Pentingnya Merk dan Nama Usaha Bagi Sebuah Produk

Bagi sebagian pelaku usaha, merk atau nama usaha, bukan merupakan prioritas utama, mereka lebih fokus pada masalah-masalah seperti bahan baku, harga jual, lokasi usaha, persaingan, dan beberapa masalah usaha lainnya. Namun bila diperhatikan, masalah ‘merk’ bisa turut menentukan berhasil tidaknya sebuah usaha. Banyak contoh produk yang sukses karena pemilihan merk yang tepat.

Menurut UU no. 15 tahun 2001, merek adalah adalah tanda berupa gambar, nama, kata, huruf, angka-angka, susunan atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa

Jadi jelas, dari definisi tersebut ada dua hal penting yang perlu diperhatikan :
1. Merek adalah tanda dari sebuah produk, dimana tanda itu bisa berupa gambar, nama, huruf, angka, kata, atau kombinasi dari semuanya
2. Merek itu sebagai pembeda antara produk yang satu dengan yang lainnya. Jadi merek suatu produk tidak boleh sama dengan merk yang telah digunakan oleh produk lain.

Pada perkembangannya, merk atau nama usaha tidak hanya sekedar nama sebuah produk, namun sudah mewakili kesan, kualitas, manfaat, dan atribut lain dari sebuah produk, sehingga tidak heran apabila ada dua produk yang secara kualitas relatif sama baiknya, namun memiliki harga yang berbeda, karena merk kedua produk tersebut berbeda. Dengan kata lain, seringkali konsumen tidak hanya membeli produk karena manfaat atau kegunaannya saja, tapi juga secara sadar maupun tidak, membeli karena ‘merk’nya.

Pertanyaan yang mucul adalah mengapa sebuah produk membutuhkan merk ?
Berikut ini adalah beberapa jawabannya (Berta, 2003) :

Pertama, Merek atau nama usaha akan memudahkan perusahaan memproses pesanan dan menelusuri masalah. Dengan adanya merk, baik konsumen maupun pemilik usaha akan dengan mudah memilih produk yang akan dibeli atau dijual, hanya dengan menyebut merk-nya sama, bahkan ketika transaksi tersebut dilakukan melalui telepon sekalipun. Hal ini akan makin terasa pentinynya merk, ketika pelaku usaha memiliki lebih dari satu jenis produk yang akan dijual. Dengan kata lain, pembeli akan mengalami kesulitas melakukan pembelian atau pemesanan bila berbagai produk yang dijual tidak memiliki merk, begitu pula bagi pelaku usahannya.

Kedua, Merek atau nama usaha memberi ciri unik dan perlindungan hukum
Dengan merk, pelaku usaha dapat membantu konsumen dengan mudah membedakan dengan produk sejenis lainnya, bahkan tanpa secara fisik (meraba, mencium, mencoba). Di sampin itu merk juga akan melindungi produk tersebut dari pemalsuan dan peniruan oleh pesaing. Dengan merk yang terdaftar, pelaku usaha dapat melaporkan pihak lain yang mencoba menggunakan merk yang sama. Oleh karena itu, tanpa merk, maka produk akan sulit dibedakan dengan produk sejenis lainnya (harus secara fisik dilakukan, dan risiko pengurusan pembajakan akan mengalami kendala.

Ketiga, Merek atau nama usaha dapat membangun dan menjaga kesetiaan konsumen
Merk yang baik (diikuti dengan kualitas yang baik, harga yang terjangkau, pelayanan yang baik, dll), secara bertahap tertanam di benak konsumen (Brand Awarness), sehingga sulit bagi konsumen yang bersangkutan untuk pindah ke produk dengan merk yang lain. Tanpa menyebut nama, berapa banyak keluarga yang dengan setia menggunakan pasta gigi dengan merk tertentu, secara turun temurun. Begitu juga contoh kesetiaan konsumen pada merk-merk tertentu untuk sabun mandi mereka, kecap mereka, dan masih banyak lagi.

Keempat, Merek atau nama usaha dapat membantu dalam segmentasi pasar
Seringkali pelaku usaha ingin membagi atau melayani beberapa kelompok konsumen, misalnya kelompok konsumen dengan penghasilan menengah ke bawah dan kelompok konsumen dengan pengahsilan atas. Dengan merk, keinginan tersebut menjadi lebih mudah, pelaku usaha akan menggunakan merk yang berbeda (tentu dengan kualitas, harga yang berbeda pula) untuk setiap kelompok tersebut.

Kelima, Merek dapat membangun citra perusahaan
Usaha keras pelaku usaha untuk membangun citra, kesan atau image yang baik di mata konsumen akan terbantu oleh keberadaan produk yang memiliki merk, sehingga secara bertahap merk tersebut akan mencerminkan atau identik dengan kesan konsumen terhadap produk tersebut. Banyak merk di pasaran yang ‘pasti’ akan memberi kesan yang baik di mata konsumen. Sebagai contoh (tanpa menyebut nama)…Untuk produk mie instan, merk apa yang dipersepsikan baik oleh konsumen ? Untuk tempat berbelanja, toko mana yang dipersepsikan mahal, tidak lengkap..dst.

Keenam, Merek atau nama usaha dapat membantu produk baru diterima lebih cepat dan mudah oleh pasar.
Karena sebelumnya sudah dikenal konsumen dengan merk atau nama usaha-nya, maka akan lebih mudah bagi pelaku usaha bila kemudian mengembangkan produk baru dan kemudian memasarkannya. Dengan merk yang telah dimiliki, konsumen dengan lebih mudah akan menerima produk itu, karena didasarkan pada pengalaman sebelumnya menggunakan produk dengan merk atau nama usaha yang sama. Begitu sebaliknya, merk nama usaha yang telah dipersepsikan tidak baik, akan kesulitas dalam mengeluarkan atau memasarkan produk barunya.

Oleh karena itu, pemilihan merk dan atau nama usaha membutuhkan prioritas dan perhatian yang serius, tidak kalah penting dengan aspek usaha lainnya. Beberapa tip dalam memilih merk dan nama usaha yang baik diataranta adalah (Antonius, 2006, dan sumber lainnya) :
• Merek sebaiknya mudah diucapkan
• Merek sebaiknya mudah diingat
• Merek sebaiknya mudah dikenali
• Merek sebaiknya didesain dengan menarik
• Merek sebaiknya menampilkan manfaat produk
• Merek sebaiknya dapat menonjolkan citra perusahaan
• Merek sebaiknya menonjolkan perbedaan dengan produk sejenis lainnya
• Merek sebaiknya tidak melanggar ‘aturan/adat,
• Membuat merk harus berfikir jangka panjang, merk bukan untuk keperluan usaha sehari dua hari…tapi selamanya
• Merk terlindungi dengan baik (didaftarkan ke pemerintah)

Bagaimana penjelasan dari masing-masing tip tersebut, tunggu tulisan saya pada tulisan berikutnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.