaku usaha dan masyarakat, namun juga dari pemerintah terhadap pelaku usaha.

Keadilan yang pertama adalah keadilan antar pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnnya dan juga dengan masyarakat. Dalam menjalankan usahanya dan mendapatkan keuntungan, setiap pelaku usaha seharusnya bersikan setara, dengan berfikir misalnya, “apakah saya juga terganggu bila usaha lain erbbuat demikian”…bila jawabannnya “YA” seharusnya juga tidak melakukan tindakan itu. Beberapa perilaku usaha yang merugikan pelaku usaha lainnnya misalnya :
a. Menimbulkan suara yang terlalu keras (memutar lagu, menjalankan mesin, dll)
b. Menghasilkan polusi (asap bakaran sate yang berlebihan, sampah yang berterbangan, dll)
c. Menyebar isu negatif tentang usaha lainnya
d. Membuat iklan yang menyinndir produk lain, dll

Beberapa contoh di atas, bila dilakukan, tentu akan membuat pelaku usaha yang berada di sekitarnya terganggu. Seharusnya sebuah usaha yang melakukan hal ttersebut bersikapp adil dengan menghentikan untuuk tidak melakukan hal tersebut lagi, karena bila pihak lain berbuat yang sama, maka iapun juga akan terganggu.

Kepada konsumen juga harus terjadi transaksi yang adil, dimana kesepakatan yang terjadi haruslah diidasarkan pada kesepakatan yang saling menguntungkan dan sewajarnya, dalam arti tidak ada piihak yang diirugikan. Penjual berhak mendapatkan keuntungan, namun pembeli juga berhak mendapatkan barang yang baik dengan harga yang wajar, ini baru adil. Penjual yang berusaha mengambil untuk setinggi-tingginya dengan memanfaatkan ketidakpahaman atau keterpaksaan pembeli, bukanlah penjual yang adil dan beretika. Seballiknya pembeli yang memanfaatkan ketidaktelitian penjual dalam menghitung harga atau meghitung jumlah barang yang dimasukkan k etas misalnya, juga pembeli yang tidak adil dan tiidak beretika.

Terakhir, keadilan yang semestinya diberikan oleh pemerintah kepada para pelaku usaha. Sudah seharusnya pemerintah berlaku adil kepada ssetiap warga negaranya yang menjalankan usaha. Tidak boleh ada peraturan khusus yang hanya berlaku untuk sekelompok pelaku usaha, sementara kondisi pelaku usaha tersebut sama dengan yang lainnya.Setiap pelaku usaha memiliki hak menjalankan usahanya, namun setiap pelaku usaha juga wajib mentaati setiap peraturan yang ada, ini juga barru adil.

Demikian diskusi kita kali ini, kita lanjutnya diskusi dengan topik lainnya pada artikel berikutnya. Teriima kasih

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.