Pentingnya Merk (Bagian 2)

Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan bagiamana pentingnya ‘Merk’ untuk sebuah produk , tidak hanya memudahkan produk dikenal oleh konsumen namun juga dapat melindungi produk dari pemalsuan dari pihak lain, dan masih banyak manfaat lainnyan.

Pemilihan merk dan atau nama usaha membutuhkan prioritas dan perhatian yang serius, tidak kalah penting dengan aspek usaha lainnya. Beberapa tip dalam memilih merk dan nama usaha yang baik diataranta adalah (Antonius, 2006, dan sumber lainnya) :

· Pertama, Merk sebaiknya mudah diucapkan. Hal ini penting, terutama untuk produk yang tidak terbatas/tersegmen. Dengan konsumen yang beragam, harus disadari bahwa tidak semua konsumen memiliki tingkat pengetahuan atau pendidikan yang sama. Sehingga Merk yang dengan mudah dibaca oleh seorang konsumen belum tentu mudah pula dibaca oleh konsumen lain. Beberapa tip yang mendukung agar merk mudah dibaca antara lain: menggunakan kata atau istilah yang berasal dari bahasa sehari-hari konsumen, seperti ‘segar’, ‘maju’, ‘kelinci’, ‘mawar’, dan sejenisnya. Atau bias juga dengan menggunakan merk sesuai dengan bahasa daerah dimana produk tersebut dipasarkan.

· Kedua, Merk sebaiknya mudah diingat, selain agar mudah dibaca pemilihan merk seperti dijelaskan di poin pertama juga akan berdampak mudahnya konsumen untuk mengingat merk tersebut….jangan sampai terjadi, dibaca saja susah apalagi diingat ?

· Ketiga, Merk sebaiknya mudah dikenali dalam arti konsumen dengan mudah mengenali, menemukan, dan membedakannya dengan produk sejenis. Seiring dengan mudah dibaca, dan diingat, merk akan mudah dikenali dan tentunya juga mudah konsumen yang baru pertama kali ingin membeli produk tersebut. Untuk bias mudah dikenali, merk perlu dibuat dengan misalnya, penulisan huruf dan kata yang jelas, komposisi atau susunan yang jelas, kombinasi dengan gambar yang jelas dan sesuai, pemilihan warna yang tepat dan jelas. Dan sejenisnya.

· Keempat, Merk sebaiknya didesain dengan menarik. Desain yang menarik tidak hanya akan memudahkan produk mudah dikenali, namun juga dapat menciptakan citra yang baik untuk produk tersebut. Desain yang menarik juga akan membuat produk lebih menonjol dibandingkan dengan produk sejenis lainnya, sehingga potensi untuk dilihat dan dipilih oleh konsumen juga akan lebih besar peluangnya.

· Kelima, Merk sebaiknya menampilkan manfaat produk. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, merk yang dipilih sebaiknya tidak hanya menarik saja, namun ada baiknya disesuaikan dengan produk yang bersangkutan. Merk sebaiknya bias menggambarkan manfaat dari produknya. Sebagai contoh penggunaan kata ‘segar’, ‘hangat’, ‘pintar’, dapat menjadi piliha. Meskipun tidak ada salahnya merk atau nama produk, menggunakan merk atau nama dari binatang, anggota badan, nama keluarga, dan sebaginya.

· Keenam, Merek sebaiknya dapat menonjolkan citra perusahaan. Salah satu maksud digunakannya suatu nama usaha atau merk usaha adalah untuk menunjukkan bahwa produk tersebut baik, dalam arti layak untuk dipilih, layak untuk dibeli dan layak untuk dikonsumsi. Oleh karena itu merk atau nama usaha yang dipilih harus bias mencerminkan itu. Sebagai contoh, produk air mineral, merk yang digunakan harus dapat menunjukkan kepada konsumen bahwa perusahaan melalui produknya sangat mengutamakan kesehatan (higienitas).

· Ketujuh, Merk sebaiknya menonjolkan perbedaan dengan produk sejenis lainnya. Untuk membantu hal ini, biasanya dibantu dengan serangkaian kata atau satu kalimat yang menyertainya, seperti kata-kata ‘no. 1’, ‘tidak sekedar rasa’, ‘kami memang beda’, ‘tiada duanya’, ‘rasakan bedanya’, dll. Serangkaian kata tersebut sebagai penegasan bahwa produk dengan merk tersebut adalah berbeda dengan produk sejenis lainnya.

· Kedelapan, Merk sebaiknya tidak melanggar ‘aturan/adat. Tidak hanya di Indonesia, masih banyak masyarakat di berbagai Negara, salah satunya di Indonesia, yang masih sensitive terhadap symbol, warna, atau kata tertentu yang digunakan sebagai merk. Sebagai contoh, di Indonesia, symbol Negara seperti burung garuda,bendera merah putih, simbo-simbol agama sebaiknya tidak digunakan sebagai merk produk pada umumnya, kecuali untuk produk yang melekat pada symbol itu. Seperti contoh Mukena atau peci dengan merk masjid. Dengan kata lain, merk masjid menjadi berpotensi menimbulkan masalah bila dipakai untuk merk produk konsumtif misalnya, atau produk-produk yang kurang ‘pantas’ diberi merk ‘Masjid’, paling tidak dari pandangan kaum muslimin.

· Kesembilan. Membuat merk harus berfikir jangka panjang, merk bukan untuk keperluan usaha sehari dua hari…tapi selamanya. Oleh karena itu itu pemilihan merk dan nama usaha harus dilakukan dengan sungguh sungguh. Merk adalah identik dengan produk, meskipun dapat diganti namun kesalahan pemilihan merk atau nama usaha dapat menjadi salah satu sebab kegagalan produk, yang berarti kegagalan usaha juga.

· Merk terlindungi dengan baik (didaftarkan ke pemerintah). Merk atau nama usaha sebaiknya segera didaftarakan ke aparat pemerintan (seperti Dirjen HKI). Beberapa persyaratan dan prosedur untuk mendaftarkan merk ini dapat dilihat pada Undang-undang merk No. 15 Tahun 2001. Secara formalpendaftaran merk memang cukup mahan untuk kalangan usaha kecil (kurang lebih Rp 650.000,-), namun dengan bantuan dan koordinasi dengan DInas terkait, ada jalan keluar yang mungkin bias diberikan khususnya bagi kalangan usaha kecil.

Demikianlah penjelasan bagian kedua, mengenai berbagai hal tentang merk. Sekali lagi, bagi sebuah produk/usaha, merk atau nama usaha sangatlah penting. Kesalahan dalam memilih merk tidak hanya berpotensi menghambat pemasaran sebuah produk atau usaha, namun juga juga berpotensi kegagalan usaha dalam jangka panjang, dan bila tidak teliti juga dapat menimbulkan konflik dengan pelaku usaha yang lainnya.

Oleh karena itu, meskipun terlihat sepele, pelaku usaha perlu secara serius memperhatikan merk atau nama usaha yang digunakan. Merk harus mampu menjadi factor pendukung dengan memperhatikan cirri-ciri merk atau nama usaha yang baik di atas, dan bukan sebaliknya merk atau nama usaha yang digunakan justru menjadi penyebab mundur atau gagalnya sebuah usaha.

Pembahasan tentang merk sebenernya masih sangat banyak, seperti misalnya bagaimana memilih huruf, bagaimana memilihi warna karena setiap warna memiliki makna, dan seterusnya. Oleh karena itu, tulisan berikutnya akan dibahas mengenai pemilihan warna dalam atribut-atribut usaha. Sekian dan semoga bermanfaat

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.