Mengelola Risiko Usaha (Bagian 2)

Penjelasan mengenai risiko usaha terbagai dalam dua bagian, dan setelah bagian pertama dimuat dalam tulisan sebelumnya, bagian kedua akan dijelaskan dalam tulisan kali ini.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa :
Pertama, setiap pelaku usaha pasti akan menhadapi berbagai macam risiko yang apabila tidak dikelola dengan baik risiko tersebut, maka bisa mengakibatkan kerugian.
Kedua, secara umum, pelaku usaha seringkali tidak bisa menghilangkan risiko kerugian yang akan terjadi, yang dapat dilakukan hanya mengurangi risiko tersebut, dengan berbagai upaya atau peengelolaan risiko yang ada.

Seperti telah disinggung sebelumnya, ecara ringkas, inilah lima langkah dasar untuk mengelola risko tersebut :

1. Identifikasi (buat daftar ) setiap risiko yang bisa terjadi
2. Lakukan analisis dan rangking atau urutkan sesuai dengan besarnya dampak kerugian yang akan ditimbulkannya
3. Tentukan upaya-upaya untuk mengatasinya, sesuai dengan urutan yang ada
4. Lakukan upaya tersebut, sesuai pilihan skenario yang telah dibuat
5. Lakukan evaluasi

Dengan penjelasan yang sederhana, kelima langha tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Pertama, pelaku usaha perlu mengidentifikasi dan membuat daftar risiko apa saya yang akan dihadapi dan bisa merugikan usahanya. Sebagai contoh sebuah usaha SEPATU, dapat membuat daftar resiko usaha sebagai berikut :
a. Risiko bahan baku (kulit) yang tidak selalu tersedia
b. Risiko karena selera konsumen yang selalu berubah
c. Risiko kenaikan harga bahan baku lainnya, dan seterusnya

Yang perlu dipahami dalam tahap ini adalah, bahwa setiap pelaku usaha memiliki risiko yang bisa saja sama dengan usaha yang lain (risiko kenaikan harga misalnya), namun juga bisa berbeda antara satu jenis usaha dengan jenis usaha lainnya. Sebagai contoh jenis risko yang dihadapai usaha SEPATU akan berbeda dengan risiko usaha dari usaha BAKSO.

Kedua, Menganalisis dan mengurutkan risiko-risiko dalam dalam daftar yang sudah dibuat tersebut, mulai dari yang paling penting (karena paling berbahaya atau karena potensi ruginya paling besar) sampai jenis risiko yang tidak terlalu penting. Sebagai contoh, bagi pengusa sepatu di atas, perubahan selera konsumen adalah risiko yang paling harus diperhatikan, baru menysul risiko karena sulitnya bahan baku dan seterusnya.

Yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah, bahwa risiko yang penting bagi seorang pengusaha belum tentu penting juga untuk pengusaha yang sama. Sebagai contoh di atas, bagi seorang pengusaha sepatu yang sangat kreatif, perubahan selera konsumen bukanlah masalah baginya, justru kelangkaan bahan baku yang perlu harus diwaspadai.

Ketiga, setelah tau mana risiko yang prioritas dan mana risiko yang kurang prioritas, maka langkah selanjutnya adalah memutuskan dan menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi risiko tersebut. Dalam contoh di atas, risiko karena adanya perubahan selera konsumen harus di atas dengan diversifikasi dan ide-ide kreatif untuk produk sepatu yang diproduksi, kesulitan bahan baku diatasi dengan memperbanyak jsumber pemasok, dan persediaan yang cukup dan setrusnya.

Beberapa tip yang dapat dilakukan adalah :
a. Kalau risiko tersebut sering terjadi dan bila terjadi dampaknya besar, lebih baik hindari saja melakukan usaha tersebut, karena potensi ruginya menjadi sangat besar. Misalnya bila suatu usaha terletak di daerah yang sering terjadi gempa bumi. Jangan berusaha di tempat tersebut.
b. Kalau risiko tersebut jarang terjadi namun sekali terjadi dampaknya besar, lebih baik diasuransikan. Misalnya adanya pencurian.
c. Kalau risiko tersebut sering terjadi namun dampaknya kecil, lakukan langkah pencegahan saja. Misalnya terjadinya hujan ditengah-tengan jam operasional usaha
d. Kalau risiko tersebut jarang terjadi dan dampaknya juga kecil, hadapi saja risiko tersebut. Kehabisan persediaan plastik pembungkus misalnya.

Keempat, lakukan apa yang sudah direncakan dan dipilih untuk mengatasi berbagai risiko yang ada tersebut. Percuma saja, ketiga langkah di atas sudah baik dan tepat namun tidak dilaksanakan. Bila ini terjadi maka potensi mengalami kerugian tetap akan terjadi.

Kelima, bila sudah dilaksanakan berbagai upaya untuk mengelola dan mengurangi risiko usaha, maka evaluasi harus selalu dilakukan untuk melihat dan mengetahui apakah pilihan upaya untuk mengatasi berbagai risiko yang ada sudah efektif belum. Benarkah potensi kerugian sudah bisa dikurangi, masih tetap saja, atau bahkan malah menjadi semakin besar ? Sebagai contoh, benarkah diversifikasi produk dan memunculkan ide-ide kreatif mampu menurunkan risiko karena perubahan selera konsumen ?

Bila risiko kerugian mulai berkurang berarti tindakan yang dipilih pada langklah ketiga tadi sudah tepat, perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
Bila risiko kerugian masih sama saja, maka tindakan mungkin perlu dirubah dengan cara pengelolaan risko yang lain atau dikombinasikan dengan yang lain
Bila risiko kerugian malah menjadi semakin besar, maka pilihan tindakan yang diambil kurang tepat, atau muncul risko baru yang menyebabkan potensi kerugian justru semakin besar.

Langkah berikutnya adalah kembali lagi langkah pertama, membuat daftar baru risiko usaha. Mengapa harus membuat daftar baru rissiko secara rutin ?
Karena, bisa saja dengan pengelolaan risiko sebelumnya, jumlah risiko usaha menjadi berkurang, masih tetap sama, atau bahkan menjadi lebih banyak. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. Perubahan lingkungan usaha, baik dalam perusahaan sendidir, lingkungan sekitar dan lingkungan yang lebih luas sangat mempengaruhi banyak sedikitnya, besar kecilnya, berbahaya tidaknya risiko usaha yang akan dihadapi oleh setiap pelaku usaha.

Demikianlah, para pelaku usaha sekalian, sekilas mengenai risiko usaha dan cara mengelolanya. Sekali lagi risiko usaha tidak bisa dihilangka sama sekalai, yang bisa dilakukan hanyalah mengurangi dan memperkecil risiko usaha tersebut. Semoga berhasi. Disarikan dari berbagai sumber

One Response to “Mengelola Risiko Usaha (Bagian 2)”

  1. arisbudi Says:

    Trm kasih atas coment-nya…..risiko memang tidak bisa dihilangkan, kita hanya dapat mengurangi dan mengelolanya…Mas perhatian pada risiko, itu sudah benar…tapi tidak perlu takut berlebihan sehingga menunda usaha…selama sdh dipersiapkan dengan baik…jalan saja..selamat memulai usaha..semoga sukses…Salam, Arisbudi

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.