ahim Blog
Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for November, 2009

November 5th, 2009

KOMPETISI BERBASIS WAKTU

Posted in Uncategorized by sriyanto saminu

KOMPETISI BERBASIS WAKTU :
STRATEGI INOVASI TEKNOLOGI DAN PRODUK DALAM
MEMBANGUN KEKUATAN PERSAINGAN

Pendahuluan
Waktu menjadi parameter yang paling dalam rangka mencapai keunggulan bersaing. Manajemen waktu mempunyai relevansi langsung dengan kecepatan, yang membawa menfaat besar pada perusahaan. Kecepatan akan meningkatkan kapasitas, kualitas, frekuensi, kecanggihan, keterjangkauan dan kemudahan pada perusahaan.
Perhatian pelaku bisnis saat ini nampaknya semakin terfokus pada fenomena bersaing perusahaan yang yang cederung berubah dari waktu ke waktu. Dan kenyataan persaingan membawa persaingan menjadi kata kunci yang tidak pernah usang untuk dianalisis. Perusahaan dituntut untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif serta efisien sehingga membutuhkan pemikiran dan konsep yang lebih fundamental dengan melihat apa yang menjadi dasar persaingan. Kunci kesuksesan terletak pada kejelian perusahaan dalam menentukan parameter dasar serta meramunya menjadi keunggulan bersaing. Keunggulan tidak terbatas pada parameter langsung, tetapi lebih jauh lagi perlu diperhatikan parameter tak langsung dan lebih mendasar yang mempunya kontribusi besar pada parameter lainnya.

Permasalahan
Perubahan-perubahan ekonomi, politik, teknologi yang terjadi dewasa ini, terutama perkembangan tteknologi informasi, praktis telah membuat hamper seluruh bagian di muka bumi dapat dijangkau. Peristiwa yang terjadi di suatu tempat dapat tersebar cepat ke seluruh penjuru dunia. Pergolakan politik, kecelakaan industri, mode-mode baru serta terobosan teknologi yang terjadi dalam masyarakat tertentu dapat mempengaruhi masyarakat lainnya melalui berbagai cara. Oleh karena itulah perusahaan perlu memandang dunia sebagai satu lingkungan global yang dinamis.
Pihak manajemen tidak lagi bias mengingkari bahwa perusahaannya berada ditengah lingkungan global yang mau tidak mau wajib dipertimbangkannya dalam mengambil keputusan-keputusan bisnisnya. Dalam merumuskan strategi yang efektif, perusahaan modern dituntut untuk mampu mengidentifikasikan jenis-jenis keputusan mendasar yang dihadapinya. Keputusan strategis seringkali ditekankan pada masalah hubungan antara organisasi / perusahaan dengan lingkungan bisnisnya.
Dalam kontek yang lebih sempit lingkunpnya adalah sekitar posisi produk pasar perusahaan yang bersangkutan. Hakekatnya, uapaya pemenuhan / pemuasan keinginan pasar / konsumen oleh perusahaan oleh perusahaan dituangkan melalui produk ( barang atau jasa ) yang dihasilkan. Secara umum ada lima factor yang mempengaruhi peluang / kesempatan pasar bagi suatu produk, yaitu :
1. Perubahan ekonomi
2. Perubahan sosiologi dan demografi
3. Perubahan teknologis
4. Perubahan politis
5. Perubahan lain yang dapat terjadi melalui praktek-praktek pasar, standart profesi, pemasok, dan distributor.
Teknologi memang bukan satu-satunya jaaban untuk semua masalah bisnis, tetapi sejarah menunjukan bahwa penerapan teknologi turut menentukan nasib ekonomi perusahaan. Secara garis besar dampak pasar dari era perubahan teknologi yang cepat dan mengarah pada otomatisasi.
1. Siklus hidup pemasaran untuk produk-produk semakin pendek sehinga sesain-desain baru harus berganti cepat.
2. Pasar menuntut semakin beragamnya produk tanpa meningkatkan volume. Artinya prabrik harus memproduksi jumlah yang lebih sedikit untuk setiap produk.
3. Pasar menjadi ‘peka waktu’ yang mnuntut penyediaan produk yang tepat waktu. Persaingan atas waktu ( time-based competition ) ini memiliki arti bahwa perusahaan harus memproduksi barang yang lebih kecil pada jadual yang terkendali.
4. Pasar menjadi ‘peka ongkos’ yang mengharapkan menurunkan titik impas. Karena itu kemampuan produksi yang sangat efisien dengan mutu dan keandalan yang tinggi sangat dibutuhkan.
Teknologi baru memperlihatkan karakteristik yang mencolok khas atas kemempuannya. Kini yang menjadi kunci ketahanan berbagai perusahaan adalah kemampuan dalam memanfaatkan potensi teknologi cangih yang luar biasa dan menyalurkannya bagi kesejahteraan ekonomi. Terlepas berhasil atau tidaknya implementasi teknologi akan selalu muncul implikasi-implikasinya, seperti ketenagakerjaan, dana dan alokasi sumber dana lainnya.

Pembahasan
Perspektif: Keunggulan dalam Persaingan
Idealnya, pengembangan strategi perusahaan yang efektif dan efisien tidak cukup hanya melalui pendekatan yang terpilah-pilah tetapi harus menyeluruh sebagai satu kesatuan yang utuh dalam kontek yang relevan. Pendekatan system menuntut pemahaman keseluruhan interaksi antara berbagai elemenpenting yang mempengaruhi persaingan. Persaingan pada hakekatnya merupakan proses dinamis karena daur ulang formulasinyadan implementasi strategi bisnis perusahaan melalui pengembangan instrument-instrumen strategis persaingan.
Pada prinsipnya strategi-strategi bisnis mempunyai sasaran pada masalah sekitar persaingan. Persaingan bisnis yang sehat semestinya dipandang sebagai upaya positif yang dilakukan perusahaan yang bersangkutan memiliki keunggulan relative atas pesaingnya. Dalam persaingan bisnis modern, sasaran strategi bisnis tidak cukup hanya sebatas pada kelangsungan hidup perusahaan ditengah persaingan yang semakin ketat, tetapi lebih penting lagi adalah keunggulan yang berkelanjutan. Keunggulan demikianlah yang pada gilirannya mendapatkan ganjaran ( reward ) yang layak ( seperti keuntungan, peningkatan pangsa pasar, loyalitas konsumen dsb )sesuai dengan upaya positifnya.

Inovasi Sebagai Instrumen Strategi

Kecepatan suatu organisasi menadopsi teknologi baru dipengaruhi oleh lingkungan persaingan dari industri yang bersangkutan. Lingkungan tersebut pada gilirannya ditentukan oleh pertimbangan-pertimbangan social, politik, ekonomi dan akan meliputi berbagai faktor antara lain nilai-nilai konsumen, daur hidup produk dan karakteristik industri atau pasar. Daur hidup produk merupakan ukuran relative yang bisa terjadi dalam skala jam, bulan ataupun tahun. Tugas penting manajemen dalam kaitan ini adalah mendesain suatu system yang menunjang keberhasilan pengenalan produk-produk baru.
Tidak bisa disangkal bahwa perkembangan waktu menunjukan adanya kecenderungan umum yaitu daur hidup produk yang semakin pendek. Karena itu tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa kata kuci dalam persaingan usaha sat ini adalah bahwa manajemen harus bergerak kea rah pengambilan keputusan yang lebih cepat, implmentasi yang lebih cepat dan tepat secara sekaligus.
Gambar 1. Lingungkan Bisnis demikian pada gilirannya menuntut tingginya fleksibilitas proses produksi yang dimiliki oleh perusahaan modern.

Gambar 1. Pengaruh dan kecenderungan Utama

Karena itu pengembangan produk dalam system produktif modern menjadi semakin penting dalam mempertahankan kelangsungan hidup ( survival ) dan membangun keunggulan organisasi tersebut di tengah pesaingan yang semakin ketat. Mereka yang berhasil mengembangkan produk-produk baru secara lebih cepat yang akan memiliki keunggulan kompetitif dari para pesaingnya. Inovator yang mampu memperkenalkan produk lebih cepat memiliki keuntungan antara lain karena dapat memanfaatkan teknologi terbaru. Selain itu mereka juga mendapatkan pengalaman berguna dalam banyak hal seperti dalam desain, pengujian, pembuatan dan pengenalan produk-produk baru. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa para innovator biasanya mampu belajar lebih cepat. Dilain pihak, organisasi juga perlu mempertimbangkan dan mengatsi adanya kemungkinan resiko menjadi inovator.

Elemen Penting dalam Strategi Inovasi Produk :

Dalam perumusan strategi inovasi produk, selain pertimbagan atas faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan strategi posisi “ kepemimpinan “ ( leadership ) dalam pasar. Ketiga faktor-faktor tersebut harus dikaji dengan cermat oleh organisasi. Sedangkan elemen penting dalam inovasi produk diantaranya kompetensi manajemen, produk baru harus memberikan nilai, keberhasilan produk baru dipengaruhi oleh focus strategi, komitmen manajemen, lingkungan pasar dan timing ( tepat waktu ).
Tujuan dari strategi produk adalah memastikan keunggulan kompetitif bagi produk bersangkutan. Strategi produk berhubungan dengan pemilihan, penjabaran dan desain produik yang akan disampaikan kepada konsumen . Tentu saja keberhasilan pengembangan suatu produk sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor penting seperti kemampuan manajerial, ketrampilan teknologi, sumber dana financial dan sumber daya manusia yang tersedia.
Keberhasilan dalam pengembangan produk merupakan isu manajemen yang penting bagi perusahaan modern, terutama dalam technology driven industries. Pemahaman yang baik atas faktor-faktor yang mendorong keberhasilan produk dapat membantu suatu perusahaan memfokuskan berbagai sumberdaya penelitian dan pengembangan yang penting dan mendayagunakannya secara baik dalam proses penyampaian produk dan meningkatkan permintaan bagi produk barunya.

Tabel 1. Kerangka untuk mengidentifikasikan kelayakan kepemimpinan teknologi.

Kesinambungan kepemimpinan teknologi.

Keuntungan Inovator

Kerugian Inovator Variabel yang mendukung kepemimpinan teknologi
- Teknologi dikembangkan did lam perusahaan.
- Biaya H & D yang tinggi menghalangi pesaing menjalankan strategi sebagai pemimpin.
- Tingginya ketrampilan teknologi dibanding dengan pesaing.
- Tingkat difusi teknologi yang rendah di dalam perusahaan.

Variabel yang mendukung kepemimpinan teknologi
- Reputasi sebagai pionir / pemimpin
- Kesempatan lebih awal dalam memperoleh posisi pasar yang menarik.
- Biaya perubahan ‘ switching’ bagi konsumen
- Pilihan akses pada saluran pasar yang utama
- Kelebihan dalam pengalaman belajar
- Kesempatan menentukan standart teknologi
- Hambatan kelembagaan seperti hak paten.

Variabel yang menghambat kepemimpinan teknologi
- Biaya yang tinggi sebagai innovator
- Ketidakpastian permintaan.
- Perubahan dalam keinginan pembeli yang dapat membuat teknologi tak berguna.
- Ketidakmampuan atan biaya tinggi untuk merevisi atau menyesuaikan teknologi.
- Kemungkinan rendahnya biaya tiruan/ imitasi

Keunggulan / kompetensi manajemen sangatlah menentukan keberhasilan produk.

Kemungkinan keberhasilan produk baru akan lebih baik jika direncanakan dan diimplementasikan dengan baik. Perencanaan tersebut meliputi penelitian, pengembangan, rekayasa, manufaktur dan pengenalan pasar. Lini fungsional haruslah berinteraksi dan mengkoordinasikan berbagai aktivasi selama proses pengembangan. Keterkaitan antara bagian penelitian dan pengembangan dengan kelompok fungsional lainnya, khususnya pemsaran dan manufaktur sangatlah diperlukan. Keterkaitan dengan bagian pemasaran sangat penting terutama untuk memastikan bahwa peusahaan memahami kebutuhan konsumen dan mampu menjabarkannya menjadi jawaban bagi konsumen. Hubungan dengan bagian manufaktur perlu karena semakin pentingnya operasi-operasi yang efektif dan efisien, akan menjadi suatu sasaran yang tidak mungkin / sulit dicapai kecuali jika desain manufaktur merupakan bagian integrasi dari tujuan pengembangan produk.
Dalam kaitan ini, strategi proses yang berkaitan dengan pendekatan yang dilakukan oleh suatu organisasi dalam mentransformasikan sumberdaya-sumberdaya menjadi produk barang atau jasa sangatlah penting. Tujuan dari strategi proses adalah merumuskan cara memproduksi barang atau jasa pelayanan yang memenuhi kewinginan konsumen dan spesifikasi produk sesuai dengan kendala biaya dan kendala manajerial lainnya. Keputusan proses sangatlah penting karena akan mempunyai dampak jangka panjang pada efisiensi dan produksi, fleksibilitas, biaya dan mutu produk yang dihasilkan.
Tiga aspek utama fleksibilitas produksi perlu mendapat perhatian manajemen yaitu :
1. Fleksibilitas produk ( inovasi produk, respon terhadap variasi penjualan variasi penjualan dan mutu yang tinggi dan konsisten ).
2. Fleksibilitas infrastruktur ( implementasi perubahan teknologis ).
3. Fleksibilitas proses ( keragaman lini produksi, lead time yang pendek, respon terhadap perubahan, spesifikasi yang diinginkan konsumen, keandalan delivery, pengurangan kerugian ).

Manajemen harus senantiasa melakukan pengurangan-pengurangan aktivitas-aktivitas atau hal-hal yang selalu mempunyai dampak terhadap biaya tetapi tidak memberikan kontribusi terhadap nilai tambah produk. Upaya peningkatan efisiensi harus diimplementasikan pada proses secara keseluruhan mulai dari isu-isu yang berkaitan dengan desain, perencanaan produksi, pengurangan lead time di semua tahapan proses hinga delivery produk ke pasar.
Keberhasilan implementasi dari konsep Just-in Time ( JIT ) dalam perusahaan modern merupakan hal yang mutlak bagi perusahaan dalam situasi Time-based competition. Manajemen harus mampu memanfaatkan kelebihan atas ukuran relative perusahaannya ( kecil, menengah ataupun perusahaan besar ), dengan mempehatikan aspek-aspek economies of scale, economies of scope, dan economies of integration system produktif yang dimilikinya.

Produk Baru harus mampu memberikan nilai / manfaat penting kepada konsumen.

NIlai atau manfaat dapat diukur melalui melalui berbagai dimensi. Dimensi nilai tersebut dapat meliputi funsi / guna, kinerja ( performance ), harga / biaya ( cost ), cirri / keistimewaan ( feature ), keandalan ( reliability ), kesesuaian ( conformance ), daya tahan ( durability ). Pelayanan ( serviceability ), estetika ( esthetics ), dan citra mutu ( perceived quality ). Sudah barang tentu kemempuan perusahaan dalam memahami keinginan konsumen sangatlah kritis dalam hal ini.
Implementasi yang tepat Totak Qualitymanagement ( TQM ) yang masyaratkan bahwa prinsip manajemen mutu ( dalam arti luas ) harus diterapkan pada setiap bagian dan setiap tingkat organisasi dan mencakup pemasok serta pelangga, akan sangat menentukan keberhasilan produk.

Keberhasilan produk baru sangat dipengaruhi oleh focus strategi

Perusahaan harus mengembangkan rencana kegiatan berdasarkan kemampuan teknologi, pemasaran dan kompetensi organisasi / manajemen yang dimiliki. Produk-produk yang berkaitan memungkinkan perusahaan untuk dapat mengunakan dan mengembangkan lebih lanjut kemampuan teknologi yang dimiliki serta memanfaatkan sumber-sumber informasi dan jaringannya ( internal maupun eksternal ). Hal ini tidak berarti bahwa perusahaan tidak perlu memasauki pasar atau bidang teknis yang sama sekali baru. Hanya saja resiko atas usaha yang sama sekali baru perlu diminimalkan dengan mengurangi dimensi keasingan dari hal-hal yang serba baru tersebut. Dalam kontek pemanfaatan teknologi baru dalam inovasi produk, Noori ( 2002 ) mengajukan suatu kerangka pendekatan integrative antara konsep ‘technology push’ dan ‘market pull’. Gambar 2. secara singkat pendekatan ini diharapkan dapat memastikan bahwa manajemen tetap waspada ( tetapi disilaukan oleh ) dan mampu menanggapi kemajuan-kemajuan teknologi seperti teknologi produksi dan teknologi informasi.
Gambar 2. Kerangka Pendekatan Integratif ‘technology push’ dan ‘market pull’

Komitmen manajemen sangatlah menentukan

Tanpa adanya dukungan manajemen maka SDM dan sumber dana yang diperlukan untuk mengembangkan produk hamper tidak mungkin dapat diperoleh. Senioritas dan kewenangan manajer yang bertanggungjawab atas pengembangan produk dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan produk yang bersangkutan. Manajemen juga harus mampu menangani ketidakpastian disekitar bisnisnya dan mengoptimalkan komunikasi organisasi. Informasi yang disebarkan dalam organisasi membantu menciptakan lingkungan yang konduksif bagi pengambangan inovasi.
Manajemn perysahaan perlu menyadari bahwa strategi inovasi, peningkatan mutu dan efisiensi bukanlah one time shot dan suatu hal yang dapat dilaksanakan dalam sehari, melainkan harus dilakukan terus-menerus sebagai bagian integral aktivitas perusahaan yang selalu memompakandarah segar dalam tubuh organisasi. Inovasi harus menjadi way of life bagi perusahaan yang ingin meningkatkan dan mempertahankan keunggulan kompetitifnya di tengah pesaingan bisnis saat ini.

Lingkungan Pasar akan mempengaruhi keberhasilan produk baru

Produk yang memasuki pasar dan mengalami pesaingan yang tidak begitu ketat atau pasar yang relative besar dan tumbuh berkembang cepat, besar kemungkinannya untuk berhasil. Walaupun begitu perlu diingat bahwa keunggulan / kepemimpinan teknologi sangatlah riskan. Karenanya para innovator harus memahami konsumen serta menguasai jalur komunikasinya. Pada sisi konsumen, intensitas pesaingan ditandai oleh kepentingan relative peran harga dalam keputusan konsumen. Semakin homogen produk yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan dalam suatu pasar, semakin kompetitif pasar tersebut dan semakin penting pula peran harga sebagai variabel keputusan konsumen dalam memilih produk yang disukainya. Diferensiasi / inovasi pada prinsipnya melonggarkan persaingan dalam bentuk harga dan mengubahnya dalam bentuk persaingan lain.
Para inovator ini biasanya dituntut untuk mendidik konsumen potensial tentang pengunaan produk baru. Selama konsumen memakai produk baru tersebut, perusahaa harus dapat memahami bagaimana keinginan konsumen berubah serta menyesuaikan desain produknya terhadap perubahan tersebut. Para pemimpin ini juga perlu berupaya mengembangkan standar-standar industri jika mereka menghendaki peran utama dalam pasar. Pasar-pasar yang matang dan belum tersentuh biasanya merupakan pasar potensial bagi para inovator, tetapi tentu saja entry harus direncanakan dan dilaksanakan dengan sebaik mungkin untuk menghindari kegagalan produk.

Timing suatu inovasi

Pemilihan waktu untuk memasuki pasar merupakan salah satu alasan utama penyebab keberhasilan atau kegagalan produk baru. Peluang dan resiko suatu produk baru bergantung pada beberapa hal antara lain : perubahan keadaan ekonomi secara umum, perubahan pada preferensi konsumen dan perubahan daur hidup industri. Investasi dari riset dan pengembangan dapat mengubah tingkat peluang dan resiko produk baru. Misalnya, entry yang lambat memungkinkan investasi lebih tinggi dalam mendesain produk baru, memberikan dukungan engeneering yang memadai dan mengembangkan program pemasaran yang efektif.
Pada dasarnya timing memasuki pasar merupakan keputusan taktis kuantitatif sekaligus keputusan strategis kualitatif. Keputusan strategis kualitatif pada prinsipnya merupakan masalah strategi entry seperti : apakah suatu perusahaan harus berperan sebagai pemimpin ( market leader ) ataukah pengikut ( market follower ). Trade off antara kelebihan / keunggulan dan kekurangan / kerugian sebgai pemimpin atau pengikut merupakan isu utama bagi keputusan strategi dari entry ini.
Keputusan taktis-kuantitatif terutama merupakan masalah waktu entry. Kapankah seharusnya suatu produk baru memasuki pasar. Seseorang pioneer potensial harus menentukan waktu entry sedemikian sehingga dapat memperoleh keseimbangan antara peluang / benefit dengan inovasi dan resiko / biaya yang berkaitan deengan pengembangan dan pemasaran dan publikasi merupakan aspek yang sangat kritis.

Kesimpulan

Kita hidup di dunia yang dinamis dimana kita dituntut untuk terus berkreasi dan berinovasi, jika tidak ingin mandek dan tersingkirkan. Memahami proses perubahan yang terjadi merupakan tahap awal kritis agar dapat memanfaatkan secara optimal: memaksimumkan manfaat dan meminimumkan resiko. Strategi inovasi / pengembangan produk baik merupakan kombinasi yang bersifat internal. Strategi inovasi merupakan art and science. Keberhasilannya tidak semata berdasarkan hal-hal yang seluruhnya dapat dikaji sebagai proses ilmiah. Aspek seni berstrategi bisnis yang lebih memerlukan imajinasi, kreatifitas, dan entrepreneurship, akan sangat menentukan kemampuan / kejelian perusahaan melihat peluang-peluang, memanfaatkannya secara optimal dan juga mempegaruhi keberhasilan perusahaan dalam mengatasi tantangan di sekitarnya.
Menjelang masa perdagangan bebas, peran pemerintah akan semakin pentinga dalam menciptakan dan menjamin iklim yang konduktif bagi perkembangan inovasi-inovasi diberbagai sektor, pesaingan pasar yang sehat, keberhasilan industrialisasi dan kesejahteraan bangsa melalui berbagai instrument kebijakan termasuk skema insentif bagi bidang penelitian dan pengembangan. Upaya pemerintah kearah ini tampak positif, terbukti dengan dikembangkannya antara lainpola-pola riset unggulan kemitraan ( RUK), venture capital dan technicalupgrading fund ( TUF ).
Strategi persaingan analogis dengan strategi membidik sasaran yang bergerak sepanjang waktu. Karena itu manajemen harus meningkatkan kemampuan pemanfaatan saluran umpan baliknya untuk penyelesaian arah strategi dalam memastikan ketepatan pembidikan sasaran.

Daftar Pustaka

1. Lilien G.L., dan E. Yoon, 2003, “The Timing of Competitive Market Entry: An Exploratory Study of New Industrial Products” Management Science. Vol.36. No 5, Providance.
2. Noori, Hamid, 2002, Managing the Dynamics of New Technology, Prentice Hall, New Jersey.
3. Porter, Michael. 2002, Competitive Advantage, The Free Press, New York.
4. Kotler, Philips, 2004, Dasar-dasar Pemasaran, Edisi kesembilan, Jilid 1, PT Indek Kelompok Gramedia, Jakarta.

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.