Jan21st

Kuliner “Soto Kwali Mas Kliwir RP. 2000 an”

agung_wyd Tulisan Read on

Bosen dengan yang serius-serius dan untuk merefresh pikiran yang penat dengan berbagai urusan yang gak kelar-kelar, aku berusaha membuka file-file foto di laptopku. Kebetulan suasana di Depok lagi hujan nih.. perut juga lagi gak mau di ajak kompromi …Hemmmmmmmm selintas terbayang makanan yang menggiurkan, yang bikin aku menelan ludah . Karena tadi barusan melihat file foto pas aku liburan ke kampung halaman Desember kemarin. Yaitu makan Soto Kwali yang murah tapi soal rasa , mak Nyussss.

Mungkin rekan-rekan bisa berbagi pengalaman bagi yang punya hoby kuliner , makanan yang pas dikantong tapi soal rasa…………Nyamleng

Selengkapnya bisa dibaca di http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/agung_wyd/hoby/

Dec15th

Ludwig Mies van der Rohe

agung_wyd Ragam Read on

object>

Apakah Anda seorang pengikut dari aforisme “Less is More” dan “GOD is Detail“? dan  Anda menjadi penggemar Mies van der Rohe. Sebagai salah satu arsitek yang paling berpengaruh terhadap arsitektur modern, Mies telah menciptakan  Karya  yang berpengaruh dalam arsitektur yang mengutamakan “desain” nya  dengan “kesederhanaan”. Mengadopsi material modern seperti baja dan kaca, ia menyebut bangunan sebagai “skin dan bones” arsitektur. Dan bagaimana tentang lagu?  silahkan menikmatinya, ini bisa jadi inspirasi Anda !!

<a href=”">

Dec8th

Konservasi

agung_wyd Tulisan Read on

mapSemenjak masa kuliah dulu, saya memang sudah cinta mati dengan historical building, heritage architecture, bahkan yang lebih tua lagi, vernacular architecture.  Semakin sering saya mondar-mandir daerah sekitar Jakarta Kota, semakin saya jatuh cinta. Tapi kemudian kesibukan dunia kerja mulai banyak menyita waktu, menuntut saya untuk lebih banyak berhadapan dengan realita kota, arus modernisasi, semakin menjauhkan saya dari salah satu hal yang pernah saya cinta ini.

Tapi rupanya, memang benar kata pepatah, “kalau jodoh, tak akan lari, gunung dikejar”. Baru-baru ini saya mendapatkan referensi mengenai bangunan konservasi yang ada di Singapura. Referensi dalam gagasan ini cukup berhasil mengobati rasa kangen saya pada heritage architecture yang saya cintai. As I read all the references from the government guidelines book, I even more excited about this idea. Akan saya jelaskan sedikit tentang bangunan yang masyarakat sini lebih mengenalnya sebagai “shophouses”.

Konon (berdasarkan referensi yang saya baca), Singapore Architectural History merupakan hasil proses dari buah pikiran para seniman bangunan di masa lalu yang dikombinasikan dengan buah tangan para craftsmen yang sangat bertalenta.

Berbeda dengan Indonesia yang memiliki begitu banyak suku bangsa, dan begitu kaya akan beragam vernakular architecture-nya yang sangat orisinal, Singapura dengan latar belakang sejarah bangsanya, tidak memiliki itu semua. Salah satu bangunan historis yang dimiliki Singapura adalah sebuah bangunan yang merupakan bangunan multi-fungsi pada jaman itu. Bangunan yang memiliki quality-places for working, playing, and living. Merupakan ciri bangunan hisrorik yang tersebar di negara2 Asia Tenggara, dan menjadi area pusat kota hingga saat ini: Shophouses adalah salah satu jenis bangunan di Singapura yang merupakan bagian dari conservation plan-nya tata kota Singapura.

shop

ann-siang-hill

bugisjunction

Bangunan ini memiliki ciri khas sebagai berikut :

1. Multi-fungsional, kombinasi antara rumah tinggal di lantai atas dengan ruang komersial di lantai bawahnya.
Low-rise, Biasanya hanya 2-3 lantai.

2. Terraced urban buildings, Dibangun berderet, berbatasan langsung dengan bangunan di sebelahnya, tanpa ada jarak antar bangunan, melainkan sebuah dinding tebal.

3. Memiliki area pedestrian di depan bangunan yang ternaungi oleh lantai dua bangunan tersebut. Seorang sejarahwan : Jon S. H. Lim mengungkapkan responnya ttg area ini, dan memberikan julukan : “the five-foot ways” (jalan 2,4 m). Dunia mengenalnya dengan sebutan “arcade”.

4. Lahan bangunan memanjang ke belakang.

Di Singapura, area konservasi pada umumnya terbagi menjadi 4 area:

1. Historical Distric. Bangunan di area ini kebanyakan masih asli peninggalan jaman dulu. Kalaupun baru, itu karena alasan kekuatan bangunan (struktur, balok dkk), dan bangunan baru harus benar2 sama persis seperti bangunan aslinya (fisik bangunan bentuk&ukuran ornamen, material dll). Area ini meliputi : Boat Quay, Chinatown, Kampong Glam, Little India.

2. Residential Historical Distic. Sama seperti historical distric, hanya saja, perubahan fisik bangunan di bagian belakang masih diperbolehkan dilakukan untuk fleksibilitas pengadaptasian terhadap modernitas dunia arsitektur. Misalnya bagian belakang bangunan ditingkatkan sampai 4-5 lantai. Area ini meliputi : Blair Plain, Cairnhill, Emerald Hill.

3. Secondari Settlements. Sama seperti Residential Historical Distric, hanya saja, streetscope-nya harus dipertahankan. Area ini meliputi : Geylang&Joo Chiat, Beach Road, Jalan Besar, River Valley.

4. Bungalows. Bangunan utamanya harus dipertahankan, dan hanya lansekap-nya yang boleh dirombak. Area ini meliputi : Stevens Road, Mountbatten Road.

Dokumentasi bangunan sebelum proses renovasi sangat dituntut kuat kelengkapannya.

Prinsip dasar dalam konservasi ini adalah 3R : maximum Retention, sensitive Restoration, careful Repair.

Quality of Restoration- nya lebih dari sekedar menjaga keaslian fasad bangunan dan fisik kulit bangunan, tetapi juga mempertahankan jiwa&keaslian suasana bangunan tersebut. Dituntut penghargaan dan pengertian yang baik mengenai karakteristik struktur&arsitektur bangunan bersejarah.

The key elements to be respected in the restoration are:
-Roofs
-Party Walls
-Timber Structural Members
-Airwells
-Rear Court
-Timber windows
-Timber staircase
-Front Facade

keyele1

Structural design philosophy to be adopted for conservation buildings&good practice at design &restoration stages.

Designer&engineer harus pandai2 menilai kapan harus mempertahankan, memperkuat dan memperbaiki. Sebisa mungkin menggunakan metode&material yang sama seperti aslinya, atau mendekati aslinya.

Saya jadi teringat akan bangunan-bangunan di sepanjang jalan Kali Besar di Jakarta Kota. Toko Merah, sebenarnya juga merupakan contoh bangunan shophouses yang masih bisa dilihat ornamen-ornamen aslinya. Selain Toko Merah ini, bangunan-bangunan yang sederet dengannya terlihat sangat kumuh, kusam, dan nyaris roboh. Sangat disayangkan sekali. Padahal daerah sepanjang Kali Besar itu bisa menjadi area yang semenarik Qlark Quay Singapura jika kita dapat mengembangkannya dengan baik. Terakhir kali saya berjalan2 ke daerah seputar Fatahillah, sudah terlihat sedikit niat pemerintah memugar kawasan ini menjadi kawasan konservasi yang menarik. Mudah-mudahan di lain waktu saya berkesempatan jalan-jalan ke sana lagi, area ini sudah semakin membaik.

Dec8th

Arsitektur Dinamis

agung_wyd Tulisan Read on

Arsitektur dinamis yang bisa menyesuaikan dengan view

preview_embed_purple_sm

Arsitektur dinamis yang disibutkan sebagai yang pertama di dunia, akan dibangun di Dubai (as always). Ada-ada saja idenya. Bentuknya bisa berubah-rubah, mungkin idenya seperti bumi kita yang selalu berputar dan si penghuninya tidak merasakan perputarannya. Disini, si penghuni bisa menikmati sunrise di pagi hari dan sunlight di sore hari tanpa harus pindah ruangan

Dec6th

Cara Sederhana Menajamkan Otak

agung_wyd Tulisan Read on

Kadang sangatlah sulit mengingat banyak hal di sekitar kita. Seringkali hal yang penting malah menjadi terbengkalai karena menurunnya daya ingat kita.

Selain minum suplemen untuk menambah daya ingat, ada cara yang sangat mudah dan sederhana agar ingatan kita tetap kuat dan baik. Para peneliti Australia telah melakukan penelitian terhadap 29.500 orang yang punya daya ingat luar biasa, dan menemukan 7 kebiasaan yang bisa membuat daya ingat kita lebih kuat dan tahan lama.

Para responden tersebut disebutkan memiliki daya ingat luar biasa karena mampu memutar ulang memori jangka panjang (mengingat apa yang terjadi secara baik hingga 20 tahun lalu), dan memori jangka pendek (mengingat apapun yang ada pada daftar belanjaan), hingga kemampuan mengingat wajah, nama, serta jabatan seseorang.

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan, rata-rata mereka memiliki kesamaan gaya hidup dan aktivitas. Inilah yang kemudian disimpulkan sebagai 7 kebiasaan untuk mengasah daya ingat, yaitu:

1. Jarang atau tidak sama sekali mengonsumsi minuman beralkohol
2. Menonton siaran televisi kurang dari 1 jam per hari
3. Membaca novel
4. Mengisi teka-teki silang
5. Mengonsumsi ikan
6. Minum teh atau kopi
7. Memiliki dan tentunya menulis buku harian

Mudah dan sederhanakan? Mari kita coba 7 kebiasaan ini agar daya ingat kita lebih kuat dan tahan lama.



Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.